Usai Hasil Buruk di Dua Laga, Menpora: Timnas Putri TC di Bandung

- Timnas Putri Indonesia gagal menang di dua laga Garuda Championship Series 2026 dan langsung lanjut TC di Bandung sebagai persiapan menuju AFF Juli 2026.
- Erick Thohir menyoroti perkembangan pembinaan sepak bola putri usia dini yang kini berjalan di 16 provinsi dengan sekitar 50 ribu pemain terdata.
- Liga Putri dijadwalkan bergulir Oktober 2026 dengan enam klub dari Banten, Jakarta, dan Jawa Barat untuk efisiensi biaya serta wadah kompetisi berkelanjutan.
Bandung, IDN Times - Tim nasional sepak bola putri Indonesia kembali gagal meraih kemenangan pada pertandingan Garuda Championship Series 2026 yang berlangsung di Stadion Arcamanik, Bandung. Pada laga hari ini Indonesia harus puas berbagi satu poin melawan Kamboja. Sebelumnya, Garuda Pertiwi gagal meraih kemenangan usai takluk 0-2 dari Singapura.
Terkait hasil laga kedua tim, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyebut bahwa laga ini adalah persiapan jelang AFF yang bakal digelar Juli 2026. Para pemain ini tidak akan dipulangkan karena mereka langsung ikut pemusatan latihan (TC) di Bandung.
"Mudah-mudahan tim putri bisa semakin solid dan tentu ada peningkatan prestasi," kata dia, Selasa (9/6/2026).
Dia juga menjelaskan keterlambatan beberapa pemain diaspora bergabung dengan tim disebabkan masih adanya kewajiban bersama klub masing-masing.
"Jadi kita harus memberi kesempatan mereka untuk beradaptasi," ucapnya.
1. Soroti regenerasi pemain putri dari pembinaan grassroots

Di tengah hasil yang belum maksimal, Erick mengaku tetap melihat perkembangan dari program pembinaan usia dini sepak bola putri yang dijalankan di berbagai daerah. Salah satu pemain yang mendapat sorotan adalah Gea yang dinilai memiliki prospek bagus karena mampu bermain di banyak posisi.
"Sekarang dia menjadi salah satu pemain yang memiliki prospek bagus," katanya.
2. Pembinaan pemain muda sudah dilakukan

Erick menyebut, pembinaan grassroots sepak bola putri kini sudah berjalan di 16 provinsi. Bahkan, dalam tiga tahun terakhir sudah ada sekitar 50 ribu pemain yang masuk dalam database pembinaan.
Dia berharap program tersebut terus berjalan beriringan dengan pengembangan kelompok usia U-17, U-20, hingga senior.
3. Liga Putri direncanakan mulai Oktober dengan enam klub

Selain fokus pada Timnas Putri, Erick memastikan kompetisi Liga Putri juga mulai dipersiapkan untuk bergulir pada Oktober 2026. Pada tahap awal, kompetisi direncanakan hanya diikuti enam klub yang berasal dari wilayah Banten, Jakarta, dan Jawa Barat. Skema ini dipilih untuk menekan biaya operasional klub.
"Kalau jaraknya dekat, bisa menggunakan bus dan mungkin tidak perlu menginap," ujar Erick.
Menurut dia, keberadaan liga penting agar para pemain hasil pembinaan memiliki wadah kompetisi yang berkelanjutan. "Kalau tidak ada liga, nanti para pemain ini akan bermain di mana," katanya.


















