Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pertamina Dorong Pemakaian KTP untuk Pembelian LPG 3 Kg Lewat MAP Lite

Pertamina Dorong Pemakaian KTP untuk Pembelian LPG 3 Kg Lewat MAP Lite
IDN Times/Istimewa
Share Article

Bandung, IDN Times - PT Pertamina ikut serta mendorong penggunaan nomor induk kependudukan (NIK) dalam pembelian elpiji tiga kilogram (3 kg). Pembelian itu juga harus melalui sistem Merchant Apps MyPertamina (MAP) Lite.

Direktur Pemasaran Regional Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra mengatakan, saat ini sudah ada 253 ribu pangakal yang melakukan pencatatan transaksi pembelian elpiji 3 kg melalui aplikasi tersebut. Lewat sistem itu hanya pengguna elpiji tertentu yang telah terdata dan tercantum dalam data by name by address dengan peringkat kesejahteraan dari kementerian atau lembaga terkait yang dapat membeli elpiji subsidi.

“Sebetulnya penyesuaian data konsumen elpiji 3 kg berbasis sistem MAP Lite yang dilakukan pada setiap pangkalan sudah dijaring sejak 1 Maret 2023 lalu, dan pada tahun ini mulai di integrasikan. Per Mei 2024, jika di impementasikan sudah 98 persen pangkalan yang menggunakan sistem tersebut,” kata Mars Ega Legowo Putra, Sabtu (1/6/2024).

1. Bisa pantau kewajaran kebutuhan masyarakat

Temuan kecurangan pengisian LPG 3 kg di SPPBE Pertamina, Koja, Jakarta Utara. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Temuan kecurangan pengisian LPG 3 kg di SPPBE Pertamina, Koja, Jakarta Utara. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Meski pencapaian pendataan hampir rampung, PT Pertamina Patra Niaga masih harus bekerja lebih keras dalam pencatatan pangkalan ataupun masyarakat yang mendaftar melalui sistem MAP Lite. Pemerintah ingin agar pendistribusian isi ulang elpiji 3 kg yang dilakukan di sub penyalur atau pangkalan tepat sasaran. Hal itu sebagai bagian dari proses transformasi subsidi elpiji tertentu tepat sasaran.

“Pencatatan ini juga termasuk Penyasasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE). Karena itu melalui sistem tersebut kita akan mengetahui dan melihat prilaku kebutuhan masyarakat. Jika kebutuhan itu tidak wajar itu akan terlihat,” paparnya.

2. Pemeriksaan kondisi elpiji juga dilakukan di Bandung dan Cimahi

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengapresiasi langkah Pertamina Patra Niaga yang bergerak cepat melakukan pengawasan di  Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang mengisi LPG 3 kilogram (kg). (Dok. Pertamina)
Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengapresiasi langkah Pertamina Patra Niaga yang bergerak cepat melakukan pengawasan di  Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang mengisi LPG 3 kilogram (kg). (Dok. Pertamina)

Sebelumnya, Sales Area Retail Bandung Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) lakukan pengecekan 2 (dua) lokasi Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) yaitu di Kota Bandung dan Kota Cimahi untuk memastikan kualitas dan kuantitas elpiji 3 kg.

Pengawasan dilakukan dengan metode uji petik mengambil sampling 80 tabung di SPPBE Limagas Jaya Mandiri wilayah Kota Bandung dan SPPBE Sadikun wilayah Kota Cimahi untuk memberikan jaminan bahwa elpiji yang dipasarkan ke masyarakat terpenuhi secara kualitas dan kuantitasnya.

Sales Area Manager Retail Bandung Sindhu Priyo Windoko menyampaikan bahwa hasil pengecekan menunjukan kualitas dan kuantitas tabung elpiji sesuai dengan ketentuan.

"Pemeriksaan di 2 (dua) lokasi SPPBE tersebut sesuai dengan ketentuan berlaku yaitu Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 31/M-DAG/PER/10/2021 tentang Barang Dalam Keadaan Terbungkus tanggal 13 Oktober 2011," terang Sindhu.

3. Pengisian takaran gas melon harus sesuai

Temuan kecurangan pengisian LPG 3 kg di SPPBE Pertamina, Koja, Jakarta Utara. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Temuan kecurangan pengisian LPG 3 kg di SPPBE Pertamina, Koja, Jakarta Utara. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan alias Zulhas mengevaluasi pengawasan Pertamina terhadap takaran gas elpiji 3 kilogram. Evaluasi itu dilakukan setelah Kementerian Perdagangan menemukan adanya isian tabung gas elpiji 3 kilogram yang tidak sesuai takaran dari 11 Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) yang tersebar di di Jakarta Utara, Purwakarta, hingga Cimahi.

“Setelah ramai mulai kita kunjungan di Tanjung Priok, dan Pertamina juga melakukan pengawasan lebih sistematis dan lebih ketat. Jadi sudah mulai terjadi perbaikan di sana-sini," ujar Zulhas usai meninjau SPBE di Kota Cimahi, Sabtu (1/6/2024).

Saat ini pengisian gas melon dilakukan dengan ketelitian dan pengawasan lebih ketat. Pengisian gas melon dilakukan dengan memperhatikan takaran dan ketahanan tabung.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
Debbie Sutrisno
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha

Latest News Jawa Barat

See More

Jabar Optimistis Ruang Fiskal Menguat Usai DBH Dicairkan Bertahap

29 Jun 2026, 19:29 WIBNews