16 Tahun Sudah Haji, 91 Tahun Baru Berangkat Menuju Makkah

- Ibu Syah, berusia 91 tahun, menjadi jemaah haji tertua asal Kota Bandung yang akhirnya mewujudkan penantian panjang untuk menunaikan ibadah ke Tanah Suci.
- Aliyah, remaja 16 tahun, tercatat sebagai jemaah termuda dari Kota Bandung dan menunjukkan semangat generasi muda dalam menjalankan ibadah haji.
- Perbedaan usia antara Ibu Syah dan Aliyah menggambarkan keberagaman jemaah haji Bandung yang disatukan oleh niat dan tujuan spiritual yang sama di Makkah.
Bandung, IDN Times – Di antara ribuan calon jemaah haji (CJH) Kota Bandung tahun ini, terselip dua nama yang mencerminkan rentang usia paling jauh. Satu di ujung senja kehidupan, satu lagi di awal masa remaja. Namun keduanya dipertemukan oleh tujuan yang sama: menunaikan ibadah haji.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Bandung, Andi M Arif, mengungkapkan fakta tersebut dengan sederhana.
“Usia tertua itu 91 tahun atas nama Ibu Syah,” ujarnya.
1. Wujudkan penantian panjang

Di usia 91 tahun, Ibu Syah menjadi jemaah tertua asal Kota Bandung tahun ini. Perjalanan ke Tanah Suci bagi dirinya bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan puncak dari penantian panjang.
Meski secara fisik tak lagi muda, semangatnya menjadi gambaran kuat bahwa panggilan haji bisa datang di fase akhir kehidupan.
2. Aliyah, 16 tahun, langkah awal menuju Tanah Suci

Berbanding terbalik, Aliyah justru menjadi jemaah termuda dengan usia 16 tahun. Di saat banyak remaja seusianya masih disibukkan dengan sekolah, ia mendapat kesempatan menunaikan ibadah haji.
“Dan yang usia termuda itu usia 16 tahun atas nama Aliyah,” kata Andi.
Kehadiran Aliyah menunjukkan bahwa ibadah haji juga menjadi pengalaman spiritual bagi generasi muda.
3. Beda generasi, disatukan dalam satu ibadah

Perbedaan usia antara Ibu Syah dan Aliyah mencerminkan keberagaman jemaah haji Kota Bandung. Dari generasi paling tua hingga yang paling muda, semuanya akan menjalani rangkaian ibadah yang sama.
Di Tanah Suci nanti, perbedaan usia tak lagi menjadi batas. Mereka akan berdiri sejajar, menjalankan rukun haji dengan niat dan harapan yang sama—menjadi haji yang mabrur.



















