Pemkot Bandung Genjot Wisata Sebagai Motor Penggerak Ekonomi

- Kehadiran wisatawan picu investasi
- Kota ini harus tetap jadi unggulan bagi wisatawan
- Industri pariwisata Jabar bisa ikut meningkat
Bandung, IDN Times - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mendorong penguatan sektor pariwisata sebagai motor utama penggerak ekonomi. Hal itu diungkapkan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, usai menghadiri acara Travel Mart Jabar Istimewa, Selasa (10/2/2026)..
Farhan menilai, forum seperti Travel Mart yang digagas Perhimpunan Industri Pariwisata Indonesia menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh investasi yang telah dibangun di sektor pariwisata dapat terpromosikan secara optimal.
Menurutnya, kolaborasi antara investor, pelaku usaha, provider, dan seller menjadi kunci agar produk wisata Bandung mampu dikemas dalam paket yang menarik dan kompetitif.
“Acara seperti ini menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa apa yang telah dibangun oleh para investor dan pelaku industri pariwisata bisa dijajakan dalam paket-paket yang menarik oleh para seller,” ujar Farhan.
1. Kehadiran wisatawan picu investasi

Ia mengungkapkan, pergerakan wisatawan ke Kota Bandung menunjukkan angka yang signifikan. Tercatat hampir 24 juta perjalanan dengan mendekati 12 juta wisatawan masuk ke Kota Bandung. Angka tersebut dinilai memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan industri pariwisata dan ekonomi kota.
Saat ini ariwisata merupakan bagian dari strategi besar perekonomian Kota Bandung yang dirumuskan dalam konsep tourism, trade and investment. Kehadiran wisatawan akan memicu transaksi ekonomi yang luas, mulai dari sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga UMKM.
“Adanya tourism akan menghadirkan banyak transaksi. Dari transaksi itulah kita harapkan bisa mengundang banyak investment datang ke Kota Bandung,” katanya.
2. Kota ini harus tetap jadi unggulan bagi wisatawan

Menurut Farhan, meskipun Kota Bandung tidak memiliki banyak destinasi wisata alam di dalam wilayah administratifnya, kota ini merupakan bagian dari Cekungan Bandung yang kaya potensi wisata alam. Karena itu, ia mendorong para pelaku industri untuk mengemas paket wisata terintegrasi lintas wilayah.
“Bandung itu bagian dari Cekungan Bandung. Wisata alamnya banyak sekali. Misalnya ngopi di Kota Bandung, jalan-jalan ke Tahura, healing ke Ciwidey. Hal-hal seperti itu bisa dikemas oleh anggota Parwindo,” ujarnya.
Ke depan, Farhan berharap, Parwindo dapat terus menjadi hub atau penghubung antara provider dan seller industri pariwisata, sehingga Bandung tetap menjadi salah satu destinasi unggulan di Indonesia.
Selain pengemasan produk wisata, peningkatan kualitas infrastruktur dasar juga menjadi perhatian utama. Sesuai arahan Gubernur Jawa Barat, Pemkot Bandung berkomitmen membenahi infrastruktur agar wisatawan merasakan pengalaman yang nyaman dan berbeda saat berkunjung.
3. Industri pariwisata Jabar bisa ikut meningkat

Sementara itu, Ketua Pelaksana Travel Mart sekaligus Wakil Ketua DPP Parwindo, Eko Purwono menjelaskan kegiatan ini bertujuan mendorong peningkatan kunjungan wisata dan percepatan kemajuan pariwisata di Jawa Barat. Travel Mart diikuti 58 seller dari Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Yogyakarta, meliputi destinasi wisata, perhotelan, restoran, kafe, hingga pusat oleh-oleh.
Kegiatan ini juga menghadirkan 102 buyer potensial dari agen perjalanan wisata dan mitra bisnis pariwisata. Melalui skema business to business (B2B), para peserta difasilitasi melakukan presentasi produk, penjajakan kerja sama, hingga transaksi yang diharapkan mampu meningkatkan pergerakan industri wisata di Jawa Barat.
Anggota DPR RI Komisi XI, Fathi, yang turut hadir, mengapresiasi keseriusan Pemerintah Kota Bandung dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mendukung industri pariwisata. Ia mengajak para pelaku usaha untuk tidak ragu membawa wisatawan sebanyak-banyaknya ke Jawa Barat, khususnya Kota Bandung.
“Melalui forum ini mudah-mudahan bisa bisnis match, bisa saling kenal, dan melakukan optimalisasi bagi buyer maupun seller pariwisata. Selamat untuk Parwindo, semoga bermanfaat bagi Indonesia dan Jawa Barat, khususnya Kota Bandung,” tuturnya.


















