Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sujiwo Tedjo-Riri Riza Ajak Anak Muda Rawat Indonesia Lewat Kebudayaan

Kota Bandung
3 min read
Sujiwo Tedjo-Riri Riza Ajak Anak Muda Rawat Indonesia Lewat Kebudayaan
Sujiwo Tedjo-Riri Riza Ajak Anak Muda Rawat Indonesia Lewat Kebudayaan. IDN Times/Debbie Sutrisno
  • PKB Jawa Barat menggelar diskusi bersama Sujiwo Tejo, Riri Riza, dan Acep Zamzam Noor menjelang Hari Santri untuk mendorong peran budaya serta pesantren bagi masa depan Indonesia.
  • Sujiwo Tejo mengajak anak muda, terutama santri, menyuarakan cinta Tanah Air melalui puisi dan perspektif kebudayaan yang lahir dari pengalaman pesantren.
  • Riri Riza dan Acep Zamzam Noor menekankan seni, film, serta warisan spiritual dapat merawat identitas Indonesia, sementara santri didorong berkontribusi memperjuangkan kesejahteraan dan keadilan sosial.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Jelang peringatan hari santri yang jatuh pada 22 Oktober, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Barat mengundang tiga seniman Tanah Air untuk berdiskusi dengan masyarakat khususnya anak muda yang ada di Kota Bandung. Mereka adalah Sujiwo Tejo, Riri Riza, dan Acep Zamzam Noor.

Diskusi ini dilakukan karena PKB menilai bahwa pesantren bukan hanya penjaga warisan masa lalu, tetapi juga sumber gagasan dan kreativitas untuk masa depan kebudayaan Indonesia.

"Banyak pemikiran penting yang bisa menjadi strategi baik perjuangan kebudaayaan untuk menjadi rencana besar maupun jangkap pendek. Diskusi seperti ini memberikan warga untuk politik santri yang sekarang semakin tidak mudah," kata Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, Minggu (18/10/2026).

Menurutnya, di tengah peta perpolitikan sekarang memang sulit untuk bisa menjunjung tinggi idealisme pemikiran para santri. Meski demikian, kondisi sekarang juga memberikan peluang baru, pola baru, agar santri bisa tetap berkontribusi baik bagi negara Indonesia

  1. 1. Indonesia butuh penyair-penyair hebat

    IMG_20261018_153553.jpg
    Sujiwo Tedjo-Riri Riza Ajak Anak Muda Rawat Indonesia Lewat Kebudayaan. IDN Times/Debbie Sutrisno

    Seniman Sujiwo Tedjo dalam diskusi ini menuturkan bahwa mencintai Indonesia di saat sekarang memang penuh tantangan. Kata-kata orang biasa yang selalu dikeluarkan di berbagai platform media sosial maupun pertemuan-pertemuan seakan hilang oleh kekuasaan oligarki.

    "Maka, pengertian baru untuk bisa mencintai Tanah Air itu harus lewat puisi. Tantangannya bagaimana mencintai Indonesia ini selalu bisa dikeluarkan para penyair dengan kata-kata mereka," ungkap Sujiwo Tedjo.

    Menurutnya, penyair-penyair hebat ini banyak berdatangan dari kalangan santri di pesantren. Cerita-cerita lugu mereka selama ini pesantren dan cara pandang terhadap banyak hal selalu bisa memberikan perspektif baru.

    Dia pun mengajak anak muda khususnya yang selama ini berada di pesantren untuk bisa memberikan pemahaman baru bagaimana berbudaya itu tetap bisa dijalankan untuk mencintai Tanah Air.

  2. 2. Warisan spiritual harus dimasukkan ke ranah politik

    IMG_20261018_145302.jpg
    Sujiwo Tedjo-Riri Riza Ajak Anak Muda Rawat Indonesia Lewat Kebudayaan. IDN Times/Debbie Sutrisno

    Sementara itu sineas Indonesia, Riri Riza lebih menekankan agar anak muda bisa berkesenian dengan tetap mendorong perbaikan di dalam negeri. Berkesenian, lanjut Riza, sudah menjadi standar pada kebudayaan di mana selalu ada gagasan luhur pada setiap praktk yang dijalankan.

    Seni yang modern sekarang pun sebenarnya mejadi identitas Indonesia yang tidak boleh dihilangkan. Termasuk melalui perfilman yang sekarang semakin digandrungi anak muda, karya itu harus bisa memberikan inspirasi yang positif.

    "Jadi jelas aspirasinya bagaimana merawat warisan anak bangsa di bidang perfilman," ungkap Riza.

    Upaya menjaga kebudayaan agar tetap tumbuh di Indonesia pun disampaikan Acep Zamzam Noor. Menurutnya, banyak anak muda khususnya dari kalangan santri yang pandai berbudaya termasuk membuat tulisan dalam bentuk cerpen maupun puisi.

    Warisan dari para leluhur mengenai kebudayaan yang kerap berkaitan dengan para santri juga banyak dan ini bisa menjadi contoh anak muda sekarang agar tetap mencintai Tanah Air melalui pengembangan kebudayaan.

    "Warisan spiritual ini bisa dimasukkan pada ranah politik untuk hal yang memang baik," kata dia.

  3. 3. Cinta Tanah Air itu harus dimiliki setiap santri

    IMG_20261018_142240.jpg
    Sujiwo Tedjo-Riri Riza Ajak Anak Muda Rawat Indonesia Lewat Kebudayaan. IDN Times/Debbie Sutrisno

    Ketua DPW PKB Jawa Barat Syaiful Huda mengatakan, mencintai Tanah Air itu bagi seorang santri adalah kewajiban. Hal tersebut sudah seperti doktrin sehingga ketika ada santri yang tidak cinta pada negaranya, maka dia bukanlah santri.

    Maka, menempatkan Tanah Air bagi seorang santri sudah menjadi bagian dari iman, tidak bisa main-main. Walaupun yang jadi pertanyaan sekarang adalah bagimana cara mencintainya di saat kondisi negara sedang carut marut.

    "Tanah Air kita sekarang jauh dari keadilan sosial. Orang sekarang memberikan suara pun sudah sangat pragmatis, dan ini yang harus kita lawan sekarang," kataSyaiful.

    Walaupun banyak yang menyebut bahwa kekayaan Indonesia hanya dimiliki segelintir orang, para anak muda khususnya santri tetap harus bisa memberikan yang terbaik dari kemampuannya untuk mengubah negara ini semakin sejahtera untuk seluruh orang.

    "Ini menjadi gugatan dan impian kita bersama yang harus diwujudkan," kata dia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More