Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pemkot Bandung Tertibkan Saritem Usai Penggerebekan Narkoba

Kota Bandung
3 min read
Pemkot Bandung Tertibkan Saritem Usai Penggerebekan Narkoba
Polisi Gerebek Saritem Bandung, Puluhan Orang Positif Narkoba
  • Pemkot Bandung menertibkan Saritem setelah penggerebekan Polrestabes menemukan dugaan peredaran narkoba; PSK yang diamankan akan dipulangkan sesuai domisili KTP karena tidak ber-KTP Kota Bandung.
  • Pemkot akan memeriksa legalitas penggunaan bangunan yang diduga menjadi lokasi prostitusi serta bersama kepolisian mengidentifikasi terduga muncikari terkait dugaan tindak pidana perdagangan orang.
  • Dalam razia terbaru, tiga orang positif narkoba dan sejumlah PSK diperiksa; razia sebelumnya menemukan 21 pengguna narkoba. Pemkot menyatakan operasi rutin dan pembinaan akan terus dilakukan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Pemerintah Kota Bandung menertibkan kawasan Saritem setelah Polrestabes Bandung membongkar adanya dugaan peredaran narkoba. Sejumlah Pekerja Seks Komersial (PSK) pun dipastikan dipulangkan ke kampung halaman masing-masing.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, mereka telah mengamankan sejumlah pekerja seks komersial untuk dipulangkan ke daerah asal masing-masing, sesuai dengan domisili yang ada di KTP.

"Malam tadi, di Saritem itu sudah diamankan para PSK untuk dikembalikan ke daerah masing-masing karena ternyata para PSK itu semuanya tidak ada yang ber-KTP Kota Bandung," kata Farhan ditemui di Hotel Horison, Kota Bandung, Sabtu (17/10/2026).

  1. 1. PBG semua bangunan Saritem ikut diperiksa

    IMG-20261009-WA0054.jpg
    Polisi Gerebek Saritem Bandung, Puluhan Orang Positif Narkoba

    Selain penertiban terhadap PSK, Pemkot juga akan memeriksa legalitas pemanfaatan ruang dan fungsi bangunan yang diduga digunakan sebagai tempat praktik prostitusi. Farhan mengatakan, pemeriksaan dilakukan untuk memastikan penggunaan bangunan sesuai dengan peruntukannya.

    "Kemudian kami akan meninjau PBG semua bangunan yang diduga digunakan sebagai tempat praktik," ucapnya.

    Tidak hanya itu, Pemkot Bandung bersama kepolisian akan mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga berperan sebagai muncikari. Sebab, Farhan menilai, ada dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di kawasan tersebut.

    "Selanjutnya bersama dengan kepolisian kami akan mulai mengidentifikasi para orang yang terduga muncikari. Nah, karena yang harus dipidana pertama kali adalah para muncikarinya yang diduga telah melakukan tindak pidana perdagangan orang (TPPO)," tuturnya.

  2. 2. Pemkot Bandung akan gencarkan operasi di wilayah sekitar

    IMG-20261009-WA0055.jpg
    Polisi Gerebek Saritem Bandung, Puluhan Orang Positif Narkoba

    Farhan mengakui, penertiban kawasan yang diduga kembali beroperasi itu tidak muda, dan aktivitas tersebut berpotensi berlangsung secara tersembunyi setelah operasi petugas selesai dilakukan.

    "Tidak ada pilihan lain selain kami rajin melakukan operasi. Saya setiap malam Minggu kan pasti operasi. Nah, pada saat operasi itu kita selalu datang ke titik-titik rawan yang diduga sering menjadi tempat operasi, baik itu PSK perempuan maupun laki-laki maupun waria," ujarnya.

    Dalam operasi tersebut, Farhan mengklaim petugas juga mengedepankan pembinaan terhadap orang-orang yang terjaring. Menurut dia, pendekatan tersebut diperlukan untuk mencegah munculnya tindakan main hakim sendiri atau persekusi oleh masyarakat.

    "Nah, itu kita lakukan pembinaan. Karena kalau kita tidak bisa pemidanaan, kita lakukan pembinaan sedemikian rupa sehingga menghindarkan terjadinya persekusi oleh masyarakat terhadap para terduga pelaku perdagangan orang untuk prostitusi," kata dia.

  3. 3. Saritem sempat ditutup pada 2007

    Ilustrasi PSK. (IDN Times/Mardya Shakti)
    Ilustrasi PSK. (IDN Times/Mardya Shakti)

    Sebelumnya, Polrestabes Bandung melakukan penggerebekan di kawasan Saritem, pada Jumat (16/10/2026) malam. Ada tiga orang dinyatakan positif narkoba. Sementara ada sejumlah PSK yang diamankan dan dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.

    Tidak hanya kemarin, razia juga dilakukan di tempat yang sama di mana saat itu, ada 21 orang yang juga positif mengonsumsi barang haram. Sebagai informasi, Pemerintah Kota Bandung secara resmi menutup lokalisasi tersebut pada 17 April 2007.

    Penutupan itu dipimpin Wali Kota Dada Rosada. Pemkot melakukan penutupan setelah muncul desakan dari masyarakat dan sejumlah organisasi kemasyarakatan yang menuntut kawasan tersebut dibebaskan dari praktik prostitus.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More