Orang Tua Siswa di Bandung Protes Melihat Menu MBG Saat Ramadan

- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap disalurkan selama Ramadan di Bandung, namun menu yang diberikan dinilai tidak sesuai standar gizi oleh sejumlah orang tua siswa.
- Beberapa sekolah menerima menu seperti roti coklat, bolu kukus, jeruk, hingga kentang rebus setengah potong yang dianggap kurang bergizi dan tidak seimbang untuk anak sekolah.
- Orang tua siswa menyampaikan protes karena variasi dan kualitas makanan MBG berbeda-beda antar sekolah serta dinilai tidak memenuhi tujuan program pemenuhan gizi.
Bandung, IDN Times -Keputusan Badan Gizi Nasional (BGN) tetap menyalurkan menu Makan Bergizi Gratis kepada siswa hingga ibu hamil dan menyusui selama Ramadan menuai pro dan kontra. Terutama menu MBG yang disalurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Bandung yang di nilai tidak memenuhi standar gizi.
Selama Ramadan ini, SPPG tetap menyalurkan menu MBG dengan berbagai cara. Ada yang memberikan MBG kepada sekolah setiap hari, ada pula yang disalurkan sepekan dua kali. Tidak hanya itu, menu yang diberikan pun tidak ada lagi "Makan Bergizi" sesuai program yang diharapkan.
Sejumlah siswa di sekolah yang menerima menu MBG kerap kali membawa pulang sajian roti, kue bolu, setengah potongan kentang rebus dan beberapa buah-buahan. Bahkan, ada SPPG yang memberikan satu box roti coklat untuk jatah seminggu dan hidangan setengah jadi untuk diolah sendiri di rumah.
Sajian menu MBG saat Ramadan yang beragam ini mendapat protes dari sejumlah orang tua siswa di Kota Bandung. Sebab, melihat isi menu MBG yang di terima jauh dari kata bergizi dan laik.
1. Isi jeruk dan dua bolu kukus

Rahmat, orang tua siswa di salah satu sekolah dasar negeri di Kota Bandung menuturkan, anaknya sempat mendapatkan satu jeruk dan dua bolu kukus. Pemberian MBG di sekolah tersebut dilakukan setiap hari.
"Masa hanya ini saja untuk MBG. Sehatnya dari mana coba," kata dia kepada IDN Times, Selasa (23/2/2025).
2. Satu wadah roti coklat untuk seminggu

Sementara itu, anak Rahmat lainnya yang berada di tingkat SMA mendapatkan roti coklat dalam satu boks yang disebut untuk seminggu MBG. Menurutnya, roti berisi cokelat ini jelas jauh dari kata memenuhi gizi untuk anak sekolah.
3. Ada abon yang lebih mirip serundeng

Fatimah, orang tua siswa SMAN lainnya, menuturkan bahwa menu MBG yang diberikan jauh dari kata laik. Sang anak pernah mendapatkan satu paket abon yang justru lebih mirip serudeng.
"Mirip abon tapi campuran apa entah, jadi kaya serundeng. Anak gak doyan. Kalau abon mau dia," ungkap Fatimah.
4. Ada kentang rebus hanya sebelah dicampur manggis

Muhammad Ginanjar, orang tua siswa di SDN menyebut anaknya mendapatkan makanan alakadarnya di mana ada kentang kukus yang hanya setengah dan satu buah manggis, kemudian ada sedikit abon dan kacang-kacangan.
Sedangkan anak Ginjar di sekolah berbeda mendapatkan dua buah susu, dua buah jeruk, satu pisang kecil, telur asing, satu roti, dan ada masing-masing tiga ayam serta tempe yang tinggal dimasak.
"Ini saya di rumah jadi disuruh masak sama MBG-nya apa gimana," ungkap Ginanjar.


















