Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Farhan Minta Siskamling Dioptimalkan Cegah Maraknya Begal di Bandung

Farhan Minta Siskamling Dioptimalkan Cegah Maraknya Begal di Bandung
Kegiatan siskamling di Kota Badung. Dok/Diskominfo
Intinya Sih
  • Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menekankan pentingnya pencegahan dan keterlibatan warga melalui Siskamling untuk mengatasi maraknya aksi begal yang meresahkan masyarakat.
  • Farhan meminta warga fokus pada upaya pencegahan dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri, karena penindakan terhadap pelaku kejahatan merupakan kewenangan kepolisian.
  • Pemkot Bandung akan berkoordinasi dengan Polda Jabar dan Pemprov Jawa Barat guna memperkuat keamanan lintas wilayah serta memulihkan rasa aman masyarakat saat beraktivitas malam hari.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandung, IDN Times - Pemerintah Kota Bandung memilih mengedepankan langkah pencegahan untuk merespons maraknya aksi begal yang belakangan kembali meresahkan masyarakat. Jangan sampai warga justru melakukan aksi kekerasan kepada begal sampai pelaku aksi kejahatan tersebut terluka parah atau bahkan meninggal dunia.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menilai, upaya mengembalikan rasa aman warga tidak cukup hanya mengandalkan penindakan hukum, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Koordinasi dengan kepolisian terus dilakukan untuk menekan angka kejahatan jalanan. Namun, menurutnya, pemerintah daerah memiliki peran berbeda, yakni memperkuat sistem pencegahan agar tindak kriminal tidak terjadi sejak awal.

"Pencegahan yang dilakukan juga banyak. Saya bersama dengan kepolisian tentu berkolaborasi terus. Yang namanya kriminalitas apa pun bentuknya harus kita lawan," kata Farhan, Selasa (22/7/2026).

1. Warga banyak mengeluh khawatir pulang kerja malam hari

WhatsApp Image 2026-07-21 at 5.10.12 PM.jpeg
Polrestabes Bandung Ungkap 15 Kasus Kejahatan Jalanan dalam 20 Hari, 19 Pelaku Ditangkap. IDN Times/Istimewa

Farhan mengaku prihatin setelah mendengar sebagian warga memilih mempercepat aktivitas dan pulang lebih awal karena khawatir menjadi korban begal. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi kehidupan Kota Bandung yang selama ini dikenal sebagai kota dengan aktivitas hingga malam hari.

Menurut dia, rasa aman masyarakat harus segera dipulihkan agar aktivitas ekonomi maupun sosial dapat kembali berjalan normal. Karena itu, Pemkot Bandung akan memperkuat langkah pencegahan dengan mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (Siskamling). Farhan menilai keterlibatan warga menjadi salah satu cara paling efektif untuk mencegah kejahatan.

Pelaksanaan Siskamling akan terus dikoordinasikan bersama kepolisian, TNI, serta aparat kewilayahan agar berjalan lebih optimal. "Salah satu pencegahan yang paling efektif adalah Siskamling dengan prinsip warga jaga warga, warga jaga kota," ujarnya.

2. Warga diminta fokus mencegah, bukan menangkap pelaku

WhatsApp Image 2026-05-04 at 07.40.04 (1).jpeg
Begal Kurir di Bandung: 2 Tertangkap, 2 Masih Diburu Polisi. Dok/Istimewa

Farhan menegaskan masyarakat tidak boleh mengambil alih tugas aparat penegak hukum dalam menangani pelaku begal. Menurut dia, penindakan merupakan kewenangan kepolisian, sedangkan warga lebih berperan dalam upaya pencegahan.

Karena itu, ia mengajak masyarakat memperkuat komunikasi dengan aparat di tingkat kelurahan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, hingga Polsek apabila menemukan potensi gangguan keamanan.

"Kalau Pemerintah Kota Bandung berprinsip, warga sipil di luar aparat tidak boleh melakukan penindakan. Pencegahan," tegasnya.

Farhan juga mengingatkan aksi main hakim sendiri justru dapat menimbulkan persoalan baru karena berisiko salah sasaran. "Masyarakat Kota Bandung jangan lakukan main hakim sendiri, karena ada risiko salah sasaran," katanya.

3. Pemkot siapkan langkah bersama Polda Jabar dan Pemprov

WhatsApp Image 2026-07-21 at 5.10.16 PM.jpeg
Polrestabes Bandung Ungkap 15 Kasus Kejahatan Jalanan dalam 20 Hari, 19 Pelaku Ditangkap. IDN Times/Istimewa

Selain memperkuat Siskamling, Farhan mengatakan pemerintah akan menyusun langkah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Polda Jabar untuk meningkatkan keamanan di Kota Bandung. Menurutnya, penanganan begal tidak bisa dilakukan oleh satu daerah saja karena pelaku kejahatan sering kali berpindah lintas wilayah administrasi.

"Saya yakin bahwa begal itu tidak mengenal batas administrasi. Bisa saja pelakunya dari kabupaten, beraksi di Bandung, lalu kembali lagi ke daerah asalnya. Maka koordinasi bersama gubernur menjadi sangat penting," ujarnya.

Farhan juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat bepergian pada malam hari. Ia menyarankan warga tetap menjaga komunikasi dengan keluarga melalui telepon seluler serta menghindari bepergian seorang diri di lokasi yang minim aktivitas.

Di sisi lain, ia menilai beredarnya peta wilayah rawan begal di media sosial harus menjadi pengingat bagi pemerintah untuk meningkatkan rasa aman masyarakat, meski peta tersebut bukan merupakan data resmi.

"Yang harus kita jaga bukan hanya angka statistiknya, tetapi bagaimana caranya kita kembali memberikan rasa aman kepada warga," kata dia.

Share Article
Editorial Team

Latest News Jawa Barat

See More