Banjir Seatap di Sukabumi Mulai Surut, Warga Bersihkan Sisa Lumpur

Sukabumi, IDN Times - Banjir besar yang merendam ratusan rumah di Perumahan Pratama Indah Residence di Desa Bojong, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi mulai surut pada Jumat (7/3/2025) pagi. Warga kini mulai membersihkan lumpur tebal yang menutupi rumah dan jalanan akibat arus deras dari Sungai Cibojong.
Diketahui, bencana alam banjir dan longsor menerjang 18 wilayah Kabupaten Sukabumi pada Kamis (6/3/2025) malam. Setidaknya, 116 kepala keluarga dengan 204 jiwa terdampak, 159 jiwa mengungsi, 1 jiwa meninggal dunia dan 7 orang belum ditemukan.
Selain itu, 5 rumah rusak berat, 5 rumah rusak ringan, 120 rumah terendam, dan 12 fasilitas sosial dan masyarakat terdampak bencana.
Banjir di Desa Bojong, Kecamatan Cikembar terjadi setelah tanggul pembatas antara kawasan perumahan dan permukiman warga jebol tak mampu menahan debit air yang meningkat drastis dari Sungai Cibojong.
"Biasanya air Sungai Cibojong kecil, tapi karena volumenya besar, tanggulnya jebol. Air langsung masuk ke rumah warga," kata Hasan Sadidi (30), salah satu warga terdampak.
1. Ratusan rumah terendam, kendaraan rusak

Dampak banjir ini cukup parah. Lebih dari 100 rumah terendam, bahkan beberapa titik tergenang hingga setinggi atap. Derasnya arus membuat banyak kendaraan rusak dan mati total. Selain kendaraan, barang-barang rumah tangga juga banyak yang terendam dan rusak.
"Mobilnya terbawa air, ini juga ketahan motor, kalau nggak ada motor sudah hanyut. Malam banjir sampai seatap," kata Peri, warga setempat.
2. Sebagian warga mengungsi

Saat banjir melanda pada Kamis malam, sebagian warga langsung mengungsi ke rumah tetangga atau balai desa. Tim SAR juga sempat mengevakuasi beberapa warga yang terjebak ke tempat yang lebih aman.
"Alhamdulillah nggak ada korban jiwa kalau di tempat kami, cuma kerusakan rumah dan kendaraan," tambah Hasan.
3. Kesulitan air bersih untuk bersihkan lumpur

Meski air sudah surut, warga masih menghadapi tantangan lain, yaitu membersihkan sisa lumpur. Warga kini fokus membersihkan lumpur yang menebal di dalam rumah dan jalan.
"Kalau nggak pakai air bersih, lumpurnya tebal banget. Jadi sekarang nunggu bantuan air," kata Hasan.
Pemerintah setempat dan relawan masih membantu warga menangani dampak banjir. Sementara itu, kondisi tanggul yang jebol masih dalam pemantauan dan belum diperbaiki.



















