PKB 2022 Lampaui Target, Bapenda Jabar Fokus Gali Sektor Lain di 2023

Bandung, IDN Times - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Barat (Jabar) bakal melakukan penguatan di sektor pajak kendaraan bermotor (PKB) dan menggali sektor lain di 2023. Pendapatan dari sektor PKB sendiri sudah melebihi target di 2022.
Kepala Bapenda Jabar, Dedi Taufik mengatakan, realisasi pendapatan daerah Jawa Barat sebesar Rp32,7 triliun. Jumlah itu melampaui target yang ditetapkan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan DPRD. Sektor PKB berkontribusi paling besar dibandingkan sektor lain.
"Kontribusi dari PKB itu 40 persen dari total pendapatan pajak daerah. Tahun 2023 ini kami tentu akan melakukan penguatan di sektor ini, sekaligus memaksimalkan dan menggali pendapatan di sektor lain," ujar Dedi Taufik, Kamis (5/1/2023).
1. Ada peningkatan melalui aplikasi Sambara

Penguatan akan dilakukan dengan mengoptimalkan layanan daring yang dalam dua tahun terakhir menunjukan perkembangan positif. Pada 2021 wajib pajak yang memanfaatkan layanan Samsat Mobile Jawa Barat (Sambara) sebanyak 600 ribu orang, dan meningkat sebanyak 700 ribu pengguna pada 2022.
"Ini yang menjadi salah satu amanat yang diinstruksikan kepada jajaran di Bapenda termasuk Samsat yang ada di kabupaten kota," ucapnya.
2. Tahun depan kinerja akan dievaluasi

Dedi menambahkan, meski realisasi pendapatan di semua sektor rata-rata diatas 100 persen, namun ia menyoroti sektor yang ada capaiannya masih belum 100 persen. Oleh sebab itu, ia meyakini tahun ini capaian tersebut bisa lebih dimaksimalkan.
"Alhamdulillah rata-rata keberhasilannya di atas 100 persen. Tapi ada beberapa yang persentasenya di angka 95 persen-an. Dari kinerja memang sudah baik, tapi tahun depan akan kami evaluasi agar mencapai target optimal," katanya.
3. Berharap tahun depan bisa lebih maksimal

Beberapa pendapatan yang masih perlu ditingkatkan pencapaiannya antara lain pada pos Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan atau deviden BUMD, di mana realisasinya pada tahun 2022 mencapai Rp468 miliar dari target Rp470 miliar. Atau sekitar 99 persen.
"Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan itu capaiannya 99 persen, karena dipengaruhi kinerja bisnis beberapa BUMD. Tapi tahun 2023 kami ingin bisa 100 persen," kata dia.
Penerimaan dari pemanfaatan aset atau barang milik daerah juga menjadi konsentrasi khusus Bapenda di Tahun 2023, agar lebih dapat memberikan kontribusi penerimaan daerah.
Bapenda telah menyusun kajian bisnis pemanfaatan aset barang milik daerah yang dikelola mereka. Pemprov Jabar berharap Tahun 2023 tidak ada lagi aset yang tidur, semuanya dimanfaatkan untuk pelayanan publik atau dikerjasamakan dengan pihak ketiga untuk pengelolaan aset yang akan menambah penerimaan daerah.



















