Ilustrasi kekerasan seksual (IDN Times/Mardya Shakti)
Arief meminta dukungan penuh dari seluruh masyarakat, termasuk semua warga Unpad, demi kelancaran pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan kampus.
Unpad, kata dia, terbuka atas segala masukan dari semua pihak dari unsur masyarakat umum, sehingga dapat membantu menjaga suasana kampus selalu kondusif dan nyaman sebagai institusi pendidikan.
Sebelumnya, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kemahasiswaan (Kema) Unpad buka suara mengenai dugaan pelecehan seksual yang dilakukan seorang guru besar Fakultas Keperawatan berinisial IY.
Dosen bergelar profesor itu diduga melakukan tindakan pelecehan verbal terhadap mahasiswi exchange. Tangkapan layar percakapan 'tak senonoh' antara terduga pelaku dan korban itu pun viral di media sosial.
BEM Kema Unpad dan Fakultas Keperawatan telah menyatakan bahwa sudah berkoordinasi dengan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Unpad.
"Kami telah mengetahui adanya laporan yang beredar di media sosial X (Twitter) terkait dugaan kekerasan seksual yang melibatkan (dosen berinisial) IY. Saat ini, BEM Kema Unpad dan BEM Kema FKep Unpad telah dan akan terus berkoordinasi dengan Satgas PPKS Unpad, Dekanat Fakultas Keperawatan Universitas Padjajaran, dan Rektorat Universitas Padjajaran," tulis isi pernyataan Instagram BEM Kema Unpad, dikutip IDN Times, Rabu (15/4/2026).