Pemred IDN Times, Uni Lubis bersama pemred media lainnya saat mengikuti program #PresidenPrabowoMenjawab di kediaman pribadi Prabowo di Hambalang pada Minggu (6/4/2025). (IDN Times/Krisnaji Iswandani)
Lebih lanjut, Dedi memohon agar pemerintah bisa lebih memperhatikan jaminan kesehatan para petani yang di mana banyak kesulitan dalam menggunakan BPJS saat berobat ke rumah sakit.
"Terakhir mohon perhatian kepada petani, peningkatan asuransi kesehatannya pak, karena banyak di antara para petani ini giliran sakit tidak tercover oleh BPJS. Mereka yang BPJS mandiri tidak terbayar, bahkan kadang ada bayi tertahan di rumah sakit. Tapi mudah-mudahan tahun ini tidak ada lagi," katanya.
Mengenai bantuan peralatan pertanian, Dedi meminta pemerintah pusat memberinya tambahan perlengkapan para petani di Jabar. Apalagi, wilayahnya merupakan limbung padi nasional.
"Berikutnya, karena Jabar penyanggah ibu kota lumbung padi nasional seluruh peralatannya harus ditambah, itu sudah harus yakin. Jabar loh Pak, Jawa paling Barat. Seluruh perlengkapan pak menteri mohon ditambah," kata dia.
Jika pemerintah menginginkan peningkatan produksi pertanian, Dedi juga mengusulkan agar area Perhutani, dan PTPN yang telah dilakukan alih fungsi diberikan kepada petani untuk mengelola produksi tanam jagung.
"Jadi pada musim tanam nanti November kami bisa menanam padi gogo rancah, Pemprov Jabar sudah menetapkan pada November nanti seluruh tanah kosong akan ditanami Padi Gogo Rancah oleh provinsi," tuturnya.
Presiden Prabowo menerima semua masukan dan permintaan dari Dedi Mulyadi. Hanya saja, dia cuma merespons soal permintaan pertama Dedi Mulyadi, yaitu soal penanganan penggunaan obat pestisida untuk hama sawah.
"Nanti kami pelajari soal obat pestisida bagaimana, apakah ada teknik alamiah organik dan sebagainya," kata dia.