Respons DPRD Jabar Soal Wajah RK di Underpass Depok Dicopot Pemprov

- Foto wajah RK di underpass Depok dicopot oleh petugas Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Jabar.
- Anggota DPRD Jawa Barat, Ronny Hermawan, menilai simbol visual pejabat publik seharusnya fokus pada kinerja daripada menampilkan wajahnya di infrastruktur pemerintah.
- Sekda Jawa Barat Herman Suryatman enggan memberikan komentar lebih jauh mengenai pencopotan tersebut karena bukan dalam kapasitasnya sebagai Sekretaris Daerah.
Bandung, IDN Times - Foto wajah mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) di underpass Dewi Sartika, Kota Depok, dicopot oleh petugas Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Jabar. Slogan Jabar Juara yang ada dalam lokasi tersebut pun diganti dengan Jabar Istimewa.
Merespons hal ini, anggota DPRD Jawa Barat, Ronny Hermawan mengatakan, pencopotan ini harusnya menjadi momentum untuk mengubah cara pandang terhadap simbol-simbol visual pejabat publik yang seharunya fokus dalam bekerja dan tidak banyak menampilkan wajahnya di infrastruktur pemerintah.
"Kalau saya pribadi memang sebaiknya pejabat publik tidak sering-sering menampilkan wajah di billboard, reklame, jembatan, hingga underpass. Jauh lebih penting bekerja nyata di tengah masyarakat," kata Ronny, Selasa (10/2/2026).
1. Masyarakat butuh kehadiran kerja, bukan gambar

Dia menuturkan, masyarakat lebih membutuhkan kerja nyata dari para pejabat kepala daerah. Sehingga, pemasangan foto wajah terutama di bangunan atau lainnya yang merupakan aset pemerintah provinsi ada baiknya tidak dilakukan.
"Jadi bukan kehadiran gambar, tapi kehadiran kerja dan kinerja jauh lebih utama," ucap Ronny.
2. Setelah penertiban, warga butuh tindak lanjut

Lebih lanjut, Ronny mencontohkan berbagai persoalan yang membutuhkan konsistensi tindak lanjut dari kepala daerah, seperti persoalan bangunan liar yang dibongkar, itu harus ada tindaklanjut kepada para warganya dan tidak ditelantarkan begitu saja.
"Gubernur sudah keliling di Jabar membuktikan kehadiran dirinya. Tinggal konsistensi, membongkar bangunan liar tindak lanjutnya seperti apa? Banjir seperti apa tindak lanjutnya? Itu yang diharapkan masyarakat," ujarnya.
3. Sekda Jabar irit komentar

Sementara itu Sekda Jawa Barat Herman Suryatman enggan memberikan komentar lebih jauh mengenai pencopotan tersebut. Dia menyatakan persoalan itu bukan berada dalam kapasitasnya sebagai Sekretaris Daerah.
"Saya kira tidak dalam kapasitas saya (mengomentari itu)," ujar Herman singkat.
Untuk diketahui, DBMPR Jabar mencopot gambar wajah Ridwan Kamil bergaya Wedha’s Pop Art Portrait (WPAP) dengan alat las dan gergaji. Pencopotan dilakukan bertahap hingga seluruh bagian wajah dilepas dari dinding underpass.
Pemprov Jabar juga berencana mengganti slogan lama "Jabar Juara" dengan narasi baru "Jabar Istimewa" di sejumlah ruang publik.


















