Shuttle Jakarta–Bandung Makin Padat, Travl Masuk dengan Strategi Beda

- Travl memosisikan diri sebagai shuttle luxury yang affordable, dengan harga promo Rp130.000 per perjalanan dan armada Toyota Hiace Premio berkonfigurasi delapan kursi.
- Keamanan dan perawatan armada menjadi prioritas utama Travl, dilengkapi sistem GPS, batas kecepatan, dan rencana penambahan armada hingga 100 unit pada akhir 2026.
- Travl berencana ekspansi rute dengan menambah satu shuttle point di Bandung dan tiga titik baru di Jakarta setelah Lebaran 2026, serta membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak.
Bandung, IDN Times – Rute shuttle Jakarta–Bandung masih menjadi salah satu jalur paling kompetitif di sektor transportasi darat. Meski kereta cepat Whoosh menawarkan waktu tempuh singkat, layanan shuttle tetap punya pasar tersendiri berkat fleksibilitas titik jemput dan akses yang lebih dekat ke pusat kota.
Kondisi ini dimanfaatkan oleh Travl, usaha shuttle yang resmi diperkenalkan pada 22 Desember 2025. Travl hadir dengan pendekatan berbeda, memosisikan diri sebagai shuttle premium yang tetap terjangkau bagi berbagai segmen penumpang.
Di tengah padatnya pemain lama dan perubahan pola mobilitas masyarakat, Travl mencoba membaca celah pasar yang masih terbuka. Mereka tidak hanya mengandalkan kenyamanan armada, tetapi juga strategi harga dan pengalaman perjalanan.
Dalam waktu singkat, Travl mencatatkan pertumbuhan penumpang yang cukup signifikan. Data internal perusahaan menunjukkan, sejak diperkenalkan hingga awal 2026, sebanyak 3.900 penumpang telah menggunakan layanan ini untuk perjalanan Jakarta–Bandung.
1. Menyasar shuttle luxury yang tetap ramah di kantong

Travl memosisikan diri sebagai shuttle luxury yang affordable, menyasar penumpang yang menginginkan kenyamanan ekstra tanpa harus membayar terlalu mahal. Saat ini, Travl mematok harga Rp130.000 per perjalanan (harga promo), angka yang dianggap kompetitif di tengah persaingan shuttle premium.
Dengan harga tersebut, penumpang mendapatkan fasilitas armada Toyota Hiace Premio berkonfigurasi delapan kursi. Jarak antarkursi dibuat lebih lega untuk menunjang perjalanan jarak menengah, lengkap dengan fasilitas pendukung yang menambah kenyamanan.
Business Development Manager Travl, Filipus Christian W., mengatakan strategi ini lahir dari riset mendalam terhadap perilaku konsumen shuttle. “Kami ingin menjadi shuttle luxury yang affordable. Artinya, penumpang tetap mendapatkan pengalaman premium, tapi dengan harga yang masih masuk akal untuk digunakan rutin,” ujarnya, kepada IDN Times Senin (10/2/2026).
Selain itu, Travl juga menyesuaikan layanan dengan momentum tertentu. Selama bulan Ramadan, misalnya, penumpang mendapatkan camilan gratis pada jam berbuka puasa sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengalaman perjalanan.
2. Keamanan dan perawatan armada jadi prioritas utama

Di tengah persaingan ketat, Travl menilai aspek keamanan tidak bisa ditawar. Seluruh armada dilengkapi sistem GPS dan batas kecepatan untuk memastikan pengemudi berkendara sesuai standar keselamatan.
Saat ini, Travl mengoperasikan 33 unit Hiace Premio dan menargetkan penambahan armada secara bertahap. Perusahaan berencana memiliki total 100 unit Premio pada akhir 2026 untuk menopang ekspansi layanan.
Filipus menegaskan, perawatan rutin menjadi bagian penting dari operasional. “Kami memastikan unit diperiksa secara berkala. Keselamatan penumpang adalah prioritas, jadi armada harus selalu dalam kondisi prima sebelum berangkat,” katanya.
Selain faktor teknis, Travl juga memperhatikan pola perjalanan penumpang. Puncak permintaan terjadi pada Jumat hingga Senin, sementara hari lainnya diisi oleh segmen mahasiswa serta penumpang yang bepergian untuk keperluan rekreasi di Jakarta dan Bandung.
3. Ekspansi rute dan kolaborasi jadi strategi jangka panjang

Head of Unit Business Travl, Syukron F. Kautsar, menjelaskan bahwa ekspansi menjadi fokus utama perusahaan setelah Lebaran 2026. Travl berencana menambah satu shuttle point di Bandung dan tiga titik baru di Jakarta untuk memperluas jangkauan layanan selepas Hari Raya Lebaran 2026.
Untuk Bandung, lokasi shuttle point akan ditempatkan di area strategis yang dinilai mampu merepresentasikan citra merek Travl. “Kami ingin setiap titik keberangkatan bukan sekadar tempat naik turun penumpang, tapi juga mencerminkan identitas brand kami,” ujar Syukron.
Dalam lima tahun pertama, pengembangan Travl akan difokuskan di rute-rute Jawa Barat, termasuk memperbanyak shuttle point di wilayah Jakarta dan Bandung. Strategi ini dinilai realistis sebelum perusahaan melangkah ke rute antarkota lainnya.
Travl juga membuka peluang kolaborasi seluas-luasnya dengan berbagai pihak, mulai dari hotel, penyelenggara event, hingga destinasi wisata. Langkah ini diharapkan bisa memperluas ekosistem dan menarik segmen penumpang baru.
Dari sisi target, Travl cukup optimistis. Setelah mencatat 3.900 penumpang sejak peluncuran, perusahaan menargetkan 60 ribu penumpang hingga akhir 2026. Dengan kombinasi harga kompetitif, armada premium, dan ekspansi terukur, Travl berharap bisa bertahan dan tumbuh di tengah padatnya rute shuttle Jakarta–Bandung.

















