Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Tragedi Tembakan Senapan Ayah Tiri, Renggut Nyawa Anak di Sukabumi

IMG_0890.jpeg
Suasana rumah sakit saat anak dirawat usai tertembak senapan angin di Sukabumi (dok IDN Times)
Intinya sih...
  • Insiden tragis terjadi saat ayah tiri membersihkan senapan angin di depan rumah, tanpa menyadari masih ada peluru di dalam laras senapan.
  • Korban berjuang di ICU sebelum meninggal dunia pada Minggu (8/2/2026) malam setelah luka parah akibat tembakan senapan angin.
  • Ayah tiri korban dipolisikan dan ditangani dengan dugaan tindak pidana kealpaan yang menyebabkan meninggalnya orang lain.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kabupaten Sukabumi, IDN Times – Tragedi memilukan terjadi di Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi. Seorang bocah perempuan berusia 6 tahun meninggal dunia setelah tertembak senapan angin jenis PCP milik ayah tirinya sendiri berinisial S (35).

Insiden yang bermula dari kelalaian itu kini berujung pada proses hukum. Korban mendapatkan luka di bagian pelipis hingga senapan menembus kepala. Korban juga sempat menjalani perawatan intensif selama beberapa hari sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir di rumah sakit.

1. Insiden berawal saat senapan angin dibersihkan

4ecaa201-f047-4d9a-93e4-420f668acaab.jpeg
Senapan yang renggut nyawa anak di Sukabumi (dok IDN Times)

Peristiwa tragis itu terjadi pada Jumat (6/2/2026) siang di Kampung Bobojong Cijagung, Desa Gedepangrango, Kecamatan Kadudampit. Saat itu, ayah tiri korban tengah membersihkan dan memperbaiki senapan angin jenis Pre-Charged Pneumatic (PCP) kaliber 4,5 milimeter di depan rumah.

Kapolsek Kadudampit Ipda Suhendar sebelumnya menjelaskan, ayah tiri korban tidak menyadari masih terdapat peluru di dalam laras senapan. Ketika bagian popor dibongkar, senapan tiba-tiba meletus.

“Di depan laras senapan saat itu terdapat korban, sehingga peluru mengenai bagian atas pelipis dan menembus ke belakang kepala,” ujar Suhendar, Selasa (10/2/2026).

Korban langsung dilarikan ke Puskesmas Kadudampit sebelum akhirnya dirujuk ke RS Betha Medika Cisaat karena luka yang dialami cukup parah.

2. Korban berjuang di ICU sebelum meninggal dunia

IMG_0889.jpeg
Suasana rumah sakit saat anak dirawat usai tertembak senapan angin di Sukabumi (dok IDN Times)

Setelah menjalani perawatan intensif di ruang ICU, kondisi korban terus memburuk. Harapan keluarga untuk kesembuhan akhirnya pupus.

Plt Kasi Humas Polres Sukabumi Kota Ipda Ade Ruli membenarkan bahwa korban meninggal dunia pada Minggu (8/2/2026) malam. “Betul, korban meninggal dunia pada Minggu (8/2/2026) sekitar pukul 22.00 WIB,” kata Ade Ruli.

Menurutnya, sejak awal kepolisian telah melakukan upaya penyelidikan berdasarkan informasi dari masyarakat. Namun hingga korban meninggal dunia, keluarga belum membuat laporan polisi secara resmi.

2. Korban sempat tunda lapor polisi, fokus pada perawatan

ilustrasi rumah sakit (pexels.com/Pixabay)
ilustrasi rumah sakit (pexels.com/Pixabay)

Ade Ruli menjelaskan, keluarga korban bersama kepala desa setempat sempat mengajukan permohonan agar laporan polisi tidak langsung dibuat. Saat itu, fokus utama keluarga adalah perawatan korban yang masih dirawat di rumah sakit.

“Keluarga sempat belum membuat laporan karena fokus ke perawatan. Secara prosedur, dasar formil penanganan lebih lanjut harus ada laporan polisi,” ujarnya.

Meski demikian, polisi tetap melakukan pengambilan keterangan dari sejumlah pihak terkait sebagai bagian dari klarifikasi awal.

Dalam proses penyelidikan, polisi juga menaruh perhatian pada kepemilikan senapan angin PCP yang digunakan. Senjata tersebut diketahui memiliki daya tekan tinggi dan bukan termasuk senapan angin biasa.

Polisi telah mengamankan senapan angin sebagai barang bukti dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memperkuat penyelidikan.

Kasus ini menjadi sorotan karena senjata berdaya tinggi tersebut disimpan dan digunakan di lingkungan rumah yang dihuni anak-anak.

4. Ayah tiri dipolisikan ayah kandung korban

Ilustrasi laporan polisi. (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)
Ilustrasi laporan polisi. (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Setelah korban meninggal dunia, perkara ini resmi masuk penanganan Satreskrim Polres Sukabumi Kota. Ayah tiri korban kini berstatus sebagai terduga terlapor dan tengah menjalani pemeriksaan.

Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota AKP Sujana menyampaikan bahwa kasus ini ditangani dengan dugaan tindak pidana kealpaan yang menyebabkan meninggalnya orang lain.

“Dapat disampaikan mengenai kasus karena kealpaannya yang menyebabkan meninggalnya orang lain, saat ini dalam penanganan Satreskrim Polres Sukabumi Kota. Adapun diduga terlapor saat ini tengah menjalani pemeriksaan,” kata Sujana.

Ia menegaskan, penyidik masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa dan akan melanjutkan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

Digitalisasi Jadi Strategi Baru Hotel di Indonesia Jaga Pendapatan

10 Feb 2026, 20:46 WIBNews