Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pemkot Bandung Reaktivasi 71 Ribu Warga Bandung yang Sempat Dicoret dari PBI BPJS

IMG-20260209-WA0030.jpg
Pelayanan kesehatan di Kota Bandung. Dok Diskominfo
Intinya sih...
  • Jumlah penerima PBI bertambah setelah verifikasi data
  • Pelayanan kesehatan warga miskin harus diutamakan oleh pemerintah dan fasilitas kesehatan
  • Kota Bandung memiliki dana yang cukup untuk menjamin pembiayaan UHC tetap berjalan optimal
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan Universal Health Coverage (UHC) harus menjadi tameng utama bagi warga rentan agar tetap mendapatkan akses layanan kesehatan tanpa hambatan. Dia menyoroti dinamika kondisi sosial ekonomi masyarakat di mana angka kemiskinan Kota Bandung menunjukkan tren menurun, terdapat fenomena pergeseran kesejahteraan yang perlu diwaspadai.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data, terdapat warga yang mengalami penurunan derajat kesejahteraan dari desil 3 ke desil 2, bahkan ke desil 1. Artinya, kelompok masyarakat di lapisan terbawah justru bertambah.

“Secara perlahan tapi pasti fenomena yang miskin makin miskin dan yang kaya makin kaya itu terjadi di Kota Bandung. Hal ini harus kita sikapi dengan sangat bijak dengan memastikan bahwa siapapun di Kota Bandung harus mendapatkan perlakuan yang adil,” ujar Farhan, Senin (9/2/2026).

1. Jumlah penerima justru bertambah

IMG-20260209-WA0032.jpg
Pelayanan kesehatan di Kota Bandung. Dok Diskominfo

Menurutnya, kondisi tersebut menuntut kehadiran pemerintah yang lebih responsif, khususnya dalam menjamin pelayanan dasar seperti kesehatan. Ia menegaskan, jangan sampai warga miskin kehilangan akses hanya karena persoalan administratif.

Farhan juga menyinggung kebijakan penghapusan sejumlah peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI). Ia memastikan Pemkot Bandung bergerak cepat melakukan pemutakhiran data agar warga terdampak tetap terlindungi.

Dari 71.000 warga yang sebelumnya dicoret dari daftar penerima PBI, Pemkot Bandung melakukan verifikasi dan pembaruan data secara menyeluruh. Hasilnya, lebih dari 72.000 data baru berhasil dimasukkan sebagai penerima PBI.

“Untuk masyarakat di Kota Bandung, alhamdulillah telah kita tangani dengan sangat baik. Dari 71.000 orang yang dicoret telah kita mutakhirkan. Bahkan kita menambah menjadi lebih dari 72.000 data baru yang menjadi penerima PBI,” ungkapnya.

2. Pelayan kesehatan warga harus diutamakan

IMG-20260209-WA0037.jpg
Pelayanan kesehatan di Kota Bandung. Dok Diskominfo

Farhan menekankan, seluruh jajaran kewilayahan, Dinas Kesehatan, hingga fasilitas pelayanan publik seperti Puskesmas dan RSUD harus proaktif di lapangan.

Jika ditemukan warga miskin yang membutuhkan pelayanan kesehatan namun belum terdaftar sebagai peserta BPJS atau PBI, maka harus segera didaftarkan melalui skema UHC.

“Apabila ada masyarakat miskin yang memerlukan bantuan tetapi tidak memiliki BPJS atau tidak tertera sebagai PBI, maka segera daftarkan dan gunakan UHC,” tegasnya.

3. Dana untuk kesehatan warga mencukupi

IMG-20260209-WA0038.jpg
Pelayanan kesehatan di Kota Bandung. Dok Diskominfo

Ia menyebut, dengan kondisi fiskal daerah yang masih cukup kuat, Kota Bandung memiliki kapasitas untuk menjamin pembiayaan UHC tetap berjalan optimal. Kesehatan, kata dia, merupakan hak dasar yang tidak boleh terhenti karena persoalan teknis.

“Dengan kelulusan fiskal yang masih cukup, kita bisa memberikan UHC yang baik kepada masyarakat,” katanya.

Share
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

Pemkot Bandung Reaktivasi 71 Ribu Warga Bandung yang Sempat Dicoret dari PBI BPJS

09 Feb 2026, 14:09 WIBNews