Supendi Korban Longsor Sumedang Ditemukan dalam Kondisi Meninggal

- Tim SAR Gabungan berhasil menemukan Supendi, korban longsor di Desa Mekarrahayu, Sumedang Selatan, dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis siang dan langsung dievakuasi ke rumah duka.
- Operasi pencarian dilakukan sejak pagi dengan metode Manual Search dan Technical Search, disertai penerapan protokol keselamatan ketat untuk mengantisipasi potensi longsor susulan.
- Longsor terjadi Rabu sore akibat hujan deras yang menimpa dua rumah warga, menyebabkan tujuh orang selamat sementara satu korban ditemukan meninggal dunia setelah proses pencarian intensif.
Sumedang, IDN Times - Basarnas bersama SAR Gabungan berhasil mengevakuasi Supendi korban bencana tanah longsor yang terjadi di Dusun Cirangon RT 01 RW 07, Desa Mekarrahayu, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung, Ade Dian Permana menyampaikan bahwa pada pukul 14.39 WIB, Tim SAR Gabungan menemukan dan mengevakuasi satu korban dalam keadaan meninggal dunia di sekitar lokasi kejadian.
"Korban atas nama Supendi, laki-laki, usia 63 tahun, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan segera dievakuasi oleh tim," ujar Ade, Kamis (9/4/2026).
1. Operasi SAR resmi ditutup

Selanjutnya, Ade mengatakan, pada pukul 14.43 WIB, korban diserah-terimakan kepada pihak keluarga di rumah duka untuk dilakukan penanganan lanjutan. Dengan ditemukannya seluruh korban, pada pukul 15.00 WIB Tim SAR Gabungan melaksanakan debriefing operasi SAR.
"Berdasarkan hasil evaluasi, operasi SAR diusulkan untuk ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing," kata Ade.
Sebelumnya, Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian Supendi karena pada saat kejadian belum bisa langsung ditemukan.
"Pada pukul 07.00 WIB, Tim SAR gabungan melaksanakan assesment di sekitar lokasi kejadian (LKP), dilanjutkan dengan pemetaan area kerja serta briefing terkait kekuatan personel, SOP, dan pembagian tugas," ucap Ade.
2. Supendi dinyatakan hilang selama dua hari

Selanjutnya pada pukul 07.30 WIB, Ade mengatakan, tim memulai pencarian dengan menggunakan metode manual search dan technical search. Dalam pelaksanaan operasi, tim SAR juga menerapkan langkah-langkah keselamatan dengan menyiapkan jalur evakuasi darurat.
"Seperti menempatkan safety officer untuk memantau potensi longsor susulan, serta menyiagakan ambulans dan tim medis di lokasi. Operasi akan dihentikan sementara apabila terjadi kondisi yang membahayakan, seperti pergerakan tanah atau cuaca buruk," katanya.
Ade menyampaikan, seluruh unsur SAR gabungan berupaya maksimal dalam proses pencarian dengan tetap mengutamakan keselamatan personel. Pada hari kedua operasi ini, Basarnas bersama tim SAR gabungan terus melakukan pencarian secara optimal dengan metode manual dan teknis.
"Namun demikian, faktor keselamatan tetap menjadi prioritas utama mengingat kondisi tanah yang masih labil dan berpotensi terjadi longsor susulan," ucapnya.
3. Kejadian longsor membuat dampak serius kepada masyarakat sekitar

Sebelumnya kejadian longsor terjadi pada Rabu, 8 April 2026 sekitar pukul 17.30 WIB, akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut.
Material longsor menimpa dua unit rumah warga, mengakibatkan tujuh orang selamat-empat orang berhasil dievakuasi di lokasi, sementara tiga orang lainnya mendapatkan penanganan medis di RSUD Umar Wirahadikusumah.

















