Warga Sambut Baik Penerbangan Kembali Rute Bandung-Bali di Bandara Husein

- Garuda Indonesia kembali melayani rute langsung Bandung-Denpasar pulang-pergi mulai 14 Agustus 2026, menandai operasinya lagi di Bandara Husein Sastranegara untuk penerbangan jet komersial.
- Rute Bandung-Denpasar beroperasi empat kali seminggu menggunakan Boeing 737-800NG berkapasitas 162 penumpang, dengan jadwal penerbangan reguler pada Rabu, Jumat, Sabtu, dan Minggu.
- Penumpang menyambut rute langsung karena menghemat waktu dibanding transit Jakarta; Garuda menargetkan peningkatan mobilitas wisatawan, pelaku usaha, serta konektivitas ekonomi kreatif Jawa Barat-Bali.
Bandung, IDN Times - Maskapai nasional Garuda Indonesia kembali membuka penerbangan langsung Bandung-Denpasar pulang-pergi mulai Jumat (14/8/2026). Penerbangan ini sekaligus menandai kembalinya Garuda Indonesia beroperasi dari Bandara Husein Sastranegara Bandung setelah bandara tersebut kembali melayani penerbangan jet komersial.
Penerbangan perdana dengan nomor GA-334 berangkat dari Bandara Husein Sastranegara pukul 11.30 WIB dan dijadwalkan tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pukul 14.20 WITA. Sebelumnya, penerbangan GA-335 dari Denpasar berangkat pukul 09.10 WITA dan tiba di Bandung pukul 10.00 WIB.
Salah satu penumpang pertama yang merasakan penerbangan dari Bali ke Bandung adalah Santi dan Rana. Warga asli dari Kota Kembang ini sangat senang dengan adanya penerbangan langsung tersebut karena selama ini sering pulang ke Bandung tapi harus turun dulu di Jakarta pesawatnya.
"Kita udah tiga tahun tiap pulang ke Jakarta dulu, sekarang sudah ke Bandung. Happy banget sih jadi teriak aja senang bisa langsung," kata Rana, Jumat (14/8/2026).
Menurutnya, penerbangan langsung ini bisa menghemat waktu perjalanan yang mungkin butuh tiga sampai empat jam dari Jakarta ke Bandung. Sekarang turun dari pesawat tinggal sewa taksi online bisa langsung sampai ke rumah.
Meski harga tiketnya cukup mahal tapi itu tak jadi masalah karena sebagai pekerja waktu luang itu juga menjadi penting. Biasanya dia ketika pulang jarang jalan di Kota Bandung karena lelah di perjalanan, tapi sekarang bisa lebih menikmati.
Hal senada disampaikan Risna yang hendak berangkat dari Bandung ke Bali. Dia biasanya bepergian menggunakan pesawat ke berbagai daerah dari Jakarta, tapi dengan dibukanya Bandara Husein diharap bisa memudahkan masyarakat yang butuh ke luar kota menggunakan pesawat.
"Kalau bisa ke luar negeri juga diperbanyak penerbangan yang langsung," kata dia.
1. Layani penerbangan empat kali seminggu

Masyarakat Sambut Baik Kembali Garuda Layani Rute Bandung-Bali dari Husein Sastranegara. IDN Times/Debbie Sutrisno Sementara itu, Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan mengatakan, kembalinya penerbangan dari Bandung menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat jaringan penerbangan domestik sekaligus menggarap potensi pasar yang dinilai masih memiliki ruang pertumbuhan.
“Momentum hari ini bukan hanya menandai kembalinya Garuda Indonesia mengudara dari Bandung, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi kinerja kami dalam membangun jaringan penerbangan yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat dan memiliki fundamental bisnis yang sehat,” ujar Glenny.
Rute Bandung-Denpasar akan dilayani empat kali dalam sepekan, yakni setiap Rabu, Jumat, Sabtu, dan Minggu. Garuda Indonesia menggunakan pesawat Boeing 737-800NG untuk rute tersebut. Pesawat memiliki kapasitas 162 penumpang, terdiri dari 12 kursi kelas bisnis dan 150 kursi kelas ekonomi.
Untuk penerbangan reguler, GA-334 dari Bandung dijadwalkan berangkat pukul 13.10 WIB dan tiba di Denpasar pukul 15.55 WITA. Sementara GA-335 dari Denpasar dijadwalkan berangkat pukul 11.35 WITA dan tiba di Bandung pukul 12.25 WIB.
2. Bidik pergerakan wisatawan dan pelaku usaha

Masyarakat Sambut Baik Kembali Garuda Layani Rute Bandung-Bali dari Husein Sastranegara. IDN Times/Debbie Sutrisno Garuda Indonesia menilai Bandung dan Bali memiliki kekuatan besar dari sisi pariwisata dan ekonomi kreatif. Karena itu, penerbangan langsung diharapkan dapat meningkatkan mobilitas wisatawan maupun pelaku usaha dari kedua wilayah.
Glenny mengatakan konektivitas tersebut juga membuka peluang bagi wisatawan dari Bali, termasuk wisatawan mancanegara, untuk melanjutkan perjalanan ke Bandung dan sejumlah destinasi wisata di Jawa Barat.
“Bandung dan Bali merupakan dua destinasi dengan kekuatan pasar pariwisata dan ekonomi kreatif yang sangat besar. Melalui konektivitas langsung ini, kami ingin membuka semakin banyak ruang bagi pergerakan wisatawan dan pelaku usaha,” kata dia.
Selain wisatawan, penerbangan langsung tersebut diharapkan mendukung pergerakan produk ekonomi kreatif antara Jawa Barat dan Bali. Posisi Bali sebagai salah satu pintu masuk utama wisatawan internasional juga dinilai dapat membuka potensi trafik lanjutan menuju Jawa Barat.
3. Citilink ikut perkuat penerbangan dari Husein

Masyarakat Sambut Baik Kembali Garuda Layani Rute Bandung-Bali dari Husein Sastranegara. IDN Times/Debbie Sutrisno Kembalinya Garuda Indonesia ke Bandung juga memperkuat kehadiran Garuda Indonesia Group di Jawa Barat. Mulai 17 Agustus 2026, Citilink akan mengoperasikan penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara menuju sejumlah destinasi.
Menurut Glenny, kehadiran Garuda Indonesia dan Citilink di Bandung diharapkan memberikan lebih banyak pilihan penerbangan bagi masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas dari Jawa Barat.
“Sinergi ini menjadi bagian dari upaya Garuda Indonesia Group dalam membangun ekosistem penerbangan yang semakin terintegrasi, kompetitif, serta memberikan kontribusi nyata terhadap konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Tiket penerbangan Bandung-Denpasar tersedia melalui situs resmi Garuda Indonesia, aplikasi FlyGaruda, online travel agent, Contact Center Garuda Indonesia, kantor penjualan, dan mitra agen perjalanan resmi Garuda Indonesia.















.jpg)





