Polisi Ungkap Tato di Tubuh Korban Penyekapan, Ada Gambar Wajah Pelaku

- Polda Jabar mengungkap adanya tato bergambar wajah tersangka Taufik Hidayat dan tulisan 'love topik TH' di tubuh korban YTR, diduga terkait hubungan emosional sebelum terjadi kekerasan.
- Penyidik menemukan hubungan keduanya berubah menjadi pembatasan sosial hingga kekerasan fisik, dan kini tengah melengkapi alat bukti untuk memastikan kronologi lengkap kasus tersebut.
- Polisi masih mendalami dugaan kekerasan seksual serta menunggu hasil pemeriksaan psikologi dan psikiatri terhadap korban dan tersangka guna memperkuat proses penyidikan.
Bandung, IDN Times - Polda Jawa Barat masih mendalami seluruh rangkaian dugaan kekerasan yang dialami YTR (29) dalam kasus penyekapan dan penganiayaan yang diduga dilakukan Taufik Hidayat (30). Selain mengusut kemungkinan adanya kekerasan seksual, penyidik juga mengungkap temuan tato bergambar tersangka di tubuh korban.
Polisi menegaskan seluruh proses penyidikan dilakukan secara hati-hati dengan mengedepankan alat bukti, termasuk hasil pemeriksaan psikologi dan psikiatri terhadap korban maupun tersangka. Hingga kini, penyidik belum menyimpulkan ada tidaknya tindak pidana kekerasan seksual dalam perkara tersebut.
"Ada beberapa publik yang meyakinkan kita bahwa tidak menutup kemungkinan adanya aksi kekerasan seksual. Masih kita dalami dan tim tetap profesional, tetap berhati-hati, dan kita mengikuti regulasi yang ada," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan, Minggu (28/6/2206).
1. Gambar wajah hingga tulisan 'love'

Dalam proses penyidikan, Polda Jabar membenarkan adanya tato bergambar tersangka Taufik Hidayat di tubuh YTR. Selain gambar wajah tersangka, terdapat pula tulisan "love topik TH" pada tubuh korban.
Menurut Hendra, keberadaan tato tersebut diduga menjadi bagian dari pola love bombing yang sempat terjalin antara korban dan tersangka sebelum hubungan itu berubah menjadi tindakan yang mengarah pada kekerasan.
"Tato yang ada di tubuh korban ini memang kami benarkan. Ada beberapa tulisan, love topik TH, dan juga ada gambar daripada tersangka di badan korban. Ini tentu saja mungkin bagian daripada love bombing yang terjalin dari keduanya," ujarnya.
2. Hubungan berubah menjadi pembatasan hingga kekerasan

Hendra menjelaskan, berdasarkan hasil pendalaman sementara, hubungan antara korban dan tersangka tidak berhenti pada kedekatan emosional. Penyidik menemukan adanya dugaan pembatasan interaksi sosial terhadap korban yang kemudian berkembang menjadi kekerasan fisik.
"Tetapi tentu saja ada perilaku-perilaku yang dilakukan oleh TH ini yang berakhir kepada pembatasan interaksi sosial, yang akhirnya mengarah kepada kekerasan fisik," katanya.
Meski demikian, polisi masih terus mendalami seluruh rangkaian peristiwa untuk melengkapi alat bukti dan memastikan kronologi yang utuh dalam perkara tersebut.
3. Dugaan kekerasan seksual dan pemeriksaan psikologis masih berlangsung

Selain dugaan penganiayaan, penyidik juga masih mendalami kemungkinan adanya unsur kekerasan seksual terhadap YTR. Hendra menegaskan hingga kini polisi belum mengambil kesimpulan karena proses penyidikan masih berjalan.
Polda Jabar juga masih menunggu hasil pemeriksaan psikologi dan psikiatri terhadap korban maupun tersangka sebagai bagian dari pendalaman kasus.
"Perkembangan dari dasar psikologi, dasar psikiatri yang kami lakukan kepada keduanya, baik tersangka ataupun korban, ini tetap masih berlangsung dan akhirnya masih kita tunggu perkembangannya," ujar Hendra.

















