1.679 Jemaah Haji Bandung Siap Berangkat Mulai 22 April 2026

- Sebanyak 1.679 jemaah asal Kota Bandung akan berangkat dalam lima kloter melalui Bandara Kertajati mulai 22 April hingga 17 Mei 2026.
- Wali Kota Bandung mengingatkan jemaah untuk fokus beribadah dan menjaga kesehatan menghadapi cuaca ekstrem serta kondisi berdebu di Arab Saudi.
- Pemerintah optimistis pelaksanaan ibadah haji tetap aman meski ada konflik di Timur Tengah, dengan koordinasi terus dilakukan demi kelancaran seluruh proses.
Bandung, IDN Times – Pemerintah Kota Bandung memastikan keberangkatan jemaah haji tahun 2026 berjalan sesuai rencana. Sebanyak 1.679 jemaah asal Kota Bandung akan diberangkatkan dalam lima kelompok terbang (kloter) melalui Bandara Kertajati, mulai 22 April hingga 17 Mei 2026.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyebut keberangkatan tahun ini menjadi momentum penting karena merupakan kali pertama koordinasi dilakukan bersama Kementerian Haji dan Umrah.
1. Sebanyak 1.679 jemaah terbagi dalam 5 kloter

Farhan menjelaskan, total jemaah haji asal Kota Bandung tahun ini mencapai 1.679 orang yang terbagi dalam lima kloter. Seluruhnya akan diberangkatkan melalui Bandara Internasional Kertajati.
“Kelima kloter akan mulai berangkat pada 22 April dan kloter terakhir dijadwalkan berangkat pada 17 Mei,” ujar Farhan.
Ia berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke Tanah Air sebagai haji yang mabrur.
2. Jemaah diminta fokus ibadah dan jaga kesehatan

Farhan mengingatkan jemaah untuk memprioritaskan ibadah wajib selama berada di Tanah Suci. Selain itu, kondisi cuaca yang ekstrem menjadi perhatian penting.
Menurut dia, perubahan suhu yang signifikan serta kondisi berdebu di Arab Saudi berpotensi memengaruhi kesehatan jemaah.
“Kadang angin bisa dingin, kadang panas. Debu juga cukup tinggi. Jadi jangan sampai sakit, jaga kesehatan dengan baik,” katanya.
Ia juga mengajak para jemaah untuk turut mendoakan Kota Bandung agar terus menjadi kota yang unggul, amanah, dan agamis, serta mendoakan Indonesia tetap dalam kondisi aman dan sehat.
3. Yakin ibadah haji tetap aman meski ada konflik

Terkait situasi konflik di Timur Tengah, Farhan menyatakan optimisme bahwa pelaksanaan ibadah haji tidak akan terganggu.
Ia menegaskan, ibadah haji merupakan agenda global yang menjadi perhatian dunia, sehingga berbagai pihak berkepentingan menjaga kelancarannya.
“Kita punya kepercayaan diri tinggi bahwa ibadah haji tidak akan terganggu. Ini bukan hanya ibadah umat Islam Indonesia, tapi bagian dari pergerakan kemanusiaan dunia,” ujarnya.
Farhan pun memastikan pemerintah akan terus berkoordinasi untuk memastikan seluruh proses keberangkatan hingga pemulangan jemaah berjalan aman dan lancar.



















