Begal Makin Marak Polisi Persilakan Warga Melawan: Jangan Sampai Mati
- Polda Jabar memperbolehkan warga memberi tindakan tegas dan terukur terhadap pelaku begal, dengan imbauan agar tidak sampai menimbulkan korban jiwa.
- Selama beberapa bulan terakhir, tercatat 19 kasus begal di Jawa Barat berhasil diungkap polisi, termasuk insiden di Flyover Kopo dan Cikawao yang pelakunya cepat ditangkap.
- Wali Kota Bandung menilai tekanan ekonomi dan musim libur sekolah menjadi faktor meningkatnya aksi pembegalan, sehingga pemerintah berupaya menekan tren kejahatan jalanan tersebut.
Bandung, IDN Times - Aksi kejahatan jalanan khususnya begal di Kota Bandung dan sekitarnya semakin marak dan meresahkan masyarakat. Polda Jabar pun memperbolehkan masyarakat untuk memberi tindakan tegas dan terukur kepada pelaku curas atau begal.
"Upaya kita yang pertama adalah perintah Pak Kapolda untuk tindak tegas terukur jelas ya, dan ini tidak hanya kepada polisi, kepada masyarakat pun boleh ya, kepada masyarakat boleh, dengan catatan tadi itu ya juga tegas terukur ya jangan sampai matilah bahasanya ya," kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, di Polda Jabar pada Selasa (21/7/2026).
1. Pokoknya kita tindak tegas

Hendra mengatakan, kepolisian tetap akan rutin melakukan patroli di berbagai wilayah terutama pada malam hari tepatnya pukul 00.00 WIB. Jumlah personel yang turun melakukan patroli pun akan dipertebal.
"Kita ingatkan kepada para pelaku sekecil apapun yang memberikan teror kepada masyarakat akan kita tindak tegas," ucap dia.
2. Sudah banyak kasus diungkap

Sementara itu, berdasarkan catatan Polda Jabar terdapat total 19 kasus begal yang viral di media sosial terjadi di berbagai wilayah Jabar selama beberapa bulan ke belakang. Para pelaku sudah berhasil ditangkap oleh polisi.
Pada 19 Juli 2026, Hendra menyebut terdapat kasus begal yang terjadi di Flyover Kopo, Kota Bandung. Saat itu, korban yang hendak berangkat bekerja tiba-tiba dipepet oleh dua begal bersenjata tajam.
"Pelaku bernama atas RP dan FF ini telah menghadang korban dan HP dan motor korban sempat dirampas. Kemudian dari Satreskrim Polrestabes Bandung sudah kita tangkap ya dalam waktu kurang lebih 3 jam ya," ungkap dia.
Selanjutnya, adapula kasus begal yang terjadi di wilayah Cikawao, Kota Bandung, pada 17 Juni 2026. Para begal juga beraksi dengan menggunakan senjata tajam dan menyasar pengendara ojek online (ojol). Ponsel dan motor milik korban sempat berhasil dirampas.
"Dia menggunakan senjata tajam ya dan pelaku ini panik dan melarikan diri dan ini Alhamdulillah juga sudah ditangkap dalam waktu kurang lebih 35 menit setelah laporan masuk," kata dia.
Kemudian, peristiwa begal lainnya terjadi di Cianjur dengan menyasar remaja yang masih duduk di bangku sekolah pada awal Juli 2026. Mirisnya, pelaku begal ternyata juga masih duduk di bangku sekolah.
"Komplotan pelaku ya ternyata merupakan anak sekolah yang sedang berlibur sengaja berkeliling dini hari pada pada hari itu dengan menggunakan senjata tajam," pungkasnya.
3. Faktor ekonomi bisa jadi pemicu

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menilai kondisi ekonomi yang masih penuh tekanan menjadi salah satu faktor yang memicu meningkatnya tindak kejahatan di Kota Bandung, termasuk kasus pembegalan yang belakangan menjadi sorotan publik.
Karena itu, Pemerintah Kota Bandung bersama aparat kepolisian memilih bersikap terbuka terhadap setiap kasus kriminal yang terjadi di wilayahnya.
Farhan mengatakan maraknya aksi pembegalan dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya adalah tekanan ekonomi yang dirasakan sebagian masyarakat. Selain itu, ia menilai angka kejahatan jalanan memang cenderung meningkat saat musim libur sekolah.
"Kenapa Bandung ini rawan begal? Ada beberapa hal. Satu, tekanan ekonomi. Dua, memang siklus setiap memasuki libur sekolah ini pasti agak tinggi tingkat kekerasannya," kata Farhan.
Ia berharap tren tersebut dapat ditekan setelah aktivitas sekolah kembali berjalan normal.


















