Senyum Sumringah Pelaku UMKM Raup Untung pada Gelaran Piala Presiden

Bandung, IDN Times - Asep Setiadi sigap mengambil jersey Persib berbagai ukuran dan model. Di hadapannya terdapat tiga pemuda hendak membeli baju Tim Pangeran Biru yang selama ini digunakan untuk kompetisi.
Sesekali mereka tawar menawar harga jersey yang sudah dipilih. Mulai dari harga Rp300 ribu, turun hingga Rp200 ribu, tawar menawar masih alot dilakukan Asep dan pembelinya.
"Nya (ya) bisa turunlah kalau beli tiga, ini kan tiga orang beli, jadi satu orang satu. Jadi Rp200 ribu lah sok jadikeun (silakan ambil)," ujar Asep, Kamis (25/7/2024).
Gilang, salah satu pembeli yang sedari awal mengincar baju Persib berwarna biru pun akhirnya setuju. Dia mencoba kembali baju yang sudah dipilih untuk memastikan ukurannya sesuai dan nyaman ketika digunakan untuk mendukung tim kesayangannya bertanding di Stadion Si Jalak Harupat (SJH) dalam turnamen Piala Presiden 2024.
"Ya sok (baik) pak yang ini diambil," kata Gilang.
"Bungkus yah," saut Asep.
Gilang merupakan Bobotoh asal Bekasi. Dia merelakan ambil libur khusus agar bisa datang ke Kabupaten Bandung menyaksikan pertandingan Persib jelang perhelatan Liga Indonesia. Mengendarai motor bersama rekannya sesama orang Bekasi, mereka pergi dari pagi dan berkumpul di saudara Gilang di daerah Buahbatu, Kota Bandung.
Sulit mendapatkan tiket Persib pada Liga Indonesia dan waktu kerja yang bentrok, dia baru bisa menyaksikan tim kesayangannya bertanding secara langsung pada perhelatan Piala Presiden.
"Pas Liga belum sempat ke sini, kalau Piala Presiden kan tiketnya masih banyak bisa dibeli jadi kebagian. Ini teman saya ada juga yang datang dari Tasikmalaya, jadi saya, Rifal sama Regi kumpul bertiga nonton bareng di stadion, teman pas sekolah dulu," kata Gilang.
Kehadiran Bobotoh seperti Gilang dan kedua temannya menonton pertandingan ke stadion menjadi berkah para pedagang di sekitar stadion. Dari pantauan IDN Times, sepanjang tiga kilometer (km) sebelum masuk ke pintu stadion SJH, puluhan pedagang jersey, pernak pernik sepak bola, hingga pedagang makanan dan minuman tumpah ruah di pinggir jalan.
Para suporter Persib yang hendak menonton terlihat membeli berbagai macam aksesoris mulai dari topi, baju, syal, hingga bendera bertuliskan Persib.
Asep menuturkan, penampakan seperti ini sudah pasti terjadi ketika ada pertandingan sepak bola khususnya Persib. Ribuan Bobotoh akan melintas menggunakan kendaraan pribadi dan menepi ke pinggir jalan membeli berbagai aksesoris untuk dikenakan di dalam stadion.
Termasuk ketika gelaran Piala Presiden, meski jumlah penonton belum sebanyak Liga Indonesia, tapi tak sedikit masyarakat datang membeli jersey ketika Persib hendak bertanding.
"Pas hari pertama agak sepi, sekarang ma main ketiga udah rame. Ya sampai sore saya udah dapat Rp1,5 juta. Alhamdulilah," kata Asep.
Dengan turnamen seperti ini di luar Liga Indonesia, pria yang sudah berjualan jersey belasan tahun ini sangat berharap tahun depan tetap ada dan bertambah lagi turnamen atau kompetisi mendampingi liga. Sebab, semakin banyak pertandingan sepak bola maka makin banyak pula masyarakat datang ke stadion dan membeli pakaian dari para penjual seperti diirinya.
Penjualan jersye dan pernak pernik pakaian jersye klub peserta Piala Presiden pun dirasakan pemilik konveksi di kawasan Lapangan Sidolig Bandung. Sebagai salah satu tempat pembuatan jersey yang produknya di kirim ke berbagai daerah, kompetisi sepak bola memberikan dampak baik pada peningkatan produksi.
1. Rezeki berlimpah bagi pada pedagang

Turnamen Piala Presiden sudah berjalan selama enam kali. Pertandingan sejumlah tim yang berlaga di kasta tertinggi sepak bola Indonesia ini diselenggarakan sebagai ajang pemanasan para tim sebelum berlaga pada kompetisi Liga 1.
Selain memberikan waktu untuk tim mempersiapkan diri, gelaran ini pun memang diselenggarakan demi mendorong perekonomian para pelaku usaha kecil yang selama ini berada dalam ekosistem persepakbolaan Tanah Air. Hal ini disampaikan Ketua Steering Commitee (SC) Piala Presiden, Maruarar Sirait.
Ara, panggilan akrabnya, menyebut bahwa sebuah kompetisi olahraga seperti Piala Presiden memang harus ada dampaknya secara nyata pada rakyat kecil khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sampai pedagang kaki lima yang ada di sekitar stadion. Seperti yang terjadi di Stadion SJH Kabupaten Bandung, ratusan pedagang kaki lima (PKL) ikut serta meramaikan gelaran ini selama tiga hari.
"Kalau pendapatan pedagang makin naik kita juga senang karena bisa membahagiakan orang lain. Ini sesuai dengan visi misi arahan dari Presiden Jokowi, di mana Piala Presiden harus ada dampak pada rakyat kecil," kata Ara.
Rezeki yang melimpah pada Piala Presiden 2024 pun dirasakan Siti, salah satu pedagang makanan yang berjualan di seberang pintu Gate Barat Stadion SJH. Berjualan sejak pagi hari, dia bersama pada pedagang lainnya berada di luar pagar dan menjajakan berbagai jenis makanan serta minuman baik kepada penonton hingga panitia yang berjaga.
Selama ini Siti menjadi pedagang tetap di Stadion SJH. Artinya, ketika ada pertandingan di stadion ini dia sudah pasti berjualan. Dengan adanya turnamen di luar Liga Indonesia, Siti sangat senang karena dia bisa lebih banyak berjualan dan mendapat lebih banyak uang.
"Kalau hanya liga kan jedanya lama. Kalau bisa ya ada terus turnamen kaya gini. Jadi tiap bulan itu atau tiap minggu ada terus pertandingan. Pedagang juga bisa jualan terus," ungkap Siti.
Bisa mendapat pemasukan hingga jutaan rupiah dalam satu laga, satu hal yang diharapkan Siti yaitu agar para pedagang terus bisa berjualan dalam setiap pertandingan sepak bola. Menurutnya, selama ini ada saja beberapa laga yang membuat para pedagang tidak diperbolehkan jualan. Padahal laga sepak bola seperti Piala Presiden bisa menarik banyak penonton yang bisa membuat penghasilan hariannya bertambah.
Kenaikan pendapatan ekonomi pelaku UMKM bukan hanya yang ada di dalam dan sekitar stadion saja, dampak kegiatan olahraga dirasakan juga penjual pernak pernik di Stadion Sidolig Bandung. Salah satu yang mulai kebanjiran order pakaian adalah Ade Hildan. Pembuat jersey di Lapangan Sidolig Bandung ini menuturkan, dia sudah mulai membuat pakaian olahraga tim dari berbagai klub di Indonesia, tidak hanya Persib.
"Ya lumayan lah mulai ada peningkatan. Walaupun memang angkanya ga bagus juga karena banyak saingan sekarang," kata Ade saat berbincang dengan IDN Times.
Dia mencontohkan, sekarang PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) sendiri sudah membuat jersey untuk dijual secara khusus kepada suporter dengan harga yang lebih ramah kantong. Alhasil banyak Bobotoh yang membeli langsung ke kantor Persib, tidak memesan ke tempat pembuatan jersey di Sidolig.
Untuk menutupi permintaan jersey Persib yang turun di tokonya, Ade mampu membuka relasi pembuatan jersye dari luar daerah. Dulu ketika masih ada Persipura Jayapura di Liga 1, baju buatannya bisa sampai ke Tanah Papua. Untuk saat ini ada klub dari Timur Indonesia seperti dari Bali, Sulawesi atau Kalimantan yang sudah memesan pakaian dari toko Ade.
"Belum banyak juga mungkin sekitar 100 kodi sebulan kita buat pakaian jersey," kata Ade.
2. Olahraga sepak bola berdampak luas pada perekonomian

Pengamat Ekonomi dari Universitas Pasundan Bandung Acuviarta mengatakan, perhelatan olahraga seperti Piala Presiden punya pengaruh yang luas pada berbagai aspek termasuk perekonomian masyarakat. Sektor penunjang kompetisi olahraga bukan hanya dirasakan perusahaan besar, tapi juga ekonomi kerakyatan seperti pelaku UMKM.
Menurutnya, olahraga yang menjadi kegiatan digandrungi masyarakat memang sudah semestinya dibuatkan sistem lebih mumpuni. Seperti di luar negeri ketika sepak bola bisa menjadi denyut nadi perekonomian sebuah daerah bahkan sebuah negara. Itu dikarenakan semua unsur terlibat bukan hanya di dalam stadion, tapi juga di luar stadion.
Acuviarta menyebut, dalam merangkul UMKM agar bisa mendapatkan dampak positif dalam sebuah kompetisi atau turnamen, bisa saja dibuatkan tempat khusus untuk pada pedagang berjualan. Termasuk dengan pernak pernik klub disimpan di sudut tertentu di mana fasilitas untuk penonton sepak bola yang hadir lebih nyaman.
“Jadi esensinya ini tidak hanya pas hari H saja pertandingan. Ketika memang ada pusat kuliner dan pernak-pernik di sekitar stadion, penggemar klub itu bisa membeli kebutuhan untuk menonton sambil berkuliner. Sepak bola itu memang multiplier effect sekali,” ujar Acuviarta.
Dengan banyaknya kompetisi olahraga khususnya sepak bola yang dicintai masyarakat, maka fasilitas sekitar stadion yang menunjang bisa memberi dampak positif bagi para pedagang. Ekosistem sehat seperti harus dibangun dan dipertahankan dalam jangka panjang karena imbasnya sangat baik untuk perekonomian pelaku usaha kecil.
Acuviarta menilai, keberadaan kegiatan olahraga di daerah tertentu juga bisa memberikan dampak pada perkembangan pariwisata secara menyeluruh. Sebab, ketika sebuah penonton klub sepak bola datang ke stadion mereka bisa juga melakukan aktivitas lainnya seperti berwisata di daerah tersebut.
Dampak nyata gelaran Piala Presiden disampaikan Bupati Bandung Dadang Supriatna. Turnamen ini tidak hanya akan menjadi ajang kompetisi sepakbola semata, tetapi juga akan menjadi momentum untuk mempromosikan pariwisata dan budaya lokal serta produk UMKM Kabupaten Bandung.
"Saya berharap bahwa Piala Presiden akan menjadi magnet bagi wisatawan dan mengangkat nama Kabupaten Bandung sebagai destinasi unggulan di Indonesia," ungkapnya.
Dadang mengakui hajatan sepakbola maupun gelaran lainnya yang dihelat di Kabupaten Bandung sangat berdampak positif bagi masyarakat Kabupaten Bandung, terutama dalam meningkatkan sektor perekonomian.
"Piala Presiden ini jelas keuntungan bagi Kabupaten Bandung seperti halnya gelaran Piala Dunia kemarin. Dampak ekonomi event olahraga ini sangat luar biasa. Sebut saja perhotelan, UMKM, pariwisata, transportasi, dan sebagainya akan ada peningkatan dan ini jadi keuntungan bagi Kabupaten Bandung," kata dia.
3. Turnamen seperti ini harus berlanjut dan diperbanyak

Pada pembukaan Piala Presiden 2024 di Stadion SJH, Presiden Joko 'Jokowi' Widodo hadir secara langsung menyaksikan laga Persib melawan PSM Makassar. Tak sendirian, dia ditemani sang istri Iriana, Ketua PSSI Erick Thohir, hingga Menpora Dito Ariotedjo.
Dia sangat menyambut baik turnamen ini kembali diselenggarakan jelang Liga 1. Jokowi sangat berharap setelah dirinya lengser turnamen ini masih bisa berlangsung bersama presiden Indonesia ke depannya.
"Kalau ada keberlanjutan akan lebih baik," kata Jokowi, Jumat (19/7/2024).
Menurutnya, turnamen ini sangat bagus dalam persepakbolaan Indonesia karena jadi waktu pemanasan jelang perhelatan Liga 1. Terlebih ketika ada banyak turnamen di Indonesia akan berdampak baik untuk iklim sepak bola secara menyeluruh.
"Ada di Liga 1 Liga 2, ada kompetisi di SSB, kompetisi amatir, kompetisi di FIFA, kompetisi di AFC di AFF. Semakin banyak kompetisi semakin baik untuk sebuah tim," kata Jokowi.
"Sekarang saya melihat semuanya berjalan baik ditambah lagi Piala Presiden akan semakin banyak kompetisi semakin baik," pungkasnya.
Harapan agar turnamen olahraga seperti ini tetap bisa berjalan juga disampaikan Ketua Himpunan Pengusaha Muda (HIPMI) Kota Bandung Ibrahim Imaduddin Islam. Ibam, sapaannya, mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam sebuah event olahraga seperti Piala Presiden. Tak bisa dipungkiri bahwa kegiatan yang digelar di Kabupaten Bandung ini sangat dirasakan oleh seluruh masyarakat di Jawa Barat.
Persib sebagai DNA para pecinta sepak bola warga Jabar membuat masyarakat rela datang ke stadion untuk menyaksikan langsung pertandingan dengan memakai berbagai pernak pernik dan jersey tim kesayangannya. Maka, kegiatan olahraga menjadi peluang untuk pelaku usaha termasuk kalangan anak muda untuk berkreasi menawarkan produk yang berkaitan dengan tim Persib.
"Sepak bola ini pasarnya besar. Sehingga ketika ada kegiatannya banyak orang antusias dan pasti membeli merchandise seperti jersey atau yang relevan dengan tim yang didukung. Sekarang banyak brand dari anak muda sudah mulai masuk ke sektor ini karena banyak peminatnya," kata Ibam.
Bukan hanya dari sisi penjualan pernak-pernik, turnamen sepak bola seperti Piala Presiden juga bisa memberi dampak perekonomian karena akan ada peningkatan dari segi transportasi, akomodasi, hingga produk makanan yang dikonsumsi suporter tim. HIPMI sangat mendukung perhelatan seperti ini tetap diselenggarakan agar mampu mendorong seluruh sektor perekonomian lokal.


















