Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Keji! Ibu Hamil 8 Bulan di Sukabumi Nyaris Tewas Dibacok Suami Sendiri

Kab. Sukabumi
3 min read
Keji! Ibu Hamil 8 Bulan di Sukabumi Nyaris Tewas Dibacok Suami Sendiri
Tempat kejadian perkara ibu hamil dibacok suami di Sukabumi (IDN Times/Siti Fatimah)
  • NK (30), ibu hamil delapan bulan di Surade, Sukabumi, mengalami penganiayaan berat diduga dilakukan suaminya, N (42), menggunakan golok di dalam rumah.
  • Tetangga mendengar teriakan korban, lalu mendatangi rumah. Saat NK keluar bersimbah darah, pelaku menyusul membawa golok yang kemudian dilucuti warga.
  • Polres Sukabumi melakukan olah TKP dan meminta keterangan pihak terkait. Korban yang terluka di leher, dahi, dan wajah telah pulang serta bisa dimintai keterangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sukabumi, IDN Times - Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang memilukan terjadi di Kampung Bojongsempor, Desa Sirnasari, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Seorang ibu rumah tangga berinisial NK (30 tahun) yang tengah hamil tua menjadi korban penganiayaan brutal oleh suaminya sendiri, N (42).

Korban mengalami luka parah bersimbah darah di sekujur tubuh akibat sabetan senjata tajam jenis golok. Berikut rangkuman kronologi dan penanganan kasus KDRT sadis di Sukabumi ini.

  1. 1. Warga kaget dengar teriakan histeris dari dalam rumah

    IMG_8169.jpeg
    Tempat kejadian perkara ibu hamil dibacok suami di Sukabumi (IDN Times/Siti Fatimah)

    Peristiwa mencekam ini pertama kali disadari oleh tetangga korban, Sudirman (61). Saat sedang duduk santai di depan rumahnya, ia mendadak dikejutkan oleh suara jeritan minta tolong yang bersumber dari kediaman korban dengan nada yang semakin lama semakin keras.

    Mendengar situasi yang tidak beres, Sudirman bergegas mendatangi lokasi dan berniat mendobrak jendela karena pintu depan terkunci rapat dari dalam.

    "Waktu itu saya lagi duduk biasa di depan rumah, tiba-tiba ada suara tolong-tolong. Saya kaget dan langsung menghampiri rumahnya. Suara minta tolongnya makin keras," ujar Sudirman, Minggu (18/10/2026).

  2. 2. Korban keluar bersimbah darah, pelaku bawa golok

    Ilustrasi pembacokan. (IDN Times/Mia Amalia)
    Ilustrasi pembacokan. (IDN Times/Mia Amalia)

    Sebelum sempat memecahkan kaca, pintu rumah tiba-tiba terbuka. Korban NK muncul dalam kondisi mengenaskan, berdarah-darah dari bagian kening hingga sekujur tubuhnya. Belum sempat jauh melangkah, sang suami keluar mengekor di belakangnya sambil menenteng senjata tajam.

    Melihat ancaman nyata di depan mata, Sudirman nekat pasang badan dan melucuti golok dari tangan pelaku seorang diri.

    "Korban keluar dalam kondisi berdarah-darah, dari kening sampai bagian tubuh lainnya. Baru jalan sekitar enam langkah, suaminya keluar menyusul sambil membawa golok," ungkap Sudirman.

    "Saya ada inisiatif untuk melepaskan golok dari tangannya. Saya pukul menggunakan kedua tangan saya. Kalau cuma satu tangan pasti tidak bakal lepas. Setelah goloknya lepas, suaminya cuma diam saja," tuturnya.

  3. 3. Polisi bergerak cepat, korban sudah bisa dimintai keterangan

    (Ilustrasi pembacokan) IDN Times/istimewa
    (Ilustrasi pembacokan) IDN Times/istimewa

    Warga yang geram dan panik segera mengevakuasi korban ke fasilitas medis terdekat guna mendapatkan perawatan darurat. Sementara itu, jajaran Satreskrim Polres Sukabumi bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memanggil sejumlah pihak terkait untuk dimintai keterangan.

    Meski sempat mengalami luka parah di bagian leher, dahi, dan wajah, kondisi korban kini dilaporkan sudah berangsur membaik dan diperbolehkan pulang.

    "Atas instruksi dari Bapak Kapolres, kami dari Satreskrim Polres Sukabumi menindaklanjuti informasi tersebut. Saat ini kami sudah mengundang semua pihak, baik korban, terduga pelaku, tokoh masyarakat, hingga pihak pemerintahan desa," kata Kasat Reskrim Polres Sukabumi, Iptu Dudi Suharyana.

    "Pihak korban saat ini sudah kembali ke rumahnya dan sudah bisa dimintai keterangan. Terkait hal-hal lain dalam proses penyidikan, kami sedang melakukan pendalaman lebih lanjut," katanya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More