Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

TPT Jabar Turun Jadi 6,21 Persen, Lulusan SMK Paling Banyak Nganggur

TPT Jabar Turun Jadi 6,21 Persen, Lulusan SMK Paling Banyak Nganggur
Potret beban mental dan keputusasaan pekerja di tengah ketatnya persaingan dan ancaman pengangguran. (Halodoc)
Intinya Sih
  • Tingkat Pengangguran Terbuka Jawa Barat turun menjadi 6,21 persen pada Februari 2026 berkat panen raya, investasi besar, dan tumbuhnya sektor industri serta hiburan.
  • Pengangguran laki-laki masih lebih tinggi dibanding perempuan, dengan wilayah perkotaan mencatat TPT 6,97 persen yang tetap mendominasi dibanding perdesaan.
  • Lulusan SMK mencatat pengangguran tertinggi sebesar 10,96 persen karena keahlian belum sesuai kebutuhan industri, sementara lulusan SD ke bawah memiliki tingkat pengangguran terendah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandung, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di provinsi ini terus menunjukkan tren membaik pada Februari 2026. Penurunan angka pengangguran ditopang oleh meningkatnya penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor, mulai dari pertanian, industri manufaktur, hingga hiburan.

Meski demikian, Jawa Barat masih menghadapi tantangan besar. Tingginya jumlah pencari kerja, arus migrasi, hingga belum sesuainya kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan industri membuat provinsi ini tetap menjadi salah satu daerah dengan tingkat pengangguran tertinggi di Indonesia.

1. Panen raya hingga investasi besar dorong penurunan pengangguran

Ilustrasi Investasi (idntimes.com)
Ilustrasi Investasi (idntimes.com)

BPS Jawa Barat mencatat penurunan TPT pada Februari 2026 tidak lepas dari sejumlah fenomena yang terjadi sepanjang satu tahun terakhir. Salah satunya adalah panen raya komoditas pertanian seperti padi, jagung, bawang merah, dan hortikultura di berbagai kabupaten/kota yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Selain itu, realisasi investasi Jawa Barat pada 2025 yang mencapai Rp296,8 triliun atau tertinggi secara nasional mulai memberikan dampak terhadap pasar tenaga kerja. Sebanyak 21 perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) skala besar di sektor makanan dan minuman, otomotif, hingga tekstil mulai beroperasi penuh pada 2026 dan merekrut pekerja secara masif.

Tak hanya itu, beroperasinya sejumlah industri baru seperti PT Deli Indonesia Office Technology, PT Changsu Indonesia di Karawang, pabrik VinFast di Subang, serta pembangunan berbagai pabrik baru turut membuka lapangan pekerjaan baru.

"Berbagai kegiatan musik, budaya, hingga olahraga yang berlangsung selama Februari 2026 ikut meningkatkan kebutuhan tenaga kerja, khususnya pada sektor hiburan dan jasa pendukung acara," kutip IDN Times dari laporan tersebut, Rabu (22/7/2026).

2. Pengangguran laki-laki masih lebih tinggi, wilayah perkotaan tetap mendominasi

ilustrasi sekelompok pekerja kerah biru yang berorganisasi di industri tekstil di lingkungan pabrik
ilustrasi sekelompok pekerja kerah biru yang berorganisasi di industri tekstil di lingkungan pabrik (pexels.com/EqualStock IN)

TPT merupakan indikator yang menggambarkan tenaga kerja yang belum terserap pasar kerja. Selama tiga tahun terakhir, tingkat pengangguran laki-laki masih konsisten lebih tinggi dibandingkan perempuan.

Pada Februari 2026, TPT laki-laki kembali turun sebesar 0,13 persen poin dibandingkan Februari 2025. Sementara itu, TPT perempuan juga menurun sebesar 0,06 persen poin. Namun jika dibandingkan Februari 2024, TPT laki-laki justru meningkat tipis 0,04 persen poin, sedangkan perempuan turun cukup signifikan hingga 0,79 persen poin.

"Tingginya pengangguran di Jawa Barat masih didominasi fenomena frictional unemployment atau pengangguran karena melimpahnya pasokan tenaga kerja. Pertumbuhan penduduk yang tinggi serta arus migrasi dari luar daerah membuat jumlah pencari kerja jauh lebih besar dibandingkan lapangan kerja yang tersedia," kutip IDN Times masih dari laporan tersebut.

Kondisi tersebut juga terlihat dari perbedaan TPT antara wilayah perkotaan dan perdesaan. Pada Februari 2026, TPT di perkotaan mencapai 6,97 persen, lebih tinggi dibandingkan wilayah perdesaan yang sebesar 5,12 persen.

Meski demikian, dibandingkan Februari 2025, TPT perkotaan mengalami penurunan sebesar 0,31 persen poin. Sebaliknya, TPT di wilayah perdesaan justru naik sebesar 0,72 persen poin.

3. Lulusan SMK masih menjadi penyumbang pengangguran tertinggi

siaranpers_pemprov_dki-20250722115832_bt6lsa_829.jpeg
Peresmian revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 64 Jakarta di Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, pada Selasa (22/7/2025)

BPS juga menyoroti masih tingginya pengangguran berdasarkan tingkat pendidikan. Pada Februari 2026, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) kembali menjadi kelompok dengan TPT tertinggi, yakni mencapai 10,96 persen.

Menurut BPS, kondisi tersebut mengindikasikan keahlian yang dimiliki lulusan SMK belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Di sisi lain, kelompok dengan tingkat pengangguran terendah berasal dari lulusan SD ke bawah yang tercatat sebesar 3,69 persen.

Meski secara umum TPT terus menurun dalam tiga tahun terakhir, karakteristik penganggur di Jawa Barat masih didominasi lulusan pendidikan tinggi. Dibandingkan Februari 2025, TPT lulusan Diploma IV hingga S3 turun cukup besar, yakni 2,36 persen poin.

Sebaliknya, TPT pada kelompok pendidikan SD ke bawah justru meningkat sebesar 1,30 persen poin. BPS menilai salah satu penyebab pengangguran di Jawa Barat adalah belum sesuainya kualifikasi tenaga kerja dengan kebutuhan pasar, baik dari sisi pendidikan, pengalaman, maupun penguasaan teknologi dan keterampilan yang dibutuhkan industri.

Share Article
Editorial Team

Latest News Jawa Barat

See More