PT PBB Berharap Liga Bisa Jalan Lagi setelah 14 Hari Tragedi Kanjuruhan

Bandung, IDN Times - Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Umuh Muchtar ikut berduka cita atas kasus meninggalnya ratusan suporter Arema Malang dalam laga melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan akhir pekan kemarin. Atas kejadian tersebut Presiden Joko Widodo meminta agar pertandingan Liga 1 sementara dihentikan.
Meski demikian, Umuh meminta agar pengehentian liga tidak terlalu lama. Karena pemberhentian kompetisi yang berlarut bisa berdampak bukan hanya pada klub, tetapi juga pemain, suporter, dan banyak elemen masyarakat lainnya.
"Minimal 10 atau maksimal 14 hari paling lama (harusnya) sudah ada keputusan. Kalau sekarang (liga dilanjut) semua masih berduka. Kalau di lapangan nanti ada euphoria, tapi salah satu pihak masih bersedih ya gak mungkin kita seperti itu. Kita ikuti aturan," ujar Umuh ditemui di Lapangan Sidolig, Bandung, Senin (3/10/2022).
1. Saya mohon liga bisa dijalankan lagi lebih cepat

Umuh menuturkan, saat ini aparat yang berwenang sedang melakukan kajian kapan dan bagaimana liga Indonesia akan kembali dilanjutkan nantinya. Dia memastikan pertandingan akan kembali berjalan, walaupun menunggu waktu yang tepat.
Saat ini semua pihak harus bersabar menunggu keputusan pemerintah dan penyelenggara liga. Namun, harapannya penundaan pertandingan tidak terlalu lama.
"Karena Bobotoh dan suporter lain juga masih berharap liga dilanjutkan. Kalau untuk (kasus) Arema itu nanti bagaimana PSSI yang menilai di mana salahnya. Kita tidak bisa memvonis apapun," kata dia.
2. Berharap FIFA tak beri sanksi berat

Di sisi lain, Umuh pun berharap agar FIFA tidak memberikan saksi berat pada Indonesia termasuk jalannya kompetisi. Meskipun kejadian sekarang memang menjadi perhatian dunia dengan lebih dari seratus orang meninggal dunia.
"Tapi karena ini klub jadi mudah-mudahan tidak ada sanksi untuk PSSI. Karena ini akan jadi kerugian bagi semua pihak, klub, hingga suporter," ujarnya.
3. Ada 125 korban jiwa dalam tragedi ini

Polri kembali memperbarui data korban tragedi berdarah di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Korban meninggal dunia terkini berdasarkan data Polri terdapat 125 orang.
Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, korban luka berat terdapat 21 orang dan luka ringan 304 orang.
“Untuk korban meninggal dunia tetap 125 orang, kami minta tolong untuk meluruskan. Sampai dengan siang ini sementara yang kami dapat dari tim DVI adalah 125 orang. Kemudian korban luka berat ada 21 orang, korban luka ringan 304 orang sehingga jumlah korban ter-update adalah 455 orang,” kata Dedi di Malang, Jawa Timur, Senin (3/10/2022).
Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta, mengatakan, kerusuhan terjadi pada pukul 21.58 WIB setelah pertandingan selesai. Saat itu, pemain dan official Persebaya Surabaya dari lapangan masuk ke dalam kamar ganti pemain.
“Dilempari oleh Aremania dari atas tribun dengan botol air mineral, air mineral gelas dan lain-lain,” kata Nico lewat keterangan tertulisnya.
Pada pukul 22.00 WIB, saat pemain dan official pemain Arema FC dari lapangan berjalan masuk menuju kamar ganti pemain, Aremania turun ke lapangan dan menyerang pemain dan official Arema FC. Polisi pun melakukan pengamanan dengan membawa pemain masuk ke dalam kamar ganti.
“Selanjutnya Aremania yang turun ke lapangan semakin banyak dan menyerang aparat keamanan, karena Aremania semakin brutal dan terus menyerang aparat keamanan serta diperingatkan beberapa kali tidak dihiraukan, kemudian aparat keamanan mengambil tindakan dengan menembakkan gas air mata ke arah suporter Arema yang menyerang,” ujar Nico.
“Tembakan gas air mata juga ada yang kearah tribun, di sisi lain suporter Aremania di tribun masih banyak. Kemudian Aremania yg berada di tribun berlari membubarkan diri keluar stadion,” sambungnya.



















