Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Geger! Truk KDMP Dipakai Angkut BBM Subsidi Ilegal di Sukabumi

Kab. Sukabumi
2 min read
Geger! Truk KDMP Dipakai Angkut BBM Subsidi Ilegal di Sukabumi
Truk KDMP dipakai angkut BBM ilegal di Sukabumi (IDN Times/dok Polisi)
  • Polres Sukabumi menyidik dugaan penyalahgunaan Pertalite subsidi dari SPBN Cisolok yang diangkut truk berstiker Koperasi Desa Merah Putih.
  • Terduga pelaku diduga membeli Pertalite secara eceran memakai jerigen, lalu memuatnya ke truk dan menyamarkannya dengan karung padi serta terpal biru.
  • Ratusan liter Pertalite diduga akan dijual kembali ke pedagang eceran di Jampang hingga Kalibunder; truk dan jerigen telah disita polisi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sukabumi, IDN Times - Aparat Kepolisian Resor (Polres) Sukabumi berhasil membongkar dugaan penyelundupan BBM subsidi jenis Pertalite yang melibatkan armada berstiker Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Truk tersebut kedapatan mengangkut ratusan jerigen Pertalite yang disembunyikan secara rapi di balik tumpukan karung padi dan terpal.

Pengungkapan kasus ini berawal dari penyelidikan polisi terkait indikasi penyelewengan bahan bakar yang bersumber dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) Cisolok.

  1. 1. Polisi periksa saksi dan usut dugaan penyalahgunaan BBM

    83c1d4b4-c114-47e1-843f-ca8a1d863f90.jpeg
    Truk KDMP dipakai angkut BBM ilegal di Sukabumi (IDN Times/dok Polisi)

    Aksi nekat pengangkutan BBM secara ilegal ini langsung diusut tuntas oleh jajaran Satuan Reserse Kriminal Polres Sukabumi. Pihak kepolisian saat ini tengah memanggil dan memeriksa sejumlah saksi untuk mendalami praktik tersebut.

    Kasat Reskrim Polres Sukabumi, Iptu Dudi Suharyana, membenarkan bahwa jajarannya sedang menangani dugaan tindak pidana penyalahgunaan bahan bakar ini.

    "Kami tengah menyidik perkara dugaan penyalahgunaan BBM dari kawasan Cisolok. Beberapa saksi sudah mulai kami periksa," ujar Dudi, Rabu (14/10/2026).

  2. 2. Modus beli eceran lalu ditumpuk di truk KDMP

    98550129-f3f1-4d60-bfb2-e7ee76f22ba7.jpeg
    Truk KDMP dipakai angkut BBM ilegal di Sukabumi (IDN Times/dok Polisi)

    Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, terduga pelaku menjalankan aksinya dengan membeli Pertalite menggunakan jerigen secara mengecer di SPBN. BBM tersebut kemudian dikumpulkan dan dimuat ke dalam truk bak terbuka yang mencantumkan logo KDMP.

    Polisi memastikan BBM yang diangkut dalam jerigen tersebut merupakan jenis Pertalite yang peruntukannya dibatasi.

    "Berdasarkan pemeriksaan sementara, bahan bakarnya memang Pertalite. Mereka membelinya pakai jerigen lalu dipindahkan ke dalam armada KDMP," ungkapnya.

  3. 3. Disamarkan pakai karung padi dan terpal biru

    Ilustrasi karung goni. (Pixabay.com/Pexels)
    Ilustrasi karung goni. (Pixabay.com/Pexels)

    Untuk mengelabui petugas di lapangan, muatan ratusan jerigen Pertalite itu ditutupi dengan susunan karung gabah dan dilapisi terpal warna biru. Penyidik masih mendalami apakah penumpukan karung padi tersebut murni digunakan sebagai modus penyamaran.

    Pihak kepolisian terus menggali keterangan untuk memastikan motif utama di balik penggunaan kedok gabah tersebut.

    "Tim penyidik masih mendalami apakah pemakaian gabah ini murni sebagai kedok untuk menyamarkan muatan, atau ada niat lain," terang Dudi.

  4. 4. Rencananya bakal diecer ke Jampang hingga Kalibunder

    Ilustrasi BBM eceran dalam botol. IDN Times/Asrhawi Muin
    Ilustrasi BBM eceran dalam botol. IDN Times/Asrhawi Muin

    Ratusan liter Pertalite ilegal tersebut rencananya akan didistribusikan dan dijual kembali ke sejumlah pedagang eceran di wilayah Sukabumi, seperti kawasan Jampang hingga Kalibunder.

    Saat ini, armada truk beserta seluruh jerigen berisi BBM telah diamankan di Mapolres Sukabumi guna proses hukum lebih lanjut.

    "Semua barang bukti terkait dugaan tindak pidana ini sudah kami sita sejak Minggu (11/10) malam lalu untuk keperluan penyidikan," terang dia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More