Pendaftaran Sekolah Maung di Kota Sukabumi Diwarnai Server Down

- Pendaftaran Sekolah Maung di SMAN 2 Kota Sukabumi sempat terganggu akibat lonjakan akses situs, membuat panitia belum bisa merekap jumlah pendaftar sementara.
- Sekolah membuka layanan luring dan posko konsultasi agar calon siswa tetap bisa mendaftar serta memperoleh informasi langsung meski sistem daring sempat bermasalah.
- Aturan teknis pendaftaran masih disesuaikan oleh Pemprov Jabar, sementara peserta bersaing memperebutkan 384 kursi dengan seleksi ketat berdasarkan jalur akademik dan nonakademik.
Sukabumi, IDN Times - Pendaftaran program Sekolah Maung (Manusia Unggul) di SMAN 2 Kota Sukabumi diwarnai kendala teknis. Tingginya antusiasme lulusan SMP yang ingin masuk ke sekolah unggulan ini membuat server pendaftaran sempat mengalami gangguan alias down.
Meski pendaftaran dibuka secara daring dan luring mulai 25 hingga 29 Mei 2026, membeludaknya jumlah pengakses di hari pertama sukses bikin sistem kewalahan.
1. Antusiasme membludak, jumlah pendaftar belum terdata

Pihak panitia mengonfirmasi bahwa kendala teknis ini murni terjadi karena trafik pengunjung situs yang melonjak tajam sejak hari pertama dibuka. Akibat gangguan pada server tersebut, pihak sekolah bahkan belum bisa merekap total sementara calon siswa yang sudah berhasil masuk ke sistem.
Humas SPMB SMAN 2 Kota Sukabumi, Shanny Santosa Wijaya, membenarkan adanya kendala tersebut namun meminta masyarakat tidak panik karena kondisi ini biasanya segera teratasi.
"Pendaftar cukup banyak, tapi server masih sempat down sehingga jumlah sementara belum bisa diketahui. Biasanya akan mulai normal di hari selanjutnya," kata Shanny, Selasa (26/5/2026).
2. Tetap buka layanan luring dan konsultasi di sekolah

Guna mengantisipasi kebingungan orang tua murid akibat server yang sempat eror, SMAN 2 Kota Sukabumi gerak cepat dengan memaksimalkan layanan di lokasi. Sekolah yang menjadi salah satu dari 41 sekolah pilihan Pemprov Jabar untuk program Sekolah Maung ini menyediakan posko khusus bagi warga yang ingin berkonsultasi langsung.
Langkah ini diambil agar para calon siswa dari wilayah Kota maupun Kabupaten Sukabumi tetap bisa mendapatkan informasi pendaftaran yang jelas.
"Untuk pelaksanaan SPMB Sekolah Maung, kami sudah menyiapkan ruang pelayanan di ruang panitia SPMB SMA 2. Pendaftaran sekaligus layanan konsultasi sudah dibuka mulai hari ini sampai tanggal 29 Mei," ujar Shanny.
3. Aturan teknis masih dinamis

Selain masalah server, tantangan lain dalam pelaksanaan pendaftaran Sekolah Maung ini adalah adanya beberapa aturan teknis yang masih mengalami penyesuaian dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pasalnya, program ini menerapkan sistem seleksi yang cukup ketat, mulai dari Jalur Potensi Akademik (kuota 10% dengan syarat IQ minimal 130), Jalur Kompetensi Akademik (70%), hingga Jalur Kompetensi Nonakademik (20%).
Oleh karena itu, pihak panitia terus berkomunikasi aktif dengan Dinas Pendidikan Jawa Barat agar proses seleksi tetap berjalan adil.
"Dalam persiapan, kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk KCD dan Dinas Provinsi Jawa Barat, terutama jika ada perubahan juknis karena sampai sekarang masih ada beberapa ketentuan yang mengalami penyesuaian," katanya.
4. Berebut 348 kursi

Wajar saja jika server sampai down, sebab kuota yang diperebutkan di SMAN 2 Kota Sukabumi sangat terbatas, yaitu hanya 384 siswa yang dibagi ke dalam 12 rombongan belajar (rombel). Sekolah Maung ini memang punya daya tarik tinggi karena bakal menerapkan kurikulum kombinasi (Nasional, Internasional, dan Keahlian) serta metode belajar yang disesuaikan dengan potensi tiap murid.
Nantinya, siswa yang lolos akan melewati proses asesmen awal agar para guru bisa memetakan kebutuhan belajar mereka secara spesifik.
"Asesmen dilakukan sebagai dasar menentukan strategi pembelajaran yang lebih tepat, efektif, dan sesuai kebutuhan masing-masing siswa," pungkas Shanny.


















