Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Harga Plastik Naik, Farhan Imbau Warga Bawa Kantong Sendiri

Harga Plastik Naik, Farhan Imbau Warga Bawa Kantong Sendiri
ilustrasi plastik HD apakah food grade? (pexels.com/Loren Castillo)
Intinya Sih
  • Harga plastik di Bandung melonjak hingga Rp60 ribu per kilogram akibat dampak perang Iran vs Amerika-Israel yang membuat harga biji plastik impor meningkat tajam.
  • Pabrik plastik di Cibuntu kesulitan mendapatkan bahan baku dengan harga normal, menyebabkan biaya produksi naik dua kali lipat dan penjualan menurun karena keluhan konsumen.
  • Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengimbau warga membawa kantong dan wadah sendiri saat belanja untuk mengurangi beban biaya serta limbah plastik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times - Harga plastik mengalami peningkatan di tengah perang Iran vs Amerika-Israel. Kondisi tersebut ada kenaikan harga penjualan barang ketika pembelinya membawanya menggunakan plastik.

Agar masyarakat juga tidak kelimpungan dengan harga plastik, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meminta agar setiap membeli barang di UMKM atau pusat perbelanjaan bisa membawa kantong sendiri. Selain mengurangi beban belanja, bisa juga mengurangi limbah plastik.

"Adanya kenaikan harga wadah plastik ini sebetulnya menjadi momentum bagi kita untuk benar-benar memanfaatkan wadah makanan yang ada di rumah, terutama jika ingin melakukan takeaway," kata dia.

"Jadi, saran saya kalau keluar rumah jangan lupa: Pertama, bawa kantong sebagai pengganti kresek untuk belanja. Kedua, bawa kontainer makanan dari rumah sebagai pengganti kontainer plastik," tambahnya.

1. Pabrik plastik sudah naikkan harga

ilustrasik plastik tempat makan
ilustrasik plastik tempat makan (pexels.com/IARA MELO)

Pabrik plastik kemasan di Kota Bandung turut terdampak langsung dari perang Amerika-Israel vs Iran yang sudah berlangsung selama kurang lebih satu bulan ini. Para pemilik pabrik terpaksa menaikkan harga penjualan lantaran harga biji plastik meningkat.

Salah satu di antaranya ialah pabrik plastik di Cibuntu, Kota Bandung, yang mana produsen kesulitan mendapatkan bahan baku biji plastik dengan harga yang normal.

Para produsen plastik di Cibuntu, Kota Bandung ini masih mengandalkan bahan biji plastik impor. Sehingga, untuk harga plastik saat ini dijual dengan harga lebih dari Rp50.000 per kilogram.

"Saat ini plastik lagi naik ya dari harga sekitar kurang dari Rp50.000 sekarang bisa lebih dari Rp50.000 per kilogram. Ini dari perang yang Iran sama Amerika," ujar pegawai pabrik plastik Cibuntu, Riska Surihartati saat ditemui di lokasi, Selasa (31/3/2026).

2. Naik hingga Rp60 ribu per kilogram

IMG-20260331-WA0022.jpg
Biji plastik impor (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Riska menyampaikan, harga Rp50 ribu ini tergolong mengalami kenaikan yang signifikan, karena penjualan normal sebelum harga biji plastik naik hanya di Rp40 ribu per kilogram. Bahkan, kata dia, harga jual saat ini bisa menyentuh Rp60 ribu.

"Paling tinggi sekarang kisaran Rp60.000 lebih. Kalau normal bisa di Rp30 sampai Rp40 ribu, kenaikan hampir 100 persen. Konsumen banyak yang ngeluh soal harga," kata dia.

Banyaknya keluhan dari konsumen, diungkapkan Riska turut mempengaruhi penjualan yang mana saat ini untuk pesanan dan pembelian mengalami penurunan.

"Berpengaruh ke produksi. Konsumen jadi sedikit pembeliannya. Sekarang bahan lagi susah ya, karena banyak kejadian juga. Jadi, sekarang tuh pokoknya di mana-mana lagi susah aja bahan," katanya.

3. Harga biji plastiknya sudah naik

Biji plastik hasil daur ulang (IDN Times/Yogie Fadila)
Biji plastik hasil daur ulang (IDN Times/Yogie Fadila)

Sementara, untuk produksi dalam satu pekan di pabrik tersebut membutuhkan sekitar dua ton biji plastik. Harga beli saat ini, kata Riska sudah di atas dari Rp40 juta, dan kenaikan ini pun terjadi saat perang Amerika-Israel Vs Iran.

"Harga dua ton itu waktu sebelum ada kejadian perang ini sekitar Rp40 jutaan. Sekarang harganya mencapai Rp80 juta. Naik dua kali lipat," ucapnya.

Riska mengatakan, pabrik mencoba memutar otak dengan mencari penyedia bahan baku biji plastik yang harganya bisa lebih murah, karena untuk bahan yang daur ulang kualitasnya belum bagus.

"Nanti dicari dulu ya bahan bakunya, misalkan ada supplier lain dari tempat yang lain juga, siapa tahu ada dapat yang lebih murahnya gitu," kata dia.

Share
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More