Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ogah Pulang ke Rumah, Pria di Sukabumi Nekat Terjun ke Jurang

Ogah Pulang ke Rumah, Pria di Sukabumi Nekat Terjun ke Jurang
Ilustrasi evakuasi di jurang. (Dok. IDN Times/istimewa)
Intinya Sih
  • Seorang pria bernama Hendra alias Pedro di Sukabumi nekat melompat ke jurang setelah menolak pulang ke rumahnya, memicu kepanikan warga sekitar.
  • Insiden bermula saat Hendra dijemput kerabat karena sakit, namun ia menunjukkan perilaku aneh dan mengancam akan meloncat dari mobil sebelum akhirnya turun ke jurang.
  • Setelah pencarian semalaman oleh tim gabungan, Hendra ditemukan pingsan di area kebun yang berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian dan langsung dievakuasi untuk perawatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Kabupaten Sukabumi, IDN Times — Aksi nekat seorang pria bernama Hendra alias Pedro (35), warga Kampung Cipaku, Desa Langensari, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, mendadak bikin geger warga setempat. Diduga karena ogah pulang ke rumahnya, Pedro nekat melompat dan menghilang di dalam jurang yang rimbun.

Peristiwa yang sempat memicu kepanikan massal ini terjadi di Kampung Cisarua, Desa Cisarua, Kecamatan Sukaraja, pada Minggu (7/6/2026) sore sekitar pukul 17.15 WIB. Beruntung, setelah sempat membuat tim SAR gabungan pontang-panting, Pedro akhirnya berhasil ditemukan.

Berikut adalah deretan fakta di balik aksi nekat Pedro yang dirangkum oleh IDN Times.

1. Berawal dari dijemput kerabat karena alasan sakit

ilustrasi sakit pada dada (pexels.com/freestocks)
ilustrasi sakit pada dada (pexels.com/freestocks)

Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, Ipda Ade Ruli, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ade membeberkan, kejadian bermula saat istri Hendra menghubungi kerabatnya, Dede Yusmansyah (29), untuk menjemput suaminya di daerah Cibentang, Gunungguruh, menggunakan mobil Nissan Grand Livina. Sang istri beralasan suaminya sedang sakit sehingga tidak bisa mengendarai sepeda motor.

Namun, sejak awal dijemput, Hendra memang sudah menunjukkan gelagat aneh dan menolak pulang ke rumahnya di Cipaku, Goalpara. "Sepanjang perjalanan pulang, Saudara Hendra ini mengoceh tidak mau pulang ke Cipaku dengan berbagai alasan. Dia mengaku sudah tidak nyaman tinggal di Goalpara," kata Ade Ruli saat dikonfirmasi, Senin (8/6/2026).

2. Modus penumpang ingin kencing dan mengancam akan loncat dari kendaraan

ilustrasi mobil melaju di jalan yang sepi (freepik.com/yurystroykin)
ilustrasi mobil melaju di jalan yang sepi (freepik.com/yurystroykin)

Petaka terjadi saat mobil melintasi kawasan Kampung Cisarua. Hendra tiba-tiba memaksa sopir untuk menghentikan kendaraan dengan dalih ingin buang air kecil. Sopir sempat menyarankan agar Hendra buang air kecil di tempat yang lebih aman, namun ia justru mengancam akan nekat meloncat dari mobil yang sedang berjalan jika tidak dituruti.

Merasa ngeri dengan ancaman tersebut, Dede pun langsung menghentikan laju kendaraannya. Hendra bergegas turun, menyeberang jalan, lalu kencing di tepi jalan yang langsung berbatasan dengan jurang.

Sesaat setelah selesai kencing, sopir mencoba menghampirinya karena curiga. Tak disangka, Hendra justru bergerak turun menyusuri tebing jurang sambil melepas jaketnya.

"Sopir sempat berteriak menanyakan tujuannya, lalu korban menjawab 'arek jalan motong' (mau lewat jalan pintas). Jawaban serupa juga dilontarkan korban saat ditegur oleh warga setempat bernama Ece Tajudin (72) yang berada di sekitar lokasi," urai Ade.

Melihat suaminya malah berjalan turun menembus jurang yang rimbun, sang istri spontan berteriak histeris di pinggir jalan. Teriakan itu mengundang perhatian warga setempat yang langsung berdatangan ke lokasi kejadian hingga berasumsi bahwa Pedro hilang misterius.

3. Pencarian semalaman, ditemukan pingsan di kebun Goalpara

ilustrasi kebun teh (pexels.com/Min An)
ilustrasi kebun teh (pexels.com/Min An)

Mendapat laporan warga yang hilang di jurang, aparat kepolisian dari Polsek Sukaraja dipimpin langsung oleh Kapolsek, Kanit Reskrim, hingga unit intelijen langsung merapat ke TKP bersama petugas BPBD Kota/Kabupaten Sukabumi.

Langkah penyisiran malam pun sempat dilakukan di sekitar area jurang yang gelap dan terjal. Namun, hingga tengah malam, keberadaan Hendra sama sekali tidak kunjung terdeteksi.

Setelah sempat memicu drama pencarian semalaman, misteri hilangnya Pedro akhirnya menemui titik terang pada Senin (8/6/2026) pagi. Hendra ditemukan oleh warga dalam kondisi lemas dan tidak sadarkan diri di area perkebunan. Uniknya, lokasi penemuannya mengarah ke rute rumahnya sendiri.

"Korban yang turun tebing semalam sudah berhasil ditemukan dalam keadaan pingsan di area kebun yang berjarak hampir 1 kilometer dari TKP, mengarah ke rumahnya," jelas Ade.

Saat ini, Hendra telah dievakuasi oleh warga dan pihak keluarga ke rumahnya di Kampung Cipaku guna mendapatkan penanganan medis serta pemulihan kondisi psikologisnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha

Latest News Jawa Barat

See More