Tiket Mudik KA di Daop 3 Cirebon Masih Longgar, Baru Terjual 11 Persen

- KAI siapkan 91.518 tiket untuk angkutan Lebaran 2026
- Kapasitas besar ke Jakarta hingga Jawa Timur
- Indikator awal mobilitas dan pergerakan ekonomi
Cirebon, IDN Times - Ketersediaan tiket kereta api untuk mudik Lebaran 2026 di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon masih tergolong longgar. Hingga Senin (9/2/2026), dari total 91.518 tiket yang disiapkan untuk masa angkutan Lebaran, penjualan baru mencapai 10.135 tiket atau sekitar 11 persen.
Manajer Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan angka penjualan tersebut mencerminkan fase awal pemesanan tiket. Menurutnya, tren pembelian biasanya akan meningkat signifikan mendekati periode puncak arus mudik dan arus balik Lebaran.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mengatur rencana perjalanan dengan baik dan membeli tiket lebih awal agar tidak kehabisan, terutama pada tanggal-tanggal favorit mudik,” ujar Muhibbuddin, Senin (9/2/2026).
1. KAI siapkan 91.518 tiket untuk angkutan Lebaran 2026

KAI Daop 3 Cirebon telah menyiapkan total 91.518 tempat duduk untuk melayani penumpang selama masa angkutan Lebaran 2026. Tiket tersebut disediakan untuk perjalanan dari stasiun-stasiun di wilayah Daop 3 Cirebon menuju berbagai kota besar di Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.
Penjualan tiket angkutan Lebaran dibuka mulai 11 Maret hingga 1 April 2026. Periode ini menjadi fase krusial dalam memetakan potensi lonjakan permintaan sekaligus evaluasi kebutuhan penambahan perjalanan kereta api.
Muhibbuddin menilai, meski serapan masih rendah, kondisi tersebut belum mencerminkan permintaan aktual. Pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa mayoritas calon pemudik melakukan pembelian tiket mendekati hari keberangkatan.
“Kami optimistis dalam beberapa hari dan pekan ke depan penjualan akan meningkat seiring kepastian jadwal cuti dan rencana mudik masyarakat,” katanya.
2. Kapasitas besar ke Jakarta hingga Jawa Timur

Dari sisi suplai, KAI Daop 3 Cirebon membuka kapasitas besar pada sejumlah relasi favorit. Beberapa di antaranya adalah KA Gunungjati relasi Cirebon–Gambir dan Semarang Tawang Bank Jateng–Gambir yang masing-masing menyediakan 10.920 tempat duduk. Selain itu, KA Cakrabuana relasi Cirebon–Gambir juga menyediakan total 21.840 kursi dari dua perjalanan berbeda.
Untuk perjalanan jarak menengah dan jauh, KA Ranggajati relasi Cirebon–Jember menyiapkan 11.298 tempat duduk. Sementara itu, KA Kaligung yang melayani relasi Cirebonprujakan–Semarang Poncol serta Brebes–Semarang Poncol menyediakan kapasitas terbesar dengan total 36.540 kursi.
KAI juga menyiapkan satu layanan kereta api fakultatif, yakni KA Cirebon Fakultatif relasi Cirebon–Gambir, dengan kapasitas awal 1.614 tempat duduk. Kereta tambahan ini disiapkan sebagai antisipasi lonjakan penumpang pada periode tertentu.
3. Indikator awal mobilitas dan pergerakan ekonomi

Dari perspektif ekonomi, data penjualan tiket ini menjadi indikator awal pergerakan mobilitas masyarakat menjelang Lebaran 2026. Kota-kota seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Purwokerto tercatat sebagai destinasi utama pemudik dari wilayah Cirebon dan sekitarnya.
Selain untuk bersilaturahmi, sebagian pemudik juga memanfaatkan momentum Lebaran untuk berwisata di kota tujuan. Kondisi ini berpotensi mendorong aktivitas ekonomi sektor transportasi, pariwisata, serta konsumsi rumah tangga di daerah tujuan mudik.
Muhibbuddin menegaskan KAI berkomitmen menjaga keselamatan dan kenyamanan perjalanan selama masa angkutan Lebaran. Kesiapan sarana, prasarana, serta pengaturan operasional menjadi fokus utama untuk memastikan kelancaran arus mudik dan balik.
“Kami terus berupaya memberikan layanan yang aman dan nyaman bagi seluruh penumpang, terutama pada periode Lebaran yang memiliki tingkat mobilitas tinggi,” pungkasnya.

















