Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kultura Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Melalui Karya Seni

Kultura Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Melalui Karya Seni
Kultura Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Tim Melalui Karya Seni. IDN Times/Debbie Sutrisno
Intinya Sih
  • Pameran Kultura Persib di Grey Art Gallery Bandung digelar 9 Juni–10 September 2026, menampilkan karya seni yang merefleksikan perjalanan dan budaya Persib sebagai identitas warga Jawa Barat.
  • Sebanyak 70 kontributor menghadirkan total 95 objek berupa lukisan, instalasi, arsip sejarah, hingga patung tokoh penting Persib seperti Indra Thohir dan Bojan Hodak.
  • Pameran ini menjadi ruang lintas generasi bagi Bobotoh dan masyarakat untuk merayakan kecintaan terhadap Persib melalui ekspresi seni yang menggambarkan kenangan serta nilai kebersamaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Bandung, IDN Times - Grey Art Gallery berkolaborasi dengan Persib Bandung menghadirkan pameran seni bertajuk Kultura Persib di Jalan Braga No. 47, Kota Bandung. Pameran yang dibuka untuk publik mulai 9 Juni hingga 10 September 2026 ini menjadi ruang ekspresi bagi seniman, kolektor arsip, hingga masyarakat umum yang memiliki kedekatan emosional dengan Persib.

Dari pantauan IDN Times, dari pintu masuk Grey Art nuansa biru Persib sudah terasa dengan adanya potongan-potongan gambar yang memperlihatkan para pemain Persib dan Bobotoh. Masuk ke area dalam di sebelah kanan ada tulisan-tulisan sejarah berdasarkan tahun dari awal berdirinya Maung Bandung hingga tahun ini.

Sementara di area tengah, atas, dan bawah terlihat berbagai macam karya seni yang memperlihatkan foto, lukisan, hingga patung yang gerkaitan dengan Persib Bandung. Pengunjung dipastikan bisa melihat bagimana transformasi Persib dari dulu sampai sekarang.

1. Denyut nadi warga Jabar

IMG_20260608_152031.jpg
Kultura Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Tim Melalui Karya Seni. IDN Times/Debbie Sutrisno

Kurator Grey Art Gallery Angga Aditya Atmadilaga menjelaskan, pameran ini lahir dari kebutuhan para seniman yang memiliki kecintaan mendalam terhadap Persib.

“Persib menjadi denyut nadi yang memberikan banyak inspirasi dalam karya-karya mereka. Namun selama ini belum ada ruang yang secara khusus mewadahi ekspresi visual tentang Persib. Dari situ muncul inisiatif untuk menghadirkan pameran ini di Grey Art Gallery,” ujar Angga, Senin (8/6/2026).

Menurutnya, pemilihan Grey Art Gallery sebagai lokasi pameran bukan tanpa alasan. Selain berada di pusat Kota Bandung dan mudah diakses, galeri tersebut juga beroperasi setiap hari sehingga memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk menikmati pameran.

Lebih dari sekadar menampilkan karya seni, pameran ini mengangkat fenomena budaya yang tumbuh bersama Persib. Karena itu, panitia memilih istilah “Kultura Persib” untuk menggambarkan berbagai bentuk ekspresi visual yang lahir dari perjalanan panjang klub kebanggaan warga Jawa Barat tersebut.

“Kontributornya tidak hanya seniman. Ada masyarakat umum yang tumbuh bersama Persib, memiliki kenangan, memori, dan pengalaman personal. Semua itu menjadi bagian dari budaya visual yang kami tampilkan,” katanya.

2. Ada 95 objek bisa dinikmati

IMG_20260608_151854.jpg
Kultura Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Tim Melalui Karya Seni. IDN Times/Debbie Sutrisno

Dalam proses kurasi, penyelenggara membuka open call bagi publik. Selain itu, sejumlah seniman, fotografer, kolektor arsip, hingga sejarawan yang memiliki dokumentasi dan karya terkait Persib juga diundang secara khusus.

Hasilnya, sebanyak 70 kontributor terlibat dalam pameran ini dengan total 95 objek. Objek tersebut terdiri dari karya seni rupa, mural, instalasi, arsip sejarah, dokumentasi fotografi, hingga koleksi buku yang berkaitan dengan Persib.

Salah satu daya tarik pameran adalah kehadiran patung karya seniman Iwong yang dibuat secara mandiri untuk menghormati tokoh-tokoh penting dalam sejarah Persib. Empat figur yang diabadikan dalam bentuk patung tersebut adalah Indra Thohir, H. Umuh Muchtar, Jajang Nurjaman, dan Bojan Hodak.

3. Persib jadi identitas diri

IMG_20260608_144024.jpg
Kultura Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Tim Melalui Karya Seni. IDN Times/Debbie Sutrisno

Pameran dibagi ke dalam lima area, yakni ruang teater, stone chamber, wood chamber, galeri utama, dan area lantai dua. Bagian depan galeri menampilkan infografis perjalanan sejarah Persib, termasuk berbagai pencapaian dan gelar yang pernah diraih. Sementara lantai atas banyak diisi karya dan arsip yang dikirimkan langsung oleh masyarakat.

Bagi Angga, karya-karya yang paling berkesan justru berasal dari pengalaman personal para Bobotoh. Salah satunya mural yang menggambarkan kecintaan terhadap Persib yang diwariskan dari orang tua kepada anaknya.

“Karya-karya seperti itu terasa sangat otentik. Ada juga mural yang menggambarkan bagaimana pada era 1990-an orang-orang rela memanjat pohon demi bisa menyaksikan pertandingan Persib. Itu pengalaman personal, tetapi dirasakan secara kolektif oleh banyak orang,” ungkapnya.

4. Pererat persaudaraan lewat karya seni

IMG_20260608_151735.jpg
Kultura Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Tim Melalui Karya Seni. IDN Times/Debbie Sutrisno

Owner Grey Art Gallery, Grace Christianti menuturkan, pameran ini memperlihatkan kecintaan dia dan masyarakat Bandung lainnya kepada Persib karena tim ini lahir dari keyakinan yang bisa melampaui batas sebuah klub bola. Melalui karya seni yang ditampilkan Grey Art ingin memperlihatkan beragam sudut pandang karena yang ada di galeri ini bukan hanya karya seni tapi juga ada arsip, koleksi, pameran yang menempatkan sebuah klub sepak bola dalam hati setiap orang di Jawa Barat.

"Persib bukan hanya hadir di lapangan pertandingan tapi hidup di masyarakat, dan berbagai ekspresi budaya.

Pameran ini pun diharap menjadi ruang perjumpaan berbagai generasi yang merayakan pencapaian dan memperlihatkan perspekstif Persib yang selama ini belum banyak dihadirkan.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan kegiatan ini diharap semakin menginsiprasi banyak orang untuk bisa lebih kreatif mendukung Persib Bandung, memperkuat dan mempererat persaudaraan semua orang.

Pameran Kultura Persib dapat dikunjungi dengan harga tiket Rp25.000 pada weekday dan Rp35.000 pada weekend. Pengunjung diperbolehkan mendokumentasikan karya melalui foto, tapi diminta untuk tidak menyentuh arsip, jersey koleksi, maupun karya yang dipamerkan demi menjaga kelestariannya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha

Latest News Jawa Barat

See More