Terminal Cicaheum Bakal Jadi Depo BRT, 60 Bus Pindah ke Leuwipanjang

- Sebanyak 60 bus AKDP dan AKAP telah dipindahkan dari Terminal Cicaheum ke Terminal Leuwipanjang sebagai bagian dari rencana menjadikan Cicaheum sebagai depo Bus Rapid Transit (BRT).
- Kepala Terminal Leuwipanjang, Asep Hidayat, menyebut sekitar 80 persen armada sudah berpindah, sementara 20 persen sisanya masih beroperasi di Cicaheum meski sosialisasi penutupan telah dilakukan.
- Terminal Leuwipanjang menambah fasilitas dan mengatur jadwal keberangkatan agar tidak terjadi penumpukan bus, dengan sebagian armada diminta menunggu di pool masing-masing sebelum waktu keberangkatan.
Bandung, IDN Times - Rencana pemindahan bus angkutan kota dalam provinsi (AKDP) dan angkutan kota antar provinsi (AKAP) dari Terminal Cicaheum ke Terminal Leuwipanjang terus berjalan. Saat ini sudah ada sebanyak 60 bus yang dipindahkan.
Adapun pemindahan ini dilakukan karena nantinya Terminal Cicaheum dikhususkan untuk operasional bus Bus Rapid Transit (BRT). Sehingga, seluruh bus yang bisanya menjadi tempat AKDP dan AKAP untuk menarik penumpang kini mulai dipindahkan.
"Bus yang masuk (Terminal Leuwipanjang) sudah ada 60 unit karena saat ini masih ada yang berangkat dari Terminal Cicaheum," ujar Kepala Terminal Leuwipanjang, Asep Hidayat saat ditemui di lokasi, Kamis (28/5/2026).
1. Terminal Cicahem segera ditutup untuk BRT

Asep mengatakan, jika dipersentasekan total bus yang sudah pindah ke Terminal Leuwipanjang mencapai 80 persen bus. Artinya sebanyak 20 persen bus lainnya masih melakukan pelayanan di Terminal Cicaheum meskipun sudah ada sosialisasi.
"Dalam rangka Terminal Cicaheum rencana akan segera ditutup, sebenarnya edaranya sudah tersosialisasi ke PO masing-masing, itu di tanggal 25 Mei 2026," katanya.
Adapun bus yang sudah masuk ke Terminal Leuwipanjang itu di antaranya PO Budiman jurusan Wonosobo, Pangandaran, Tasikmalaya dan sebagainya serta PO Gunung Harta untuk jurusan Bandung-Bali.
"Ketiganya, PO Eka dan Sugeng Rahayu ke Surabaya, terus ada PO Kalingga ke Jawa. PO KYM, 27 Trans, dan Bandung Express, semuanya sudah pada masuk," ucap Asep.
2. Layanan untuk PO Bus dari Terminal Cicameheum tetap diberikan

Layanan bus yang dipindahkan dari Terminal Cicaheum ke Terminal Leuwipanjang tersebut, kata dia, akan berangkat langsung masuk ke Jalan Tol Muhammad Toha menuju ke berbagai wilayah tujuan seperti, Pangandaran, Wonosobo dan sebagainya.
"Jadi, di sini tetap kami buka layanan biarpun masih ada yang sebagian atau sekitar 20 persen bus berangkat dari Terminal Cicaheum," katanya.
Lebih lanjut, Asep menyampaikan, Terminal Leuwipanjang saat ini sudah menambah sarana dan prasarana agar bus AKDP dan AKAP terfasilitasi dengan maksimal.
"Kami siapkan jalur keberangkatan, kami atur headway. Jadi, bus yang belum waktunya berangkat tidak berdiam di Terminal Leuwipanjang," kata dia.
3. Ada pengaturan khusus bus dari Terminal Cicaheum

Bus-bus dari Terminal Cicaheum yang belum dijadwalkan untuk berangkat, kata Asep, harus berdiam di pool masing-masing agar tidak terjadi penumpukan dengan PO bus eksisting Terminal Leuwipanjang.
"Jadi, kami kendalikan bus-bus yang dari Cicaheum masuk ke sini agar tidak terjadi penumpukan di Terminal Leuwipanjang. Sebagian bus yang belum waktunya berangkat harus stay di pool masing-masing," kata Asep.
Sedangkan, sopir bus maupun PO sudah menerima kebijakan pemerintah yang pemindahan layanan bus dari Terminal Cicaheum ke Terminal Leuwipanjang tersebut.
"Kalau sopir bus sudah menerima, setiap PO juga sudah menerima. Jadi meski pengembang (depo BRT di Cicaheum) belum menutup. Tapi tetap kita menyediakan tempat untuk pemindahan dari Cicaheum dan saat ini 80 persen bus sudah masuk," ucapnya.


















