Oknum Bobotoh Aniaya Suporter saat Konvoi Persib, Keanggotaan Dicabut

- Seorang oknum Bobotoh terekam menganiaya sesama suporter saat konvoi kemenangan Persib di Jalan Merdeka, Bandung, dan videonya viral di media sosial.
- Pihak kepolisian memfasilitasi mediasi antara pelaku dan korban, sementara Viking Persib Club mengecam keras tindakan tersebut serta menegaskan tidak akan membela pelaku.
- Viking Persib Club mencabut keanggotaan pelaku karena pelanggaran berat organisasi dan meminta seluruh Bobotoh menjaga kondusivitas usai perayaan juara Persib.
Bandung, IDN Times - Oknum Bobotoh diduga telah melakukan aksi kekerasan terhadap sesama pendukung Persib di Jalan Merdeka, Kota Bandung, atau tepatnya di depan pusat perbelanjaan Bandung Indah Plaza (BIP), saat konvoi Persib juara, Minggu (24/5/2026).
Aksi tidak terpuji ini terekam dalam video dan viral di media sosial. Dalam rekaman video ini, oknum Bobotoh bertubuh tinggi yang mengenakan jersei Persib dengan nomor punggung tujuh terlihat marah kepada pengendara motir RX King.
Oknum yang diduga dalam pengaruh minuman beralkohol itu kemudian melakukan sejumlah perbuatan tidak menyenangkan, seperti memarahi hingga menganiaya pengendara motor lainnya.
1. Kasus ini tidak berlanjut ke ranah hukum

Meski sudah kena dua kali pukulan oleh oknum Bobotoh tersebut, pengendara itu tidak memberikan perlawanan apapun. Pelaku langsung diamankan oleh teman-temannya. Berdasarkan informasi yang diterima, pelaku dan korban sudah dipertemukan.
Keduanya juga sudah menjalani mediasi yang difasilitasi oleh pihak kepolisian. Saat dikonfirmasi, Kasi Humas Polrestabes Bandung AKP Nurindah mengatakan, dalam kasus ini pihak korban melakukan laporan ke Polrestabes Bandung atau Polsek terkait.
"Belum bikin laporan," kata dia.
Sementara, Viking Persib Club turut merespons kejadian yang viral tersebut, sekaligus mengeluarkan pernyataan akan menindak tegas oknum anggotanya itu. Mereka juga mengutuk keras aksi yang dilakukan kepad korban.
"Viking Persib Club mengecam dan mengutuk keras kejadian tersebut karena kejadian tersebut tidak dapat dibenarkan dan ditolelir (salah tetap salah/tidak akan membela yang salah)," demikian pernyataan resmi Viking Persib Club.
Viking menyebut, hasil penelusuran internal menemukan dugaan pelaku berasal dari distrik Viking Frontline dan United Colors of Bobotoh.
"Dari hasil penelusuran, terduga pelaku adalah anggota yang berasal dari distrik Viking Frontline dan distrik United Colors of Bobotoh," tulis pernyataan tersebut.
2. Viking Persib Club beri sanksi tegas

Kendati demikian, Viking menegaskan tindakan itu tidak mencerminkan sikap organisasi maupun mayoritas Bobotoh yang mengikuti pawai juara dengan tertib. Sebagai bentuk tindakan tegas, Viking memastikan para pelaku telah dipanggil dan diminta bertanggung jawab langsung kepada korban.
"Sanksi internal untuk pelaku, kami dari Viking Persib Club telah memanggil yang bersangkutan untuk diminta bertanggung jawab dan menemui keluarga korban secara langsung," katanya.
Tak hanya itu, Viking juga resmi mencabut status keanggotaan para pelaku karena dianggap melakukan pelanggaran berat organisasi.
"Terkait hal tersebut, pada hari ini (Kamis, 28 Mei 2026) para pelaku dicabut kartu keanggotaannya karena dianggap telah melakukan pelanggaran berat terhadap aturan organisasi," tulis Viking.
3. Minta Bobotoh jangan terprovokasi

Sedangkan, salah satu anggota Viking Persib Club, Ferdy Rizky Adilya menambahkan, persoalan tersebut sudah diselesaikan secara internal dengan pendekatan kekeluargaan tanpa mengabaikan proses pertanggungjawaban pelaku.
"Secara khusus sudah disampaikan oleh Ketua Umum Kang Tobias Ginanjar yang disampaikan juga dalam akun medsos VPC, permasalahan tersebut sudah diselesaikan di internal dengan baik dan mengikuti proses hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujar Ferdy saat dikonfirmasi.
Meski begitu, Ferdy tetap meminta seluruh Bobotoh tidak mudah terprovokasi dan menjaga suasana kondusif selepas Persib mencatat sejarah besar dengan meraih hattrick juara liga.
"Kami mengimbau untuk seluruh Bobotoh jangan mudah terprovokasi hingga mengganggu suasana batin kegembiraan disaat Persib sudah berhasil mencatatkan sejarah Hattrick Champion di Era Liga Indonesia saat ini," katanya.

















