Bandung, IDN Times - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengaku khawatir dengan hasil pembacaan aplikasi mengenai kata kunci pencarian wisata Kota Bandung di media sosial. Menurutnya, salah satu kata kunci yang muncul justru mengarah pada wisata seks.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi merusak citra Kota Bandung sebagai destinasi wisata sekaligus meningkatkan risiko penyebaran HIV/AIDS. Karena itu, Pemkot Bandung akan memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi hingga penanganan perilaku berisiko.
Farhan mengatakan, berdasarkan hasil pembacaan aplikasi terhadap kata kunci pencarian wisata Kota Bandung, muncul berbagai istilah yang berkaitan dengan wisata seks. Menurutnya, temuan tersebut harus menjadi perhatian bersama dan tidak boleh dianggap sebagai hal yang lumrah.
"Dari hasil bacaan aplikasi kata kunci tentang wisata Kota Bandung, kata kunci Kota Bandung adalah wisata seks. Ini tidak hanya heteroseksual, dari itu juga ada homoseksual, ada swingers atau bertukar pasangan, sampai wisata seks pedofilia," ujar Farhan, Selasa (28/7/2026).
Menurutnya, keterbukaan informasi di media sosial memang tidak bisa dihindari. Namun, hal itu tidak boleh menjadi alasan untuk mengglorifikasi praktik-praktik seksual yang berisiko maupun merusak citra Kota Bandung.
"Keterbukaan ini diperlukan tapi tidak diglorifikasi," katanya.
