Bayi Hampir Tertukar di RSHS Bandung, Dinkes Jabar Beri Teguran

- Dinkes Jawa Barat menegur RSHS Bandung setelah insiden bayi hampir tertukar di ruang NICU viral di media sosial.
- Pihak RSHS telah meminta maaf langsung kepada keluarga pasien dan kedua belah pihak sepakat menyelesaikan masalah secara damai.
- Dinkes menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh serta penerapan ketat SOP dalam setiap tahap pelayanan, terutama penyerahan bayi kepada keluarga.
Bandung, IDN Times - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat turut memberikan teguran terhadap Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung (RSHS). Hal ini dilakukan setelah adanya insiden bayi yang nyaris tertukar di ruang NICU yang kemudian viral di media sosial.
Kepala Dinkes Jabar Vini Adiani Dewi mengatakan, setelah kejadian ini viral di media sosial, dinas langsung berkoordinasi dengan rumah sakit milik Kemenkes tersebut. Pihak RSHS pun melaporkan akan terlebih dahulu berkunjung ke rumah korban.
"Kami tadi sudah berkoordinasi, jadi rencana dari pihak kami akan berkunjung ke RSHS, kalau dari pihak RSHS sudah berkunjung ke rumah pasien," ujar Vini, Kamis (9/4/2026).
1. Kedua belah pihak sudah saling memanfaatkan

Pihak rumah sakit dan keluarga pasien, berdasarkan informasi yang diterima Vini, telah terjadi komunikasi dan penyelesaian awal, termasuk permintaan maaf secara langsung dari pihak RSHS.
"Kalau kami dalam rangka perbaikan mutu layanan, kalau mereka tadi sudah ada kesepakatan saling memaafkan, memperbaiki. Dari pihak RSHS juga memohon maaf atas ketidaknyamanannya, dari pasien juga sama sudah mem-viralkan jadi sudah clear, alhamdulillah," katanya.
Kendati begitu, Dinkes menegaskan insiden ini tidak boleh berhenti hanya pada penyelesaian personal, melainkan harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh.
2. Dinkes Jabar soroti SOP pelayanan

Dinkes Jabar pun menyoroti pentingnya standar operasional prosedur (SOP) dalam setiap tahapan pelayanan pada pasien, termasuk dalam penanganan bayi di ruang NICU. Sebab hal ini merupakan dasar pelayanan terhadap masyarakat.
"Namanya mutu layanan berarti pelaksanaan pelayanan kesehatan kepada pasien, dari segi keselamatan pasien, keselamatan dalam berbagai hal, itu yang nanti kita ingatkan di RSHS," jelas Vini.
Dia menegaskan, seluruh proses pelayanan harus mengacu pada SOP yang ketat, termasuk dalam hal penyerahan bayi kepada keluarga. Vini pun turut menyoroti hal tersebut.
"Dari mulai pemeriksaan kepada pasien, tindakan itu ada SOP-nya harus seperti apa, termasuk tadi ya memberikan bayi juga pasti ada SOP-nya, kita lihat nanti SOP-nya ada tidak," tegasnya.
3. Pemprov Jabar hanya pembina dan pengawas

Terkait detail kejadian di lapangan, Dinkes Jabar menyerahkan sepenuhnya kepada pihak rumah sakit untuk memberikan penjelasan kepada publik.
"Kalau itu (tanyakan) ke RSHS, saya hanya pembina dan pengawas, kalau soal kejadiannya ke RSHS saja," ucapnya.
Sebagai informasi, seorang perempuan Nina Salehah (37 tahun) menceritakan kejadian bayinya hampir tertukar di RSHS di media sosial, TikTok. Dia bercerita peristiwa itu terjadi pada Rabu 8 April 2026 di Gedung Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) RSHS Bandung.
Saat itu, Nina sedang menanti proses kepulangan bayinya yang tengah dirawat. Akan tetapi, Nina merasa lapar dan memutuskan untuk membeli makanan.
Saat menyantap makanan, Nina memiliki firasat tidak enak sehingga memutuskan untuk kembali ke gedung itu. Setibanya di gedung tempat bayinya berada, Nina sudah mendapati sang anak berada di tangan orang lain.
Nina pun menanyakan kepada perawat mengapa bayinya diserahkan ke orang dengan keadaan gelang identitas sudah tidak ada. Namun, perawat itu menjelaskan bahwa sudah memanggil Nina tetapi tidak ada respons. Akhirnya, perawat itu menyerahkan bayi Nina kepada orang lain.

















