Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Gudang di Bandung Disegel, Produksi 600 Ribu Butir Obat Terlarang
Pengungkapan gudang pembuat obat-obatan terlarang tramadol dan heximer di Kota Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno
  • Polrestabes Bandung menggerebek tiga gudang di Bizpark Kopo yang diduga memproduksi Hexymer dan Tramadol, setelah menyita 600 ribu butir Hexymer siap edar di Tol Purbaleunyi.
  • Lima orang berinisial P, R, MF, F, dan A diamankan dengan dugaan peran sebagai pembeli, peracik, pengantar, hingga koordinator pengiriman dalam jaringan tersebut.
  • Polisi menyita bahan baku, mesin cetak, prekursor, laptop, rekening, dan puluhan ponsel; kapasitas produksi diduga mencapai 8 juta butir per hari atau sekitar 256 juta butir.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Jajaran Satres Narkoba Polrestabes Bandung menggerebek sejumlah gudang di kawasan pergudangan Bizpark, Kopo, Kota Bandung. Lokasi tersebut diduga digunakan untuk memproduksi obat keras jenis Hexymer dan Tramadol.

Pengungkapan ini bermula dari penangkapan seorang tersangka di Kilometer 125 Tol Purbaleunyi pada Jumat (16/10/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Polisi menemukan 600 ribu butir Hexymer yang telah dikemas dan siap diedarkan.

Kapolda Jawa Barat Irjen Hengki mengatakan, dari penangkapan tersebut polisi kemudian melakukan pengembangan hingga akhirnya menggerebek tiga lokasi yang berada di sekitar kompleks pergudangan Bispak pada Minggu (18/10/2026).

1. Lima orang diamankan dalam penggerebekan

Pengungkapan gudang pembuat obat-obatan terlarang tramadol dan heximer di Kota Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno

Dari hasil pengembangan, polisi mengamankan empat orang tambahan di kawasan pergudangan tersebut. Dengan demikian, total ada lima orang yang telah diamankan dalam kasus ini. Adapun inisial pelaku adalah P, R, MF, F, dan A.

"Jajaran Satres Narkoba Polrestabes Bandung mengamankan seorang tersangka atau pelaku di Kilometer 125 Tol Purbaleunyi. Dari pengembangan hasil pemeriksaan, kami mengamankan kembali di tiga TKP yang ada ini berdekatan semua di sekitar kompleks pergudangan Bispak Kota Bandung," kata Hengki saat memberikan keterangan di lokasi.

Menurutnya, kelima orang tersebut diduga memiliki peran berbeda dalam jaringan produksi dan distribusi obat tersebut.

"Ada sebagai pembeli, ada sebagai peracik, ada pengantar atau koordinator pengiriman barang-barang yang sesuai pesanan yang dituju sesuai pemesanan oleh para pembeli," ujarnya.

Polisi masih melakukan pemeriksaan secara intensif untuk mengetahui keterlibatan masing-masing orang yang diamankan.

2. Polisi temukan mesin cetak hingga bahan baku

Pengungkapan gudang pembuat obat-obatan terlarang tramadol dan heximer di Kota Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno

Dalam penggerebekan tersebut, polisi tidak hanya menemukan obat yang sudah jadi. Petugas juga mengamankan sejumlah peralatan yang diduga digunakan dalam proses produksi.

Hengki menyebut, barang bukti yang diamankan antara lain bahan baku dalam jumlah besar, alat cetak, tempat penyimpanan, drum berisi prekursor, hingga mesin pemanas.

"Termasuk alat cetak, nanti bisa kita lihat di dalam sebagai informasi awal. Lebih detailnya kita akan melakukan pemeriksaan terutama Polrestabes bersama Direktorat Narkoba Polda Jawa Barat secara intensif," katanya.

Polisi juga menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas penjualan. Di antaranya buku tabungan, rekening, satu unit laptop, serta puluhan telepon seluler.

"Ini ada rekening, ini ada satu buah laptop mungkin data-data penjualan, bersama alat-alat komunikasi berupa handphone, smartphone dan sebagainya ini puluhan handphone yang kita amankan," ujar Hengki.

Dari hasil pemeriksaan sementara, gudang tersebut diketahui baru disewa sekitar 22 hari. Namun, polisi masih mendalami kemungkinan gudang telah digunakan lebih lama.

"Kan bisa saja dibuat berlaku surut, kita belum tahu mungkin sudah lama beroperasi. Kita akan dalami semua," katanya.

3. Potensi produksi mencapai 250 juta butir

Pengungkapan gudang pembuat obat-obatan terlarang tramadol dan heximer di Kota Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno

Besarnya barang bukti dan peralatan yang ditemukan, polisi menduga tempat tersebut memiliki kapasitas produksi yang sangat besar. Hengki mengatakan, berdasarkan penjelasan Kasat Narkoba Polrestabes Bandung, mesin yang ditemukan di lokasi dapat mencetak hingga 8 juta butir obat per hari.

Bahkan, jika seluruh bahan baku yang ditemukan digunakan untuk produksi, jumlah obat yang dapat dihasilkan diperkirakan mencapai sekitar 250 juta butir.

"Kalau dicetak dengan bahan baku yang ada, bisa hampir 256 juta butir obat-obat baik Hexymer maupun Tramadol," ujar Hengki.

Polisi juga menduga peredaran obat tersebut tidak hanya menyasar wilayah Jawa Barat. Sebab, 600 ribu butir Hexymer yang diamankan saat penangkapan pertama diketahui sedang dibawa menuju Jakarta.

"Artinya tidak hanya beredar kalau melihat dari barang bukti tidak hanya beredar di wilayah Jawa Barat saja. Ini sudah dibawa menuju Tol Purbaleunyi, itu kan akan menuju Jakarta. Mungkin akan digeser ke daerah-daerah lain, kita akan dalami," katanya.

Hengki memastikan pengembangan kasus masih terus dilakukan untuk mengungkap jaringan di balik produksi dan distribusi obat tersebut. Polisi juga berencana memberikan penghargaan kepada personel yang terlibat dalam pengungkapan kasus tersebut.

Curated For You

Editorial Team

Related Article