Proyek Helikopter Medis Jabar Dimulai dengan Menyiapkan Helipad

- Pemprov Jawa Barat mulai menyiapkan helipad di sejumlah rumah sakit daerah sebagai langkah awal proyek helikopter medis untuk mempercepat rujukan pasien dari wilayah selatan.
- Skema penyewaan helikopter masih dibahas, dengan dua opsi pembiayaan yang dikaji agar sesuai aturan keuangan daerah dan tetap akuntabel.
- Dinas Kesehatan Jabar juga berkoordinasi dengan rumah sakit rujukan di Bandung seperti RSHS dan RS Santosa guna memastikan sistem rujukan udara terintegrasi sejak awal.
Bandung, IDN Times - Rencana penyewaan helikopter medis untuk memperkuat layanan kesehatan di wilayah selatan Jawa Barat tengah berproses. Sembari menunggu kesepakatan anggaran, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memastikan dulu lokasi helipad atau landasan helikopter.
Untuk diketahui, gagasan ini sebelumnya disampaikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sebagai solusi untuk mempercepat rujukan pasien dari daerah terpencil seperti RSUD Jampang Kulon Sukabumi dan RSUD Pameungpeuk Garut menuju rumah sakit rujukan utama di Bandung.
Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman menjelaskan, arahan gubernur memang baru disampaikan sekitar sepekan lalu, namun tindak lanjut langsung dikerjakan secara bertahap.
"Ini kan baru sepekan yang lalu ya Pak Gubernur memberikan arahan dan ini luar biasa, yang jelas komitmen Pak Gubernur untuk meningkatkan kualitas kesehatan sangat kuat sampai muncul gagasan untuk rumah sakit yang jauh, kami akan bantu fasilitasi helikopter melalui sewa," ujar Herman, Rabu (25/2/2026).
1. Ketika anggaran sudah diketok Helipad sudah siap

Berhubung skema pembiayaan masih dibahas dan belum ada alokasi anggaran khusus untuk menyewa helikopter, Pemprov memilih mengeksekusi langkah yang paling memungkinkan saat ini, yakni menyiapkan helipad di rumah sakit yang diprioritaskan.
"Tentu langkah sekarang yang kami persiapkan yang memungkinkan adalah menyiapkan helipadnya ya di rumah sakit-rumah sakit daerah Jawa Barat yang jauh," katanya.
Dengan begitu, Herman memastikan, ketika mekanisme sewa dan penganggaran telah rampung, fasilitas pendaratan sudah siap digunakan tanpa perlu menunggu pembangunan infrastruktur tambahan.
2. Skemanya bisa lewat pergeseran dan perubahan APBD 2026

Dia menegaskan, pembahasan skema sewa masih dalam pendalaman agar tetap sesuai aturan keuangan daerah. Ia menyebut, setidaknya ada dua opsi yang sedang dikaji untuk pembiayaan sewa helikopter.
"Dan kemudian untuk skema sewanya ini masih didalami apakah pergeseran, apakah perubahan, tentu sesuai dengan ketentuan ya," ujarnya.
"Paling tidak skemanya dua, bisa pergeseran, bisa perubahan. Nanti kita lihat, yang jelas harus akuntabel," sambung Herman.
3. Tidak semua rumah sakit dijadikan tempat rujukan

Lebih lanjut, Herman menuturkan, Dinas Kesehatan Jawa Barat juga mulai membangun koordinasi dengan rumah sakit rujukan di Bandung. Sistem rujukan udara harus dipastikan terintegrasi sejak awal.
"Jadi kami sekarang sekarang langsung mengambil langkah koordinasi dengan rumah sakit rujukannya misalnya ini langsung jalan kepala dinas kesehatan koordinasi dengan RSHS, koordinasi dengan RS Santosa untuk rumah sakit rujukannya," ucap Herman.
Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) menjadi salah satu rumah sakit tujuan utama, mengingat jarak dari wilayah selatan seperti Pameungpeuk ke Bandung cukup jauh dan memakan waktu berjam-jam perjalanan darat.
"Kan bisa dilakukan sekarang, Helipad di lokasi masing-masing bisa disiapkan sekarang, tinggal nanti sewa helikopternya skemanya seperti apa, pengadaannya seperti apa, biayanya dari mana," kata Herman.


















