Jelang Lebaran, Jalur Pantura Cirebon Masih Dihantui Jalan Berlubang

- Kondisi jalan rusak di ruas Pantura Cirebon
- Pengendara waspada, arus tersendat
- Harapan perbaikan jelang arus mudik
Cirebon, IDN Times - Menjelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri, kondisi Jalur Pantai Utara (Pantura) di wilayah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat masih menyisakan persoalan serius. Sejumlah ruas jalan nasional yang menjadi urat nadi pergerakan logistik dan arus mudik terpantau mengalami kerusakan, mulai dari lubang berdiameter kecil hingga lubang besar yang membahayakan pengguna jalan.
Pantauan di lapangan, menunjukkan kerusakan jalan terlihat di beberapa titik, terutama di jalur padat kendaraan berat. Lubang jalan tampak menganga dengan kedalaman bervariasi, sebagian tertutup genangan air sehingga sulit dikenali pengendara, khususnya pada malam hari. Kondisi ini memicu perlambatan arus lalu lintas dan meningkatkan risiko kecelakaan.
1. Kondisi jalan masih rusak di sejumlah titik

Kerusakan jalan terpantau di ruas Pantura yang melintasi kawasan timur di Kabupaten Cirebon bagian. Lubang-lubang jalan terlihat tersebar tidak merata, dengan jarak antarlubang yang cukup berdekatan di beberapa segmen.
Akibatnya, kendaraan roda dua maupun roda empat kerap mengurangi kecepatan secara mendadak untuk menghindari kerusakan lebih parah.
"Lumayan parah juga, apalagi jalur ini kan orang-orang pada ngebut semua. Kebayang kalau sampai jatuh," kata Zainul, warga Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon, Senin (9/2/2026).
Beberapa pengendara terlihat zig-zag saat melintas, terutama sepeda motor dan kendaraan kecil. Truk dan bus besar juga terpantau melambat, sehingga menimbulkan antrean kendaraan di jam-jam sibuk.
Kondisi ini diperparah dengan meningkatnya volume lalu lintas menjelang Ramadan, seiring mulai bergeraknya distribusi barang dan kebutuhan pokok.
2. Pantauan lapangan: pengendara waspada, arus tersendat

Berdasarkan pantauan langsung, sebagian lubang jalan telah diberi tanda seadanya oleh warga, seperti potongan kayu, ban bekas, atau cat semprot di sekitar lubang. Namun, penanda tersebut dinilai belum cukup efektif, terutama saat hujan turun dan air menutupi permukaan jalan yang rusak.
Di beberapa titik, terlihat bekas tambalan lama yang kembali rusak. Aspal tampak terkelupas dan retak, menandakan perbaikan sebelumnya belum bertahan lama. Situasi ini membuat pengendara harus ekstra waspada, terutama pengendara sepeda motor yang rentan terjatuh akibat kehilangan keseimbangan.
Jalur Pantura Cirebon merupakan salah satu lintasan utama penghubung Jawa Barat dan Jawa Tengah. Selain dilalui kendaraan pribadi, jalur ini juga menjadi rute utama angkutan barang dan transportasi umum antarkota.
Menjelang Lebaran, jalur tersebut diprediksi akan mengalami lonjakan signifikan volume kendaraan, termasuk pemudik dari arah barat menuju timur Pulau Jawa.
Jika kerusakan jalan tidak segera ditangani, dikhawatirkan dapat mengganggu kelancaran arus mudik dan distribusi logistik nasional. Selain berpotensi menyebabkan kemacetan panjang, kondisi jalan berlubang juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pemudik yang tidak familiar dengan kondisi jalan setempat.
3. Harapan perbaikan jelang arus mudik

Masyarakat dan pengguna jalan berharap perbaikan Jalur Pantura Cirebon dapat segera dilakukan sebelum puncak arus mudik Lebaran. Penanganan darurat seperti penambalan lubang dinilai mendesak untuk meminimalkan risiko kecelakaan dan menjaga kelancaran lalu lintas.
Dengan waktu yang semakin mendekati Ramadan dan Idul Fitri, perbaikan infrastruktur jalan menjadi krusial agar Jalur Pantura tetap berfungsi optimal sebagai jalur utama pergerakan orang dan barang. Pemerintah diharapkan dapat memastikan kesiapan jalur ini demi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
"Harusnya diperbaiki. Masa harus menunggu korban baru diperbaiki," harap Zainul.

















