Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Makan Bergizi Gratis Baiknya Jangan Diberikan pada Pagi Hari

Makan Bergizi Gratis Baiknya Jangan Diberikan pada Pagi Hari
IDN Times/Debbie Sutrisno

Bandung, IDN Times - Pemkot Bandung bersama dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di bawah naungan Badan Gizi Nasional telah menyalurkan ribuan boks makanan untuk belasan sekolah. Pembagian makanan dibagi dalam dua sesi untuk siswa di pagi hari dan siang hari.

Di SPPG Lanud Husein Sasteranegara makanan sudah kirim sejak pukul 07.45 WIB ke sekolah dasar (SD) Angkasa 1 Bandung. Sementara di SD Angkasa 3 makanan baru sampai sekitar pukul 08.30 WIB.

Sekitar pukul 09.00 siswa sudah bisa menyantap sajian ini sesuai arah dari sekolah. Siswa yang pertama mendapatkannya adalah kelas 1, 2, dan 3. Sedangkan kelas 4, 5, dan 6 dipersiapkan lebih siang sekitar pukul 10.30 WIB hingga pukul 11.00 WIB.

Dari pantauan IDN Times di SD Angkasa 3, banyak siswa yang tidak menghabiskan makanannya. Mereka menyebut sudah makan dari rumah sehingga tidak begitu lapar ketika harus menyantap makan bergizi gratis (MBG) pukul 08.30 WIB.

"Baiknya ini memang tidak terlalu pagi diberikan pada siswa, karena mereka banyak yang sudah sarapan jadi belum begitu lapar" ujar Seni, salah satu guru di SD Angkasa 3, Senin (6/1/2024).

1. Berikan pada saat jam istirahat

Pembagian makan bergizi gratis (MBG) di sejumlah sekolah di Palembang (Dok: tangkapan layar)
Pembagian makan bergizi gratis (MBG) di sejumlah sekolah di Palembang (Dok: tangkapan layar)

Menurutnya, siswa akan lebih bersemangat menyantap makanan ketika jam istirahat. Masuk dari pagi, mereka akan belajar dan melakukan berbagai aktivitas. Barulah pada jam istirahat sekitar pukul 09.30 siswa memiliki waktu untuk makan.

"Nah baru jam segitu diberikan jadi siswa bisa makan lebih lahap. Kalau pagi pas jam belajar ini mereka masih belum terlalu lapar," ungkapnya.

Meski di hari pertama ini ada siswa yang belum mau menghabiskan makanannya, tapi mereka menikmati MBG karena enak di lidah. Dengan menu yang beragam siswa tidak bosan memakan MBG yang disediakan SPPG.

2. Anak bisa kurangi jajan sembarangan

Sumber : appletreebsd.com
Sumber : appletreebsd.com

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Tantan menyambut baik pelaksanaan program ini. Dengan pemberian makan gratis diharapkan siswa tidak jajan sembarangan di luar sekolah.

Sebab, mereka sudah mendapatkan makanan dan lebih kenyang sehingga tidak jajan makanan kurang bergizi ketika istrirahat atau pulang sekolah.

"Jadi kurangi mitigasi risiko jajan yang sembarangan yang tidak mengandung unsur kesehatan karena generasi cerdas itu ditentukan oleh generasi yang sehat," kata Tantan, Senin (6/1/2025).

Menurutnya, pemberian makan bergizi ini ada yang dibagian pada pagi hari untuk siswa kelas 1 hingga 3. Dengan pemberian makanan pada pagi hari maka orangtua di rumah tidak harus menyiapkan sarapan untuk anak mereka, karena nantinya bisa mendapatkan makanan dari sekolah.

"Siswa juga jadi fokus pada makanan yang sudah disediakan pemerintah yang tentunya secara kualitas gizinya juga sudah dihitung, bersih, dan sanitasinya juga memenuhi syarat," kata Tantan.

3. Ada 6 ribu siswa dapat makan gratis

IDN Times/Debbie Sutrisno
IDN Times/Debbie Sutrisno

Untuk tahap pertama, ada dua dapur yang mulai bekerja di Kota Bandung menyalurkan makanan bergizi gratis. Total sekitar 6.000 siswa yang bisa mendapatkan bantuan program pemerintah tersebut.

Sesuai arahan dari pemerintah, ditargetkan ada 20 persen dari total siswa di suatu kota/kabupaten bisa mendapatkan MBG. Saat ini total siswa dari SD hingga SMA/sederajat di Kota Bandung sendiri mencapai 320 ribu siswa.

"Bertahap kan tidak suluruhnya dulu, dipilah dan dipilih sekolah-sekolah mana yang memang dekta dengan dapur," kata dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
Debbie Sutrisno
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

Penghayat STJ Diminta Tandatangani Surat, Sebut Kebakaran Itu Musibah

07 Apr 2026, 22:06 WIBNews