Sedot Wisatawan, 2.165 Ikan Koi Jepang Dilepas di Situ Cipanten Majalengka

- Situ Cipanten menjadi destinasi wisata favorit dengan kehadiran 2.165 ikan koi Jepang berukuran besar yang dilepasliarkan untuk memperkuat potensi wisata alam Majalengka.
- Irfan Hakim dan pecinta koi lainnya mengajak warga untuk merawat Situ Cipanten agar ikan-ikan koi dapat hidup, berkembang biak, dan menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat sekitar.
- Bupati Majalengka menyambut baik hibah ribuan ikan koi tersebut yang memiliki nilai ekonomi tinggi, optimistis akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Situ Cipanten.
Majalengka, IDN Times – Air Situ Cipanten tampak lebih hidup di awal 2026. Bukan hanya karena kejernihan dan hijaunya pepohonan di sekeliling danau, tetapi juga karena ribuan ikan koi berukuran besar kini berenang bebas di dalamnya. Kehadiran “warga baru” ini menambah daya tarik Situ Cipanten sebagai salah satu destinasi wisata favorit di Kabupaten Majalengka.
Sebanyak 2.165 ekor ikan koi dilepasliarkan di Situ Cipanten, Desa Gunung Kuning, Kecamatan Sindang, Minggu (11/1/2026). Ribuan ikan koi tersebut merupakan hibah dari pecinta koi nasional, Hartono Soekwanto, yang sengaja menghadirkannya untuk memperkuat potensi wisata alam Majalengka.
1. Situ Cipanten tampil dengan wajah baru

Momen pelepasliaran ribuan koi itu menjadi penanda babak baru Situ Cipanten. Ikan-ikan koi dengan berbagai warna dan ukuran kini menjadi atraksi utama yang memikat wisatawan, melengkapi panorama air dan perbukitan yang selama ini sudah dikenal sejuk.
Hartono menyebut, sebagian besar koi yang dilepas memiliki nilai ekonomi tinggi. “2.160 ekor. Sekitar 200 ekor di antaranya harga Rp1 juta per ekor,” kata Hartono usai seremoni pelepasliaran.
Ia berharap kondisi lingkungan Situ Cipanten yang dinilai masih baik bisa dijaga bersama, agar ikan-ikan tersebut dapat tumbuh sehat dan berkembang biak.
“Jaga kebersihan air, jangan buang sampah sembarangan, jangan pakai sabun di sini. Kualitas air harus dijaga supaya ikannya bisa hidup dan berkembang,” ujarnya.
2. Irfan Hakim ajak warga rawat situ

Kegiatan tersebut juga dihadiri Irfan Hakim, artis ibu kota yang dikenal sebagai pecinta ikan koi. Ia menekankan bahwa keindahan Situ Cipanten tidak akan bertahan lama jika tidak dibarengi dengan kesadaran bersama untuk merawatnya.
“Mudah-mudahan kita bisa jaga bersama. Apalagi sekarang sudah ada makhluk hidup di dalamnya, ikan-ikan koi yang cantik sekali,” kata Irfan.
Menurutnya, keberadaan koi bukan hanya soal estetika, tetapi juga peluang ekonomi jangka panjang bagi masyarakat sekitar.
“Ini tidak bisa dinikmati lama kalau kita tidak menjaganya. Langkah berikutnya adalah menjaga situ, supaya tidak hanya hidup, tapi juga berkembang, dan bisa menjadi sumber penghasilan warga,” lanjutnya.
3. Bupati sebut nilai hibah capai miliaran rupiah

Bupati Majalengka Eman Suherman menyambut baik hibah ribuan ikan koi tersebut. Ia menilai langkah ini akan berdampak langsung pada peningkatan kunjungan wisata ke Situ Cipanten.
“Bayangkan kalau satu ikan koi dirata-ratakan Rp1 juta, totalnya bisa mencapai Rp2 miliar. Bahkan yang besar-besar tadi nilainya di atas Rp15 juta per ekor,” ujar Eman.
Ia optimistis, kehadiran koi akan membuat Situ Cipanten semakin diminati wisatawan. “Saya yakin hibah dari Bos Hartono, Pak Irfan, dan teman-teman ini akan menambah daya tarik Situ Cipanten, sehingga tren okupansi kunjungannya akan naik,” katanya.
Dengan keindahan alam yang sudah ada, kini diperkuat oleh ribuan koi bernilai tinggi, Situ Cipanten tak lagi sekadar danau wisata. Ia mulai menjelma menjadi ruang hidup bersama—tempat wisata, konservasi, sekaligus peluang ekonomi—yang keberlanjutannya bergantung pada kepedulian semua pihak.

















