Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

50 Negara Kerja Sama Islam Kumpul di Bandung

50 Negara Kerja Sama Islam Kumpul di Bandung
Sekretaris Jenderal, Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Ma’ruf Cahyono (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Bandung, IDN Times - Sekitar 50 negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) akan berkumpul di Bandung. Mereka akan menghadiri Konferensi International Ketua Majelis Permusyawaratan Dewan Syuro di Gedung Merdeka, Kota Bandung, 24 - 26 Oktober 2022.

Sekretaris Jenderal Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Ma’ruf Cahyono mengatakan, tidak hanya dihadiri oleh negara anggota OKI, Presiden Joko "Jokowi" Widodo juga akan membuka kegiatan ini.

"Sekitar 50 Negara rencananya akan menghadiri Konferensi Internasional ini. Presiden Jokowi juga akan membuka kegiatan di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika Kota Bandung ini," ujar Ma’ruf dalam acara Jabar Punya Informasi (Japri), Jumat (23/10/2022).

1. Bandung dipilih karena lekat dengan sejarah

Sekretaris Jenderal, Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Ma’ruf Cahyono (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
Sekretaris Jenderal, Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Ma’ruf Cahyono (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Selain itu, Ma'ruf mengungkap alasan memilih Kota Bandung sebagai tempat Konferensi International Ketua Majelis Permusyawaratan Dewan Syuro OKI. Ia menjelaskan, Bandung memiliki nilai historis bagi kerjasama antarnegara.

"Di Bandung tahun 1955, ada Konferensi Asia Afrika. Kita ingin sejarah itu paling tidak secara historis bisa menjadi spirit bahwa persatuan, kerja sama negara-negara itu juga tentu juga ada pijakan sejarah," ungkapnya.

2. Kota Bandung juga patut untuk dipromosikan

Sekretaris Jenderal, Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Ma’ruf Cahyono (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
Sekretaris Jenderal, Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Ma’ruf Cahyono (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Selain itu, MPR juga dikabarkan pernah berkantor di Gedung Asia Afrika pada tahun 1960-1971. Hal itu menjadi alasan lain mengapa penyelenggaraan kegiatan ini ada di Bandung, tidak daerah lain di Indonesia.

"Bandung dengan segala macam kearifan lokal, heritage-heritage yang ada, patut dipromosikan ke mancanegara," ucapnya.

3. Akan ada join statement di hari terakhir pertemuan

Sekretaris Jenderal, Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Ma’ruf Cahyono (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
Sekretaris Jenderal, Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Ma’ruf Cahyono (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Konferensi Internasional negara OKI merupakan salah satu gagasan dari MPR RI sebagai bagian sinergitas antar-perlemen di seluruh dunia.

"Pertemuan ini baru membicarakan tentang urgensi keberadaan forum, belum ada isu khusus. Oleh karena itu kami tidak mencantumkan tema secara khusus," katnya.

Akan tetapi, katanya, orientasi ke depan harus diutamakan tentang bagaimana tatanan dunia yang damai, adil, dan penguatan hubungan antar parlemen yang untuk menghadapi tantangan tantangan ke depan.

"Nanti di hari terakhir, akan ada join statements di antara para delegasi yang tentu isinya akan dirumuskan secara bersama sama oleh delegasi," kata dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

Strategi ESG WTJJ dalam Menguatkan Bisnis Infrastruktur Air

07 Apr 2026, 18:43 WIBNews