Sering Kemalingan, Pedagang Pasar Andir Protes ke Pemkot Bandung

Bandung, IDN Times - Sejumlah pedagang di Pasar Andir di Jalan Kebon Jati, Kota Bandung, protes kepada Pemerintah Kota Bandung, khususnya PD Pasar Bermartabat karena kerap kali kehilangan barang dagangannya. Mereka mengeluhkan sistem penjagaan keamanan yang dilakukan pengelola pasar.
Para pedagang Pasar Andir ini berharap Pemkot Bandung melalui PD Pasar Bermartabat segera mengambil penuh pengelolaan pasar dari PT Aman Prima Jaya (APJ) yang selama ini masih terus bersengketa.
1. Pedagang mengeluh karena barang dagangan sering dicuri oknum

Para pedagang di Pasar Andir mendesak pemerintah Kota Bandung segera mengambil alih sepenuhnya pengelolaan pasar yang berada di Jalan Kebonjati tersebut. Sebab, selama ini para pedagang merasa tak aman dan nyaman karena banyak barang dagangan yang hilang dicuri oknum.
Kuasa Hukum PD Pasar Bermartabat Achmad Rivai mengaku, telah menerima laporan dari pedagang pemilik Toko Star Lee Jeans, Bulvaro dan Blink yang sering mengalami kehilangan. Akibat aksi pencurian itu para pemilik toko mengalami kerugian.
2. Pencuri terlihat CCTV, diduga dilakukan oknum petugas PT APJ

Ia mengaku, berdasarkan hasil penelusuran barang bukti dan rekaman CCTV, aksi pencurian yang dilakukan oknum satpam dari mantan pengelola PT APJ.
"Kasus ini sedang dalam proses penyelidikan. Para pedagang juga meminta kita segera mengambil alih Pasar Andir agar kembali kondusif," ujar Rivai kepada IDN Times, Rabu (13/2).
Menurut dia, berdasarkan hasil rekaman CCTV, aksi pencurian itu terjadi pada Sabtu(9/2), lalu. "Kejadian pencurian itu dilakukan Sabtu malam. Pasar yang seharusnya dijaga, oknum securiti malah melakukan pencurian. Para pedagang telah memegang bukti CCTV pelaku dan melaporkannya ke kepolisian," katanya.
3. Pasar Andir dijaga dua kelompok petugas keamanan

Menurut Rivai, saat ini penjagaan keamanan di Pasar Andir masih dilakukan oleh dua kelompok satpam. Petugas keamana itu berasal dari PT APJ dan PD Pasar dengan jumlah personel mencapai 49 orang yang berjaga secara bergantian.
"Kita jaga di luar gedung, karena mereka memegang kunci. Mereka menguasai gedung, terutama menutup dan membuka gedung. Harapan pedagang, kita ke depan amankan luar dan dalam gedung," ujarnya.
3. Proses ambil alih pengelolaan Pasar Andir terkendala sengketa

Rivai menjelaskan, rencana Pemkot Bandung untuk mengambil penuh pengelolaan Pasar Andir ini masih terkendala dengan sengketa di Badan Abritase Nasional Indonesia (BANI) Bandung. Selama proses penyelesaian sengketa berjalan, pengelolaan Pasar Andir masih dilakukan oleh dua perusahaan yakni PT APJ dan PD Pasar.
"Keberadaan dua kelompok tersebut lantaran masih ada proses sengketa di BANI Bandung yang belum selesai. Karena masih berproses, PT APJ merasa masih memiliki aset Pasar Andir. Sehingga mereka masih menempatkan 20 personel satpam yang ditugaskan khsusus di sana," ujar dia.
Sementara itu sebanyak 29 satpam PD Pasar hanya bisa bertugas memberikan pelayanan dan pengamanan di sekitar pasar. Sebab kunci atau akses menuju dalam gedung dan pusat pertokan masih dikuasai oleh PT APJ.
5. Desakan pedagang Pasar Andir untuk dikelola PD Pasar

Maraknya pencurian barang dagangan milik pemilik toko di Pasar Andir ini membuat sejumlah pedagang berharap Pemkot Bandung bisa segera mengambil alih pengelolaan.
Rivai mengungkapkan, untuk mengantisipasi kejadian pencurian terulang, PD Pasar berencana mengganti kunci akses gedung sebagai aset negara dengan yang baru. Sebab, kata dia, selama ini jika ada kerusakan atau kebutuhan yang mendesak dari pedagang PD Pasar selalu mengalami kesulitan untuk menindaklanjutinya.
"Karena, seluruh akses vital masih dikuasai oleh PT APJ dan hal itu berimbas pada pelayanan ke pedagang dan pengunjung," ungkap dia..



















