SDN Sukabumi Ambruk, Disdik Janjikan Perbaikan Masuk Prioritas 2026

- Satu ruang kelas di SDN Batununggul ambruk akibat bangunan lapuk, membuat 18 siswa harus belajar di perpustakaan sementara.
- Disdik Sukabumi memastikan perbaikan sekolah masuk prioritas 2026, dengan dua ruang sudah diperbaiki dan satu lagi segera ditangani.
- Seluruh sekolah diimbau waspada terhadap kondisi bangunan saat cuaca ekstrem dan segera menutup ruang yang berisiko membahayakan siswa.
Kabupaten Sukabumi, IDN Times - Ambruknya satu ruang kelas di SDN Batununggul, Kabupaten Sukabumi jadi sorotan. Dinas Pendidikan memastikan perbaikan sekolah tersebut sudah masuk daftar prioritas pembangunan dan akan dituntaskan secara bertahap.
Diketahui, ambruknya atap sekolah itu terjadi karena struktur bangunan yang sudah lapuk. Akibatnya, sebanyak 18 orang siswa kehilangan ruang kelas dan terpaksa belajar di bangunan perpustakaan.
1. Perbaikan sudah dianggarkan

Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi merespons insiden ambruknya ruang kelas di SDN Batununggul, Desa Karangmekar, Kecamatan Cimanggu.
Kepala Disdik Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, mengatakan perbaikan sekolah tersebut sebenarnya sudah direncanakan. Dari total tiga ruang kelas yang diajukan, baru dua yang bisa diperbaiki melalui anggaran APBD.
“Dari tiga ruangan yang diajukan, baru dua yang terealisasi karena keterbatasan anggaran. Satu ruangan lainnya sudah masuk program prioritas dan akan dikerjakan,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
2. Satu ruangan belum tersentuh tapi terlanjur ambruk

Menurut Deden, pembangunan dilakukan secara bertahap sehingga satu ruang kelas belum sempat diperbaiki. Nahas, ruang tersebut lebih dulu ambruk sebelum mendapat penanganan.
Ia menegaskan, pemerintah tidak mengabaikan kondisi sekolah tersebut. Mereka tetap berkomitmen menuntaskan perbaikan seluruh ruang kelas yang rusak.
“Bangunannya berjajar, dua sudah diperbaiki, satu belum dan keburu roboh. Tapi itu tetap jadi prioritas untuk diselesaikan,” katanya.
3. Sekolah diminta waspada cuaca ekstrem

Di sisi lain, Disdik juga mengingatkan seluruh sekolah di Kabupaten Sukabumi untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi bangunan, terutama di tengah cuaca ekstrem.
Kepala sekolah diminta segera mengambil langkah jika menemukan bangunan yang berpotensi membahayakan siswa.
“Kalau ada yang berisiko, sebaiknya tidak dipakai dulu untuk kegiatan belajar. Keselamatan harus jadi prioritas,” ujar Deden.


















