Satu Juta Warga Jabar Terdampak Kekeringan, PDAM Diminta Turun Tangan

Kekeringan di Jawa Barat hingga 13 Oktober 2026 berdampak pada 1.294.655 warga atau 394.052 KK, tersebar di 276 kecamatan serta 840 desa dan kelurahan.
Pemprov Jabar meminta PDAM di 27 kabupaten/kota menyiapkan mitigasi dan suplai mobil tangki saat sumber air terbatas, dengan koordinasi lintas lembaga diperkuat.
Pemerintah dan instansi terkait telah mendistribusikan 38.695.275 liter air bersih; daerah juga diminta menormalisasi sungai selama kemarau untuk mengantisipasi banjir.
Bandung, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong seluruh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di 27 kabupaten dan kota turun tangan membantu masyarakat yang terdampak kekeringan. BPBD Jabar mencatat ada 1.294.655 jiwa atau 394.052 kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan hingga 13 Oktober 2026.
Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan, seluruh pihak mengantisipasi keterbatasan sumber air dengan menyiapkan distribusi menggunakan mobil tangki apabila pasokan dari mata air maupun sumber lainnya tidak mencukupi.
"Jika sumber mata air dan sumber air lainnya terbatas, kebutuhan masyarakat harus dipenuhi melalui suplai air menggunakan tangki," kata Herman, Kamis (15/10/2026).
1. Minta PDAM segera bantu kekeringan

Ilustrasi kekeringan (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah) Ia menekankan kesiapan penanganan kekeringan tidak bisa hanya mengandalkan intervensi pemerintah provinsi. Pemerintah kabupaten/kota perlu mengambil langkah antisipatif sesuai kondisi dan kebutuhan wilayah masing-masing.
"PDAM di 27 kabupaten/kota diharapkan memiliki kesiapan dan langkah mitigasi. Pemerintah provinsi mengingatkan agar semua pihak tidak mengabaikan persoalan ini," katanya.
Menurut Herman, koordinasi antarlembaga perlu diperkuat agar kebutuhan air masyarakat dapat dipenuhi tanpa harus menunggu persoalan berkembang menjadi kondisi darurat.
"Kita juga harus membangun kerja sama. Jangan sampai persoalan yang sebenarnya bisa ditangani bersama justru dibiarkan hingga harus menunggu intervensi gubernur," ucapnya.
2. Potensi bencana banjir juga harus diantisipasi

Ilustrasi Kekeringan. (IDN Times/Anjani Asra) Ia mencontohkan pengalaman penanganan kebakaran di Kabupaten Kuningan yang membutuhkan dukungan tambahan pasokan air dari pemerintah provinsi.
Saat itu, pemerintah provinsi mengirimkan empat mobil tangki air untuk membantu penanganan di lapangan. Dukungan tersebut memungkinkan petugas pemadam kebakaran tetap bersiaga di lokasi, sementara pasokan air dilakukan secara bergantian.
Selain kebutuhan rumah tangga, Herman mengatakan Dinas SDA telah diminta berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk memastikan jaringan irigasi berfungsi dengan baik. Distribusi air juga perlu dikelola secara tepat ketika ketersediaannya terbatas.
Di sisi lain, pemerintah daerah diminta memanfaatkan sisa musim kemarau untuk mengantisipasi potensi banjir ketika musim hujan tiba. Normalisasi sungai perlu segera dilakukan sesuai kewenangan masing-masing, baik sungai yang menjadi kewenangan pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi.
"Kita harus memanfaatkan waktu selama musim kemarau untuk memastikan potensi banjir bisa diantisipasi," jelasnya.
3. Pemprov Jabar sudah bantu distribusikan air bersih

Ilustrasi kekeringan (ANTARA FOTO/Kornelis Kaha) Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat Teten Ali Mulku Engkun mengatakan kekeringan telah melanda 276 kecamatan yang tersebar di 840 desa dan kelurahan. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat terdampak, pemerintah bersama sejumlah instansi telah mendistribusikan puluhan juta liter air ke berbagai daerah.
"Untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat terdampak, pemerintah bersama sejumlah instansi telah mendistribusikan 38.695.275 liter air ke berbagai daerah," kata Teten.
Berdasarkan data distribusi air bersih, Kabupaten Bekasi menerima 15.869.275 liter air bersih, disusul Kabupaten Bogor sebanyak 7.615.000 liter dan Kabupaten Ciamis sebanyak 3.003.000 liter.
Distribusi juga dilakukan ke Kabupaten Pangandaran sebanyak 2.393.000 liter, Kabupaten Purwakarta 1.787.000 liter, serta Kota Tasikmalaya sebanyak 1.404.000 liter.
Total distribusi air bersih di Jawa Barat mencapai 38.695.275 liter. Angka tersebut mencakup penyaluran ke berbagai daerah, sementara rincian yang tersedia baru mencakup enam kabupaten/kota.

















