Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ada yang Positif, 30 Buruh Pabrik Garmen di KBB Lakukan Rapid Test

Ada yang Positif, 30 Buruh Pabrik Garmen di KBB Lakukan Rapid Test
Ilustrasi alat rapid test. ANTARA FOTO/Maulana Surya

Bandung Barat, IDN Times - Sebanyak 30 buruh pabrik garmen PT CCH Indonesia menjalankan rapid diagnostic test (RDT) menyusul satu orang buruh sebelumnya terindikasi positif COVID-19 berdasar rapid diagnostic test (RDT).

Kepala Personalia PT CCH Indonesia, Feri Sofwan Mudoffar mengatakan, rapid test kepada 30 buruh itu merupakan bentuk tindakan cepat dari perusahaan untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 lebih luas di lingkungan pabrik. Maka, buruh lain yang sempat melakukan kontak dengan pasien itu harus dites juga.

"Kalau di PT CCH sudah diterapkan standar kesehatan COVID-19 sejak bulan Februari lalu, pas pertama virus ini ramai diperbincangkan. Kita terapkan semuanya termasuk pshysical distancing, penggunaan masker dan yang lainnya," ungkap Feri, Rabu (29/4).

1. Suhu tubuh pasien meningkat usai jam istirahat

Ilustrasi perusahaan garmen. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Ilustrasi perusahaan garmen. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

Feri menyebutkan, buruh yang saat sudah dinyatakan positif dari hasil rapid test tersebut, terakhir masuk kerja pada Kamis (24/4) lalu. Setelah jam istirahat, buruh tersebut mengalami demam dengan suhu yang cukup tinggi.

"Saat masuk, suhu tubuhnya itu normal 36,6 derajat. Namun, pas mau masuk usai istirahat suhu tubuhnya tinggi menjadi 38 derajat lebih. Karena kita menerapkan SOP COVID-19, karyawan tersebut disarankan pulang dan memeriksakan diri ke dokter," kata Feri.

2. Perusahaan lakukan tracing di lingkungan pabrik

Buruh pabrik di Cikupa Tangerang. ANTARA FOTO/Fauzan
Buruh pabrik di Cikupa Tangerang. ANTARA FOTO/Fauzan

Menurutnya, selama ini PT CCH sudah menerapkan protokol kesehatan di lingkungan pabrik. Maka, Feri cukup kaget ketika mendengar hasil rapid test buruhnya menunjukkan ke arah positif.

"Usai mengetahui hasil rapid test positif dari pihak RSUD Cililin, pihak perusahaan langsung memetakan tracing pasien saat berada di tempat kerja," paparnya.

3. 26 teman kerja pasien dinyatakan negatif

IDN Times/Debbie Sutrisno
IDN Times/Debbie Sutrisno

Dari hasil tracing, sedikitnya ada 30 rekan kerjanya yang sempat berkontak dengan pasien. Feri mengatakan, 30 karyawan ini langsung diinstruksikan untuk melakukan rapid test di RSUD Cililin mengetahui peta persebaran di lingkungan pabrik.

"Kemarin baru 26 orang yang dites dan hasilnya negatif dan hari ini pemeriksaan bagi 4 orang lainnya," ungkap Feri.

4. Perusahaan bakal rapid test secara bertahap

Ilustrasi rapid test yang merupakan salah satu alat yang dibutuhkan di tengah pandemik COVID-19. IDN Times/Nofika Dian Nugroho)
Ilustrasi rapid test yang merupakan salah satu alat yang dibutuhkan di tengah pandemik COVID-19. IDN Times/Nofika Dian Nugroho)

Sementara itu, Kepala Disnakertrans KBB, Iing Solihin menyampaikan, usai melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait baik perusahaan dan Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB telah bersepakat untuk melakukan rapid test di perusahaan secara mandiri dan bertahap.

"Pekan lalu kita sudah rapat dengan APINDO terkait rapid test di perusahaan yang ada di Kabupaten Bandung Barat. Tentunya tidak bisa dilakukan secara sekaligus karena keterbatasan tenaga. Oleh karena itu dilakukan secara bertahap," kata Iing.

Kepada perusahaan, Iing menegaskan agar menerapkan standar protokol kesehatan demi melakukan pencegahan penyebaran virus. "Kalau ada perusahaan yang melanggar, tentunya sanksi. Perusahaan harus ingat, bahwa ini untuk kesehatan pekerjanya dan kesehatan semuanya," pungkasnya

Share
Topics
Editorial Team
Bagus F
EditorBagus F
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

Strategi ESG WTJJ dalam Menguatkan Bisnis Infrastruktur Air

07 Apr 2026, 18:43 WIBNews