Cianjur Perkuat Kemandirian Pangan Lewat Kolaborasi Petani dan Desa

- Ketua DPRD Cianjur Metty Triantika mendorong kolaborasi pemerintah desa, kelompok tani, dan warga untuk mengoptimalkan pertanian lokal serta mewujudkan kemandirian pangan berkelanjutan.
- Desa Sindangjaya memiliki potensi sayuran seperti sawi, wortel, seledri, kembang kol, daun bawang, dan brokoli; pengembangannya perlu memperhatikan kualitas serta registrasi PSAT.
- Pertemuan di Sindangjaya melibatkan ratusan tokoh masyarakat dan menjadi ruang komunikasi berkelanjutan; Metty juga memberi bantuan tunai bagi kegiatan PKK dan kelompok tani.
Cianjur, IDN Times – Penguatan kemandirian pangan di Kabupaten Cianjur membutuhkan kolaborasi antara pemerintah desa, kelompok tani, dan masyarakat untuk mengoptimalkan potensi pertanian lokal. Kerja sama tersebut dinilai penting agar pengembangan sektor pertanian dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi warga.
Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Metty Triantika, mendorong penguatan kolaborasi tersebut dalam kegiatan Temu Tokoh dan Silaturahmi di Aula Desa Sindangjaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jumat (16/10/2026). Kegiatan itu mengangkat tema “Membangun Kemandirian Pangan: Strategi Kolaboratif Mewujudkan Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Lokal di Kabupaten Cianjur”.
“Kolaborasi dalam rangka membangun ketahanan pangan ini tentu harus kita wujudkan secara bersama-sama, baik itu oleh pemerintah maupun oleh masyarakat,” kata Metty.
Menurutnya, kesuburan tanah di wilayah Cipanas, khususnya Desa Sindangjaya, menjadi modal penting bagi pengembangan pertanian. Potensi tersebut perlu didukung pengetahuan, keterampilan, dan koordinasi antara pemerintah dan masyarakat agar dapat dikelola secara optimal.
1. Pemerintah Desa dan Kelompok Tani Perlu Berjalan Bersama

Dok.Istimewa Metty mendorong penguatan kelompok tani sebagai wadah bagi petani untuk bekerja sama meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen sekaligus membahas berbagai kebutuhan dalam kegiatan pertanian.
Ia menilai pemerintah desa memiliki peran strategis karena berhubungan langsung dengan masyarakat dan memahami kebutuhan warga. Karena itu, pengembangan potensi pangan perlu melibatkan berbagai unsur di tingkat desa.
“Pemerintah desa mempunyai peran penting karena menjadi unsur pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat dan memahami kebutuhan warga. Oleh karena keberlangsungan dan keberlanjutan pembangunan berbasis pengembangan potensi desa sudah sepatutnya melibatkan para stakeholders desa, termasuk di Sindangjaya ini,” ujar Metty.
Menurut Metty, pemerintah dan masyarakat perlu saling melengkapi dalam mengembangkan potensi daerah. Ia berharap koordinasi yang kuat dapat membantu menyelaraskan kebutuhan petani dengan dukungan pemerintah desa dan partisipasi warga.
2. Potensi Sayuran Sindangjaya Perlu Dioptimalkan

Dok.Istimewa Kepala Dinas Pangan Kabupaten Cianjur, Firman Edi, S.STP., M.Si., yang hadir sebagai narasumber, menjelaskan bahwa ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan pangan. Aspek tersebut juga mencakup kepastian masyarakat memperoleh pangan yang layak, terjangkau, dan beragam.
Desa Sindangjaya memiliki potensi pertanian sayuran, antara lain sawi, wortel, seledri, kembang kol, daun bawang, dan brokoli. Menurut Firman, usaha pertanian sayuran di desa tersebut juga menjadi objek penelitian berbagai universitas terkait pengembangan kawasan agropolitan Cipanas.
Potensi tersebut dapat menjadi modal dalam pengembangan pangan lokal. Namun, pengelolaan pertanian juga perlu memperhatikan keamanan produk agar hasil panen memenuhi ketentuan yang berlaku.
Firman mendorong registrasi Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) sebagai salah satu upaya menjamin keamanan produk lokal dan melindungi kesehatan masyarakat dari risiko cemaran.
Dengan demikian, pengembangan pangan lokal tidak hanya berkaitan dengan peningkatan hasil pertanian, tetapi juga kualitas dan keamanan produk yang beredar di masyarakat.
3. Ketahanan Pangan Membutuhkan Kolaborasi Berkelanjutan

Dok.Istimewa Kepala Desa Sindangjaya, H. Deden Muhammad Syahir Fauzi, mengapresiasi kehadiran Metty dalam pertemuan bersama warga untuk membahas pengembangan potensi pangan desa.
Kegiatan tersebut dihadiri ratusan tokoh masyarakat, termasuk unsur Majelis Ulama Indonesia (MUI), tokoh perempuan, penggerak PKK, kelompok tani, ketua RW dan RT, serta Babinsa Desa Sindangjaya.
Dalam kesempatan tersebut, Metty juga memberikan bantuan tunai dari dana pribadinya untuk mendukung kegiatan PKK dan kelompok tani yang ditemuinya.
Metty berharap pertemuan tersebut dapat menjadi ruang komunikasi berkelanjutan bagi pemerintah desa dan masyarakat untuk bertukar informasi, menyampaikan gagasan, serta membahas kebutuhan warga.
Ia mengajak pemerintah desa dan masyarakat memperkuat kebersamaan agar potensi pertanian dapat dikelola secara optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat Cianjur.



















