Pembangunan Helipad untuk Heli Medis di Jabar Mulai Masuk Lelang

- Pembangunan helipad medis di RSUD Jampangkulon Sukabumi dan RSUD Pameungpeuk Garut sudah masuk tahap lelang, sementara RSUD Welas Asih telah memiliki helipad siap pakai.
- Dinkes Jabar menargetkan penyewaan heli medis bisa dilakukan pada APBD Perubahan 2026 setelah seluruh izin dan persyaratan, termasuk izin terbang dari Kementerian Perhubungan, terpenuhi.
- Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan helipad lebih dulu sambil membahas dua opsi skema pembiayaan sewa helikopter agar sesuai aturan keuangan daerah dan siap digunakan saat anggaran tersedia.
Bandung, IDN Times - Rencana pembangunan helipad medis di RSUD Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi dan RSUD Pameungpeuk, Kabupaten Garut sudah masuk tahap lelang. Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat, memastikan rencana tersebut serius dan berproses.
Kepala Dinkes Provinsi Jabar, Vini Adiani Dewi mengatakan, pada dasarnya helikopter untuk medis ini bukan sekadar wacana karena untuk RSUD Welas Asih saat ini pembangunan helipadnya sudah siap.
"Untuk helikopter, harus disiapin dulu helipadnya ya. Kalau untuk RSUD Welas Asih sudah siap. Sekarang kami sedang menyiapkan untuk Jampangkulon dan Pameungpeuk. Sedang proses, karena harus lelang dan sebagainya," ujar Vini, Rabu (8/4/2026).
1. Proyek helikopter medis terus berjalan

Meski demikian, ia berharap pada APBD perubahan 2026 penyewaan helikopter medis sudah dapat dilakukan dan beroperasi. Di sisi lain, sebelum beroperasi dibutuhkan kelengkapan syarat, salah satunya izin terbang dari Kementerian Perhubungan.
"Intinya mengenai pengadaan heli medis ini berprogres terus," kata Vini.
Untuk diketahui, gagasan ini sebelumnya disampaikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sebagai solusi untuk mempercepat rujukan pasien dari daerah terpencil seperti RSUD Jampang Kulon Sukabumi dan RSUD Pameungpeuk Garut menuju rumah sakit rujukan utama di Bandung.
Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman menjelaskan, arahan gubernur memang baru disampaikan sekitar sepekan lalu, namun tindak lanjut langsung dikerjakan secara bertahap.
"Ini kan baru seminggu yang lalu ya Pak Gubernur memberikan arahan dan ini luar biasa, yang jelas komitmen Pak Gubernur untuk meningkatkan kualitas kesehatan sangat kuat sampai muncul gagasan untuk rumah sakit yang jauh. Kami akan bantu fasilitasi helikopter melalui sewa," ujar Herman, Rabu (25/2/2026).
2. Dimulai dari pembangunan helipad

Berhubung skema pembiayaan masih dibahas dan belum ada alokasi anggaran khusus untuk menyewa helikopter, Pemprov memilih mengeksekusi langkah yang paling memungkinkan saat ini, yakni menyiapkan helipad di rumah sakit yang diprioritaskan.
"Tentu langkah sekarang yang kami persiapkan yang memungkinkan adalah menyiapkan helipadnya ya di rumah sakit-rumah sakit daerah Jawa Barat yang jauh," katanya.
Dengan begitu, Herman memastikan, ketika mekanisme sewa dan penganggaran telah rampung, fasilitas pendaratan sudah siap digunakan tanpa perlu menunggu pembangunan infrastruktur tambahan.
3. Skema sewa helikopter juga masih didalami

Dia menegaskan, pembahasan skema sewa masih dalam pendalaman agar tetap sesuai aturan keuangan daerah. Ia menyebut, setidaknya ada dua opsi yang sedang dikaji untuk pembiayaan sewa helikopter.
"Dan kemudian untuk skema sewanya ini masih didalami apakah pergeseran, apakah perubahan, tentu sesuai dengan ketentuan ya," ujarnya.
"Paling tidak skemanya dua, bisa pergeseran, bisa perubahan. Nanti kita lihat, yang jelas harus akuntabel," kata Herman.

















