Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kebun Raya Bogor Dapat Penghargaan Wisata Berkelanjutan ASEAN 2026

ilustrasi Kebun Raya di Bogor (unsplash.com/Rafael Atanty)
ilustrasi Kebun Raya di Bogor (unsplash.com/Rafael Atanty)
Intinya sih...
  • Kebun Raya Bogor meraih ASEAN Sustainable Tourism Award kategori Urban Category
  • Penghargaan sebagai apresiasi bagi kolaborasi pengelola dan lembaga riset nasional
  • Pengakuan regional yang memperkuat citra green tourism Indonesia
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bogor, IDN Times - Kebun Raya Bogor kembali mencatatkan prestasi di tingkat regional Asia Tenggara. Destinasi wisata edukasi dan konservasi ini berhasil meraih penghargaan dalam ajang ASEAN Tourism Awards 2026 yang digelar di Cebu, Filipina, pada 30 Januari 2026.

Dalam ajang tersebut, Kebun Raya Bogor dianugerahi ASEAN Sustainable Tourism Award untuk kategori Urban Category. Penghargaan ini diberikan kepada destinasi wisata perkotaan yang dinilai konsisten menerapkan prinsip pariwisata berkelanjutan.

Capaian ini menjadi hasil dari proses penilaian yang tidak sederhana. Dewan juri ASEAN Tourism Awards melakukan kurasi ketat terhadap berbagai aspek, mulai dari pengelolaan lingkungan, pelibatan masyarakat lokal, hingga upaya pelestarian keanekaragaman hayati di kawasan perkotaan.

Pengakuan dari tingkat ASEAN ini sekaligus menegaskan peran Kebun Raya Bogor sebagai destinasi yang tidak hanya menawarkan pengalaman wisata, tetapi juga mengedepankan nilai edukasi, konservasi, dan tata kelola pariwisata yang berkelanjutan.

1. Dinilai unggul dalam pengelolaan wisata berkelanjutan di kawasan urban

Ekosistem di Kebun Raya Bogor (Lipi.go.id)
Ekosistem di Kebun Raya Bogor (Lipi.go.id)

Penghargaan ASEAN Sustainable Tourism Award kategori Urban Category diberikan kepada destinasi yang mampu mengelola pariwisata secara bertanggung jawab di tengah kepadatan kota. Kebun Raya Bogor dinilai berhasil menjaga keseimbangan antara fungsi konservasi alam dan aktivitas wisata.

Penilaian mencakup efektivitas manajemen lingkungan, strategi pengurangan dampak ekologis, serta komitmen dalam menjaga kualitas ruang hijau di area perkotaan. Keunggulan inilah yang membuat Kebun Raya Bogor menonjol dibandingkan destinasi lain di kawasan ASEAN.

Selain itu, keterlibatan masyarakat lokal juga menjadi salah satu indikator penting. Pengelolaan Kebun Raya Bogor dinilai mampu menciptakan hubungan yang selaras antara kawasan konservasi, pengunjung, dan komunitas sekitar.

2. Apresiasi bagi kolaborasi pengelola dan lembaga riset nasional

Kebun Raya Bogor (instagram.com/widianingrumamalia)
Kebun Raya Bogor (instagram.com/widianingrumamalia)

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kerja kolektif berbagai pihak yang terlibat dalam pengelolaan Kebun Raya Bogor. PT Mitra Natura Raya sebagai pengelola pariwisata berperan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam menjaga fungsi kawasan.

“Penghargaan ini adalah apresiasi bagi seluruh pihak yang telah bekerja keras menjaga keseimbangan antara fungsi konservasi lingkungan dan pariwisata. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan Kebun Raya Bogor agar bisa menjadi destinasi wisata lingkungan sesuai standar internasional,” kata Marga Anggrianto, Direktur Perseroan PT Mitra Natura Raya, seperti yang ditulis situs resmi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Jumat (6/2/2026).

Skema Kemitraan Publik Swasta (Public Private Partnership) yang diterapkan sejak 2020 menjadi fondasi penting dalam pengembangan Kebun Raya Bogor. Melalui kerja sama ini, optimalisasi layanan publik dan pariwisata dilakukan tanpa mengabaikan prinsip konservasi.

Pendekatan kolaboratif tersebut dinilai berhasil membawa Kebun Raya Bogor menuju standar destinasi wisata yang lebih kompetitif di tingkat regional maupun global.

3. Pengakuan regional yang memperkuat citra green tourism Indonesia

Suasana Kebun Raya Bogor pada Sabtu (9/10/2021). (IDN Times/Uni Lubis)
Suasana Kebun Raya Bogor pada Sabtu (9/10/2021). (IDN Times/Uni Lubis)

ASEAN Tourism Awards merupakan bagian dari rangkaian ASEAN Tourism Forum (ATF), ajang pariwisata tahunan terbesar di Asia Tenggara. Penghargaan ini menjadi tolok ukur kualitas destinasi wisata di negara-negara anggota ASEAN.

Bagi Indonesia, keberhasilan Kebun Raya Bogor dinilai dapat memperkuat citra pariwisata nasional, khususnya dalam kategori Green Tourism. Hal ini sejalan dengan visi ATF 2026 yang mendorong ASEAN sebagai single destination yang berkualitas dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Didirikan pada tahun 1817, Kebun Raya Bogor sendiri merupakan kebun raya tertua di Asia Tenggara. Dengan lebih dari 12.000 spesimen tumbuhan di lahan seluas 87 hektare, kawasan ini terus bertransformasi menjadi ikon wisata edukasi dan konservasi di tengah Kota Bogor.

Prestasi di tingkat ASEAN ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi penguatan pariwisata berkelanjutan di Indonesia, sekaligus mendorong destinasi lain untuk mengadopsi praktik serupa.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

29 Izin Usaha Pertambangan di Jabar Disetop Sementara

09 Feb 2026, 15:22 WIBNews