Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Farhan Pastikan MBG di Bandung Tetap Berjalan Selama Ramadan

IMG_20250923_135433.jpg
Menu MBG di Kota Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno
Intinya sih...
  • Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bandung tetap berjalan selama Ramadan
  • Butuh 63 SPPG tambahan untuk distribusi MBG, dengan 30 SPPG sudah memiliki sertifikat higienis
  • SPPG harus punya sirkular ekonomi, melayani 800 siswa dari berbagai jenjang dan mengelola sisa limbah menjadi kompos
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Pemerintah Kota Bandung memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk semua siswa akan tetap berjalan selama bulan Ramadan. Namun, kata dia, dalam distribusi ke setiap sekolah akan disesuaikan. Nantinya makanan yang disajikan kepada siswa dijamin tetap higienis agar tetap layak dikonsumsi saat buka puasa.

"Puasa (MBG) tetap berjalan, makanan akan diserahkan saat siang hari, untuk dibawa pulang. Bentuknya menyesuaikan kemampuan teknis masing-masing SPPG," ujar Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan di Jalan Pahlawan, Senin (9/2/2026).

1. Masih butuh 63 SPPG tambahan

IMG_20250923_113616_1.jpg
SPPG Cicendo Husein Sastranegara Kota Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno

Dia menuturkan, distribusi MBG tersebut akan dilayani oleh ratusan SPPG. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bandung tercatat ada 160 SPPG dengan rincian yang beroperasi 147 dan yang belum beroperasi tercatat 13.

Sedangkan SPPG yang sudah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) per tanggal 5 Januari 2025 tercatat ada 30, sementara yang hingga saat ini masih proses pengajuan ada 103 SPPG. Untuk ke depan pihaknya masih membutuhkan sekitar 63 titik SPPG.

"Alhamdulillah, hari ini kita meresmikan SPPG Cihaurgeulis 02, yang merupakan salah satu model inovatif. SPPG ini melekat langsung dengan sekolah yang akan menerima manfaat," katanya.

2. SPPG harus punya sirkular ekonomi

IMG_20250923_113809.jpg
SPPG Cicendo Husein Sastranegara Kota Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno

SPPG tersebut, kata Farhan, akan melayani 800 siswa, mulai dari jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK. Bahkan, SPPG ini akan menjadi salah satu model baru yang akan terus dipantau perkembangannya.

"Jika hasilnya baik, nanti akan kita usulkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) agar bisa diadopsi di tempat lain. Keunggulannya, karena tidak ada jarak antara SPPG dan sekolah, ada beberapa manfaat langsung," ucap Farhan.

Dengan keunggulan tersebur, kata Farhan, penyajian dan menu makanan bisa segera dikoreksi apabila ada kekurangan. Kedua, pengolahan sampah sisa makanan bisa ditangani lebih terintegrasi.

"Sekolah juga menjadi tempat yang lebih efektif untuk memberikan edukasi pengelolaan sampah kepada para siswa," katanya.

3. Sisa limbah harus diubah jadi kompos

Kompos yang sudah matang
ilustrasi kompos yang sudah matang (pexels.com/Karolina Grabowska www.kaboompics.com)

Farhan mengatakan, oleh pihak kelurahan Cihaurgeulis, SPPG ini bisa dijadikan sebagai tempat edukasi dan praktik, bagaimana sisa makanan diolah menjadi kompos atau bentuk pengolahan lainnya, bekerja sama dengan pihak sekolah.

"Artinya, pengelolaan sampah ini dilakukan secara 360 derajat. Tidak hanya menjadi tanggung jawab DLH atau kelurahan, tetapi juga SPPG dan sekolah, sekaligus sebagai sarana edukasi bagi siswa," ujar Farhan.

Share
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

Pemkot Bandung Reaktivasi 71 Ribu Warga Bandung yang Sempat Dicoret dari PBI BPJS

09 Feb 2026, 14:09 WIBNews