Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

39 Rutilahu di Ciamis Masuk Sasaran Perbaikan Gerakan Poe Ibu Jabar

Kota Bandung
3 min read
39 Rutilahu di Ciamis Masuk Sasaran Perbaikan Gerakan Poe Ibu Jabar
Wajah baru Gedung Sate di era kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi. Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil
  • Sebanyak 39 rutilahu di Desa Kaso, Ciamis, menjadi sasaran perbaikan Pemprov Jabar; 30 milik warga kurang mampu dan sembilan terdampak pergeseran tanah.
  • Tahap pertama mencakup 11 rumah, setelah satu rumah milik Teddy direnovasi. Pendanaan berasal dari urunan ASN melalui Program Poe Ibu, melibatkan perangkat daerah dan Pramuka.
  • Gerakan Poe Ibu berjalan sejak Oktober 2025 dengan iuran sukarela Rp1.000 per hari; dana juga membangun 18 rumah dan fasilitas sanitasi di Cikelet, Garut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Sebanyak 39 rumah di Desa Kaso, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis, masuk sasaran perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu) Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dari jumlah tersebut, sembilan rumah di antaranya terdampak bencana pergeseran tanah.

Pada tahap pertama, perbaikan akan menyasar 11 rumah. Renovasi ini didanai melalui urunan aparatur sipil negara (ASN) Pemprov Jabar lewat Program Poe Ibu, dengan melibatkan sejumlah perangkat daerah dan organisasi.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, satu rumah milik warga bernama Teddy telah lebih dulu direnovasi. Selanjutnya, perbaikan akan dilakukan terhadap 11 rumah lainnya pada tahap pertama.

Dari 11 rumah tersebut, tiga rumah akan ditangani Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Barat. Sementara delapan rumah lainnya mendapat dukungan dari perangkat daerah Pemprov Jabar.

  1. 1. Program ini gotong royong membantu masyarakat langsung

    IMG-20261005-WA0014.jpg
    Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

    Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Dinas Pendidikan Jabar masing-masing akan membangun satu rumah. Adapun enam rumah lainnya ditangani melalui kolaborasi sejumlah perangkat daerah.

    "Semangat rereongan ini menjadi wujud kepedulian bersama bahwa upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah secara kelembagaan, tetapi juga merupakan gerakan kolektif yang melibatkan seluruh unsur aparatur," kata Dedi, dikutip Kamis (15/10/2026).

    Dari total 39 rumah yang masuk sasaran, sebanyak 30 merupakan rumah milik warga kurang mampu, sedangkan sembilan lainnya terdampak pergeseran tanah.

    Namun, belum seluruh rumah tersebut masuk tahap pertama perbaikan. Pemprov Jabar belum merinci jadwal penanganan untuk rumah yang belum menjadi prioritas maupun target penyelesaian keseluruhan program.

  2. 2. Targetnya untuk perbaikan rutilahu

    IMG-20260919-WA0050.jpg
    Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil

    Sebelumnya, uang hasil dari Gerakan Rereongan Sapoe Sarebu atau Sehari Seribu dari ASN Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga digunakan untuk membangun 18 rumah tidak layak huni bagi warga Desa Girimukti, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut.

    Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan program yang mendorong agar ASN mengalokasikan seribu rupiah setiap harinya merupakan bagian dari upaya pemprov meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, khususnya dari sisi perumahan, permukiman, sanitasi, kesehatan hingga ketahanan pangan.

    "Diinisiasi Pak Gubernur, kita mengadakan program namanya Poe Ibu, Sapoe Sarebu. Hasil dari Sapoe Sarebu dialokasikan untuk membantu warga masyarakat yang rumahnya kurang layak," kata Herman dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).

  3. 3. Program ini sudah berjalan sejak tahun kemarin

    IMG-20260922-WA0034.jpg
    Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil

    Menurut Herman, dana yang terkumpul dari Gerakan Poe Ibu digunakan untuk membantu pembangunan sekitar 18 rumah warga di Cikelet. Selain pembangunan rumah, program tersebut juga mencakup penyediaan sarana sanitasi seperti mandi, cuci, kakus (MCK).

    Herman mengatakan pembangunan rumah dan fasilitas sanitasi tersebut diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat yang selama ini menantikan peningkatan kualitas hunian.Dia menilai hunian yang layak memiliki kaitan erat dengan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

    "Masyarakat menunggu adanya peningkatan kualitas kehidupan, utamina di bidang kesehatan, perumahan, dan permukiman," katanya.

    Gerakan Poe Ibu di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah berjalan sejak Oktober 2025. Gerakan ini mendorong para pegawai menyisihkan seikhlasnya satu hari Rp1.000 rupiah yang dikumpulkan dalam rekening khusus di Bank bjb.

    Pada Rabu (19/11/2025) gerakan tersebut sudah mengumpulkan uang sebesar Rp1.485 miliar dan sebagian telah didistribusikan kepada 787 penerima manfaat. Gerakan Poe Ibu sendiri tertuang dalam Surat Edaran Nomor: 149/PMD.03.04/KESRA yang ditandatangani secara elektronik oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pada 1 Oktober 2025.

    Gerakan ini sifatnya sukarela, di mana ASN, masyarakat di 27 kabupaten dan kota menyisihkan uang seribu dalam sehari yang dikumpulkan bendahara di desa atau kelurahan dalam rekening Bank bjb.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More